A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Penembakan


__ADS_3

"Gawat Nona, ada seorang hacker telah meretas data penting perusahaan, bukan hanya itu, dia juga telah membobol semua keuangan Leon Grup." lapor Asisten Dareen kepada Nadine.


Nadine tercengang mendengarnya, uang perusahaan sebesar 450 triliunan dengan hitungan kurang dari setengah jam telah berhasil dicuri oleh seorang hacker, membuat perusahaan Leon Grup diambang kehancuran.


Sonya kebetulan menguping pembicaraan Nadine dan Asisten Dareen, dia sangat shock mendengar. "Apa? Uang perusahaan telah di curi?"


Sonya berjalan mendekati Asisten Dareen, "Kamu pasti bohong kan? Bagaimana mungkin ada orang yang gampang sekali mencuri uang sebanyak itu."


Sonya tidak ingin jatuh miskin, dia tidak ingin apa yang telah dia lakukan selama ini sia-sia. Dia akan gila jika sampai hal itu terjadi.


Nadine mencoba menenangkan ibunya, "Mama harus tenang dulu, papa lagi sakit, jangan..."


Sonya memotong perkataan Nadine, dia membentak Nadine. "Mau tenang bagaimana? Uang perusahaan sudah dicuri lho. Emang kamu mau jatuh miskin?"


Nadine hanya bisa menghela nafas, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran ibunya, Sonya lebih mengkhawatirkan kondisi keuangan perusahaan dibandingkan dengan kondisi suaminya.

__ADS_1


Sonya tiba-tiba teringat dengan Adam Alvarez, pria itu dulu menawarkan bantuan kepadanya dan Tuan Rama jika mereka membutuhkan seorang investor. "Adam Alvarez, iya Adam Alvarez. kita minta bantuan saja pada dia!'


Mata Sonya berbinar-binar ketika menyebutkan nama pria itu. Walaupun Sonya kecewa padanya karena merasa dipermainkan, sampai sekarang Adam belum juga memenuhi janjinya untuk makan malam bersamanya. Mungkin karena pria itu sibuk sekali.


Nadine membulatkan matanya begitu ibunya menyebutkan nama Adam Alvarez, berbagai macam pertanyaan berkecamuk di dalam benaknya.


Mengapa Adam menawarkan bantuan kepada orang tuanya seolah-olah dia tau perusahaan Leon Grup akan mengalami masalah?


Padahal pria itu yang sudah menculiknya, tapi kenapa dia harus berpura-pura bersikap baik kepada orang tuanya?


Apakah Adam yang meretas data dan mencuri semua uang perusahaan?


Apakah tujuan Adam menculiknya untuk mempermainkan hati Nadine, agar dia jatuh cinta kepada pria itu, kemudian membuangnya seperti sampah?


Tapi kenapa pria itu harus memakai nama Marvin, kakaknya yang sudah meninggal?

__ADS_1


Mata Nadine berkaca-kaca, dia harap dugaan dia salah, walaupun dia tau Adam pria yang jahat, namun dia masih berharap pria itu bukanlah orang yang sudah menyerang perusahaan Leon Grup. Dia sama sekali belum bisa menebak apapun tentang pria misterius itu.


"Aku pergi dulu sebentar." pamit Nadine, Nadine tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan siapapun.


Tanpa menunggu persetujuan dari Sonya dan Asisten Dareen, Nadine segera pergi dari rumah sakit. Dia ingin menenangkan hatinya sebentar.


Nadine berjalan di atas trotoar, dia menghirup nafas dalam-dalam, menahan air mata agar tidak tumpah. Dia membenci dirinya sendiri karena tidak bisa melupakan pria itu, seharusnya dia membencinya dan mengatakan pada semua orang bahwa Adam Alvarez adalah pria yang sudah menculiknya.


"Adam, jika ternyata kamu adalah orang yang telah membuat perusahaan papaku bangkrut, dan papa sakit gara-gara kamu. Aku akan sangat membencimu."


Nadine tidak menyadari di sebuah rooftop gedung tinggi yang ada di seberang rumah sakit, ada seorang pria yang sedang mengarahkan pistol kepadanya.


Pria itu mendengarkan sebuah komando lewat panggilan telepon. "Tembak dia. Aku hanya ingin memastikan sesuatu!"


"Baik, Tuan." Sang sniper begitu patuh, dia menekan pelatuk, sehingga peluru melesat dengan begitu cepat ke arah Nadine.

__ADS_1


__ADS_2