A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Pilihan Sulit


__ADS_3

Marvin menerima undangan makan malam yang ditawarkan oleh Sonya, karena itu malam ini Nadine, Sonya dan Tuan Rama sedang menunggu kedatangan Marvin, di salah satu restoran mewah di kota ini. Milik Leon Grup.


Jika bukan karena perusahaan, Tuan Rama tidak ingin bekerjasama dengan Adam Alvarez, karena dia masih ingat dengan sikap pria yang sangat angkuh dan kurang ajar padanya, walaupun dulu hanya sebuah candaan meminta Tuan Rama memberikan Nadine pada pria itu.


Berbeda dengan Sonya, dia sudah berdandan sangat cantik sekali, dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu kembali dengan Adam Alvarez. Dia harap penampilannya bisa membuat pria itu terpesona padanya.


Sementara itu, Nadine, dia nampak gelisah, dia berusaha sekuat hati untuk tetap tegar jika bertemu dengan Adam, padahal ingin sekali dia marah padanya dan menamparnya. Tapi dia harus memastikan sesuatu dari pria itu, dia ingin bisa melihat punggung pria itu, apakah Adam orang yang sudah menolongnya atau dia adalah pria yang mencoba menembaknya.


Sonya nampak berseru saat melihat Marvin yang baru saja tiba di restoran, "Oh itu Adam!" Wanita itu nyaris tidak berkedip melihatnya.


Pandangan Nadine seketika menatap pria itu, dia membenci dirinya sendiri, karena ternyata jantungnya masih saja berdebar-debar saat menatapnya. Mengapa perasaan dia pada pria itu tak kunjung memudar? Padahal dia sangat tau sekali bagaimana jahatnya seorang Adam Alvarez.


Marvin duduk bergabung dengan mereka, tepatnya dia duduk di samping Nadine. Dia bersikap seolah-olah baru pertama kali bertemu dengan Nadine. "Oh jadi kau Nadine Leonardo? Sangat cantik, persis seperti mamanya."


Marvin menyeringai menatap Nadine, membuat Nadine membenci tatapan itu. Rasa benci dan cinta telah menyatu di dalam benaknya, sangat memuakan.


Sonya tersipu malu mendengar pujian dari Marvin. "Ah Tuan Adam bisa saja."


Tuan Rama lebih baik bicara ke bagian intinya saja, dia masih tersikap dingin kepada Marvin. "Leon Grup sedang mengalami kendala dalam masalah keuangan, karena itu saya ingin mengundang anda menjadi investor di Leon Grup."


Marvin terdiam sejenak, kemudian dia tersenyum miring. "Oke, saya akan membantu Anda, asalkan saya ikut andil dalam perusahaan Leon Grup, saya ingin saya yang menjadi CEO disana, bagaimana?"


Tuan Rama sangat keberatan sekali menjadikan seorang CEO di luar keluarganya, dia ingin Nadine yang menjadi pemimpin perusahaannya. "Mengapa harus menjadi CEO?"


"kalau anda tidak bisa, ya sudah tidak apa-apa. Saya masih bisa bekerjasama dengan perusahaan yang lebih menjanjikan dari Leon Grup." Marvin nampak santai sekali, sesekali dia menoleh ke arah Nadine, dia tau wanita itu pasti sangat membencinya.


Tuan Rama lebih baik meminta bantuan ke calon besannya saja, siapa tau Tuan Dafa bersedia membantunya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Nadine angkat bicara. "Masalah itu biar kamu pikirkan dulu."


Tuan Rama tidak terima mengapa Nadine bicara seperti itu, "Nadine, apa-apaan kamu ini?


"Demi keberlangsungan Leon Grup, saya rasa tawaran dari Tuan Adam kita harus pikirkan secara matang-matang, Pa."


Seorang waitress datang membawa empat gelas minuman, kemudian dia dan Nadine saling memberikan kode dengan kerlingan mata mereka. Saat waitress menyimpan gelas terakhir ke atas meja, dia pura-pura tak sengaja menumpahkan minuman tersebut ke kemeja Marvin, membuat kemeja Marvin basah.


"Oh maaf, Tuan. Saya tak sengaja." Waitress itu pura-pura terlihat panik.


Sonya sangat marah sekali melihatnya. "Kamu ini bisa kerja gak sih? Mau saya pecat?"


Nadine segera membela waitress tersebut, "Ini hanya masalah sepele, Ma. Jangan main pecat seenaknya."


Kemudian Nadine menyuruh waitress tersebut untuk pergi dari sana, "Lebih baik kamu lanjutkan pekerjaan kamu."


Waitress itu menganggukan kepala, "Baik, Nona."


Entah mengapa Marvin merasa kesal mendengarnya, saat mendengar Nadine ingin memberikan kemeja kepada tunangannya. "Tidak perlu." katanya dengan nada ketus.


Nadine hanya menghela nafas, dia sangat muak sekali kepada pria itu. Marvin sama sekali tidak merasa berdosa atas apa yang telah dia lakukan kepadanya.


Marvin segera berdiri, "Saya tidak bisa lama-lama berada disini, masih ada urusan penting yang harus saya selesaikan. Karena itu saya akan memberikan waktu satu minggu kepada Anda untuk memikirkan tawaran dari saya, Tuan Rama." Marvin menatap Tuan Rama dengan tajam, kemudian dia segera pergi.


...****************...


Marvin pulang ke mansionnya, dia membuka kemejanya yang kotor, lalu membuangnya ngasal ke lantai.

__ADS_1


"Katanya gak cinta tapi membelikan kemeja untuk tunangannya. Benar-benar wanita labil." gerutunya.


Nadine tidak tau bahwa selama di restoran itu, hati Marvin berdebar-debar karena bisa bertemu kembali secara langsung dengan Nadine, apalagi dia duduk disamping wanita itu.


Marvin duduk di kursi sofa dengan perasaannya yang kesal.


Drrrttt... Drrrttt...


Marvin mendengar ponselnya bergetar, ternyata ada dua pesan masuk dari orang yang berbeda.


Sonya


[Bisakah kita bertemu lagi malam ini? Aku bisa menjadikan kamu CEO di Leon Grup. Aku tunggu kamu di kamar hotel Bintang nomor 32.]


Dan satu lagi pesan dari Nadine. Karena Marvin mengsave nomornya.


Nadine


[Jangan bersikap seolah-olah tidak mengenaliku, Adam. Ayo kita bertemu, aku tunggu kamu di cafe Star.]


Marvin menghela nafas kenapa ibu dan anak itu mengajaknya ketemuan dalam waktu yang bersamaan.


Antara misi balas dendam dan perasaan, entah mana yang harus dia pilih.


Jika dia bertemu Sonya, bisa saja dia menjebak wanita itu membuat dia memberikan informasi penting untuknya.


Namun kapan lagi dia bertemu dengan Nadine? Karena dia sangat merindukan wanita itu.

__ADS_1


Malam ini di kamar hotel, Sonya sudah memakai lingerie yang sangat transparan, menunggu kedatangan Marvin.


Sementara Nadine, dia sedang duduk di sebuah cafe yang berada di dekat pantai. Dari kejauhan dia bisa melihat riuhnya ombak di pantai sana. Malam ini Nadine harus memastikan apakah Adam orang yang sudah menolongnya atau bukan.


__ADS_2