A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Bertahanlah


__ADS_3

"Ternyata masih hidup kau?" Marvin menatap penuh kebencian kepada Markus yang tangan dan kakinya masih diikat. Dia berjalan seraya turun dari tangga ke ruang bawah tanah.


"Arrrggghhh!" Markus tak menjawab, dia hanya bisa meringis kesakitan, luka ditubuhnya tidak diobati sama sekali. Keringat dingin membasahi tubuhnya, bercampur dengan darah yang menetes dari perut dan juga betisnya.


"Bagaimana rasanya? Sakit kan? Ibuku dan anak-anak tak berdosa yang telah kamu bunuh itu, mereka pasti kesakitan seperti itu saat kamu membunuh mereka." Marvin sama sekali tidak merasa iba melihat Markus kesakitan seperti itu.


"Bunuh saja aku, bukankah kau ingin membunuhku?" Markus mengatakannya dengan nada memohon. Wajah dan bibirnya sudah pucat pasi.


Marvin tertawa kecil mendengarnya, "Sayangnya aku tidak akan mengabulkannya. Aku ingin kamu merasakan kesakitan dengan waktu yang cukup lama sebelum ajal datang menjemputmu."


Markus menjadi emosi, "Psikopat kau!" Ingin sekali dia berlari dan menghajar Marvin, namun kaki dan tangannya telah terikat.


Marvin menunjukkan sebotol air minuman pada Markus, membuat Markus menelan salivanya, teronggokannya terasa sangat kering karena dia belum minum dari kemarin, apalagi makan.


"Aku akan memberikan kamu minum, asalkan kamu jawab pertanyaanku. Mengapa istrimu sering mengirim pesan pada Nadine? Apa istrimu terlibat dengan kejahatan yang kalian lakukan?"


Markus tercengang mendengarnya, dia sama sekali tidak tau kalau selama ini Aline diam-diam sering menghubungi Nadine, seandainya dia dari dulu, sudah dia bunuh istrinya yang tak berguna itu.


"Ayo jawab pertanyaanku!" Marvin mengatakannya dengan nada membentak.


Markus enggan menjawab, dia tidak ingin Marvin tau kalau Nadine bukan anak kandung ayahnya dan Sonya, melainkan Nadine adalah anak dari Aline dan mantan pacarnya. Jika Marvin tau itu semua, itu akan menjadi keuntungan untuk Marvin. Dan Markus tidak ingin Marvin diuntungkan dalam masalah ini, karena dia tau dia tidak akan bisa keluar dari sini, dia pasti akan mati disini.


Bugh...


Marvin memukul perut Markus, pukulan Marvin sangat keras sekali, sampai membuat Markus mengerang kesakitan.


"Aaargghhh!"

__ADS_1


Kemudian Markus malah tertawa sambil meringis, "Hahaha... Apa kamu yang menculik Nadine? Aku hanya bisa bilang kasihan sekali gadis itu, dia gadis yang malang."


Marvin mengerutkan keningnya, "Maksudmu apa berkata seperti itu?"


"Sampai matipun aku tidak akan menjawab apapun pertanyaan dari kamu, karena aku tau kamu pasti akan membunuhku!"


Marvin menjadi emosi mendengarnya, dia menghajar Markus dengan membabi buta.


Bugh...


Bugh...


Marvin meninju wajahnya, kemudian dia menendang perut Markus beberapa kali.


"Shhhttt... arrrgghh!" Markus hanya bisa meringis.


Marvin membulatkan matanya, dia memang harus bertemu dengan Aline, walaupun dia tidak tau Aline sama jahatnya dengan suaminya ataupun tidak, tetap dia harus tau apa alasan dia menyamar menjadi Miss A. Dia yakin Aline pasti memiliki rahasia yang tidak dia ketahui.


Markus malah tertawa, "Hahaha... mungkin wanita itu sudah mati sekarang, aku sudah menyiksanya sampai sekarat. Sampai kapanpun kamu gak akan bisa menemukan jawaban yang ingin kamu ketahui. Dan satu hal lagi, kamu gak akan bisa melawan Erza Brandon, dia memiliki anak buah yang banyak dan kuat, dan ada orang yang berkuasa mendukungnya."


Marvin tak bisa mengontrol emosinya, dia menghajar Markus kembali, membuat Markus mengerang kesakitan, apalagi Marvin menendang perutnya yang terluka.


Bugh...


Bugh...


"Arrrggghhh!"

__ADS_1


Markus terbatuk-batuk. Mulutnya mengeluarkan darah.


"Ohok... ohok!"


"Mati saja kau bedebah!" Marvin mengumpat dengan penuh emosi.


...****************...


Sore ini Marvin bersama Dewangga sedang ada dalam perjalanan menuju tempat tinggal Aline, mengikuti titik lokasi yang telah berhasil di lacak oleh Dewangga.


Marvin berharap Aline masih hidup, dia yakin Aline memiliki rahasia besar yang tidak dia ketahui, jika mengingat ucapan Markus yang bilang dia telah menyiksa Aline, ada kemungkinan besar kalau Aline tidak terlibat dalam aksi kejahatan suaminya.


Marvin mengaktifkan ponselnya Nadine, dia hanya ingin tau apa selama ponselnya Nadine tidak aktif, Aline mengubungi Nadine atau tidak.


Ponsel Nadine bergetar, ternyata ada pesan dari orang yang dinamai Miss A oleh Nadine.


Marvin segera membaca pesan yang dikirim oleh Aline kemarin.


[Nadine, aku ingin bertemu denganmu, ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu. Kapan kamu ada waktu?]


Marvin mengerutkan keningnya, hatinya bertanya-tanya hal penting apa yang ingin Aline bicarakan pada Nadine.


Miss Aline, bertahanlah. Aku harap kamu masih hidup. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu. _ kata hati Marvin.


"Naikan lagi kecepatan mobilnya!" titah Marvin kepada Dewangga. Marvin ingin segera tiba ke kediaman Aline.


"Oke." Dewangga menaikan kecepatan mobil. Padahal mobil sport yang disetir oleh Dewangga sudah melaju dengan begitu cepat.

__ADS_1


__ADS_2