A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Kenyataan Menyakitkan


__ADS_3

Di Amerika, Om Theo menitikan air mata, akhirnya Aline telah siuman. Dia memegang tangan Aline. "Aline!"


Om Theo sangat penasaran ada hubungan apa antara Nadine dan Aline, sampai Nadine adalah orang yang pertama disebut oleh Aline saat wanita itu terbangun dari komanya. "Aline, ini aku, Theo. Kamu masih mengingatku kan?"


Mata Aline berkaca-kaca menatap Om Theo, bagaimana mungkin dia bisa melupakan pria yang selalu ada dihatinya selama ini. Namun dia tidak mengerti mengapa mantan kekasihnya bisa menjaga dirinya di sini?


"Aku ingin sekali bertemu dengan Nadine." Akhirnya Aline bisa mengucapkan lebih dari satu kata sekarang, walaupun mengatakannya dengan sangat pelan dan terasa agak berat.


"Sekarang ini kita berada di Amerika, nanti aku akan membawanya kesini, asalkan kamu sembuh dulu."


Aline terkejut, ternyata dia berada di tempat yang jauh dengan Nadine padahal sekarang ini hatinya merasakan tidak tenang, dia sangat mengkhawatirkan Nadine.


"Tapi sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dengan Nadine, Aline?"


Aline menghirup nafas dalam-dalam, dia rasa sebaiknya dia berkata jujur pada sang mantan, bagaimanapun juga Om Theo adalah ayahnya Nadine. "Nadine adalah anak kita."


Om Theo tercengang mendengarnya. "A-anak kita?Jadi maksudmu aku adalah ayahnya Nadine?"


"Iya, aku menikah dengan suamiku dalam keadaan aku hamil, mengandung anakmu, Theo."


Hati Om Theo bagaikan tersambar petir, orang yang hampir saja akan dia bunuh, ternyata dia adalah anak kandungnya, darah dagingnya.


"Sonya dan Erza merebut Nadine dariku, mereka mengambil Nadineku secara paksa." Aline mengatakannya sambil menangis. "Aku ingin sekali memeluknya."


Aline sangat takut jika dia tidak memiliki kesempatan untuk memeluknya. Ingin sekali mengatakan padanya kalau dia adalah ibu kandungnya Nadine.


Om Theo mengepalkan tangannya, ingin sekali dia membunuh Erza dan Sonya. Dia ikut menangis. Dia merasa menjadi pria yang tak berguna, karena tidak bisa melindungi Aline dan Nadine.


Om The harus menghubungi Marvin, dia melihat ada pesan masuk dari Marvin, Marvin mengirim pesan itu saat dalam perjalanan menuju cafe Star semalam.


[Om, malam ini aku sudah memberikan pelajaran untuk Sonya. Ada berita yang sangat penting Om, ternyata Nadine bukanlah anak kandungnya Sonya. Besar kemungkinan dia adalah anaknya Miss Aline.]


Om Theo sangat bersyukur, seandainya Marvin tidak melindungi Nadine. Hidup Om Theo akan berada dalam penyesalan, karena sudah membunuh anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


...****************...


Di Indonesia, Nadine terbangun dari tidurnya, dia tersenyum memandangi Marvin yang masih tertidur pulas. Nadine memperhatikan wajah Marvin dengan begitu intens, pria itu walaupun dalam keadaan sedang tidur, tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya.


Marvin memiliki daya pesona yang bisa membuat banyak wanita tergila-gila padanya.


Marvin masih tidur terlelap, karena semalam setelah bercinta dengan Nadine, dia harus mengurus sesuatu, menyiapkan bingkisan untuk ayahnya. Saat Nadine sudah tidur.


Marvin berjanji didalam hatinya, setelah Nadine bangun, dia akan menceritakan semuanya tentang siapa dirinya, dan siapa Nadine sebenarnya. Dia ingin Nadine tau, kalau wanita itu sangat berarti untuknya. Dan dia ingin bilang kalau dia sangat mencintai wanita itu.


Sayangnya ternyata yang bangun lebih dulu adalah Nadine. Nadine dengan ragu-ragu mengusap wajah tampan Marvin. Dia mengerutkan keningnya, tapi kenapa semakin lama memperhatikan wajahnya pria itu, semakin terlihat mirip sekali dengan kakaknya.


Mengapa dia mirip sekali dengan kak Marvin?


Nadine teringat dengan perkataan Sonya yang bilang orang yang menculik Nadine mengatasnamakan Marvin.


Mengapa Adam mengaku dirinya Marvin?


Dan mengapa pria itu ingin menghancurkan perusahaan Leon Grup?


Apakah selama ini Marvin masih hidup?


Nadine masih ingat kemarin dia bertanya kepada ayahnya tentang Marvin, Tuan Rama bilang kakaknya memiliki tanda lahir berukuran kecil di leher belakangnya.


Nadine segera bangun, dia harus melihat leher bagian belakang Marvin.


Nadine terkejut begitu melihat ada tanda lahir di leher bagian belakang pria itu.


Nadine menggelengkan kepalanya, rasanya sungguh mustahil bagaimana mungkin selama ini dia bercinta dengan kakaknya sendiri? Ternyata selama ini Nadine mencintai kakaknya?


Kenyataan ini membuatnya sangat terpukul. Dia tidak bisa menerima semua ini. Nadine bergegas memakai pakaiannya.


Nadine segera pergi dari kamar hotel tersebut tanpa sepengetahuan Marvin. Hatinya benar-benar hancur jika ternyata Adam Alvarez itu beneran Marvin.

__ADS_1


Nadine mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya berkaca-kaca, membuat dia tidak begitu fokus mengendarai mobilnya.


"Tidak, tidak mungkin dia kak Marvin."


"Tidak mungkin!"


"Ini pasti keliru."


Nadine tahu betul Marvin dulu pasti sangat membencinya, mungkin pantas saja jika Marvin balas dendam terhadap dia dan keluarganya. Mungkin selama ini Marvin membohongi semua orang, pria itu ternyata masih hidup.


Saat melewati perempatan jalan, Nadine mendengar suara gemuruh sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Brrmmm...


Brrmmm...


Nadine terbelalak ternyata ada sebuah truk melaju dengan begitu cepat ke arah mobilnya.


Nadine mencoba untuk menghindarinya, namun sayangnya dia kalah cepat.


JEGEEERRR...


Sebuah truk menabrak mobil Nadine, sehingga mobil yang dikendarai Nadine terbalik dan terguling beberapa kali.


Brugh..


Brugh...


Brugh...


Membuat mobil tersebut tak terbentuk lagi.


Ternyata orang yang ada di dalam truk itu adalah Darko, anggota baru di The Bloods, Darko tersenyum puas, membunuh orang adalah pekerjaan yang mudah untuknya.

__ADS_1


...****************...


...Novel ini sengaja dibuat tidak panjang babnya. Jadi jangan kaget kalau nanti tiba-tiba end 🙏...


__ADS_2