A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Siapa Dirimu


__ADS_3

Adam Alvarez, pria misterius yang sudah menculiknya selama satu minggu itu kini telah pergi.


Seharusnya Nadine bahagia, karena dia telah dilepaskan oleh orang yang telah menculiknya dalam keadaan baik-baik saja. Namun ternyata kenyataan ini membuat hatinya terluka.


Nadine merasakan hatinya sangat sakit, setelah dia diperlakukan begitu baik oleh pria itu, dia pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya. Setelah mengurungnya selama satu minggu di sebuah mansion mewah yang dia pun tak tau dimana letak mansion itu, karena mansion Marvin berada di tempat yang jauh dari kerumanan penduduk. Jauh dari jangkauan orang-orang.


Nadine hanya terduduk pasrah di pelabuhan tersebut, kakinya mendadak lemas, dia sama sekali tidak tau kalau pria itu akan pergi meninggalkannya, membuangnya seperti sampah, setelah apa yang pria itu perbuat kepadanya.


"Nona, anda harus pulang. Tuan Rama dan Nyonya Sonya sedang menunggumu di mansion. Mereka sangat mengkhawatirkan anda." ucap Asisten Dareen, begitu dia melihat Nadine yang terduduk pasrah, wanita itu terlihat sedih sekali.


Asisten Dareen menyuruh para bodyguard untuk membawa Nadine ke dalam mobil. "Cepat bawa masuk Nona Nadine ke dalam mobil!"


Nadine pasrah, dia tak berontak, saat para bodyguard menuntunnya, membawanya masuk ke dalam mobil.


Setelah itu mereka pun menumpangi pesawat pribadi agar segera sampai ke ibu kota. Nadine lebih banyak diam, dia tak bereaksi apa-apa. Seharusnya dia senang bisa bebas dari jeratan pria kejam itu, namun malah sebaliknya, dia sangat sedih harus berpisah dengan Marvin.


Begitu sampai di Mansion Leonardo, Tuan Rama dan Sonya menyambut kedatangan Nadine dengan penuh rasa suka cita, akhirnya putri tercinta mereka telah kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Walaupun sebenarnya Sonya hanya berakting, dia lebih berharap Nadine kembali dalam keadaan dia sudah menjadi mayat, jadi dia hanya tinggal menyingkirkan Tuan Rama saja.


Tuan Rama memeluk Nadine, dia menangis, "Akhirnya kamu pulang, sayang. Papa sangat mengkhawatirkanmu. Siapa yang menculikmu? Biar papa bunuh orang itu."


Nadine seharusnya melaporkan Marvin ke polisi, seharusnya dia bilang pada papanya kalau yang menculiknya adalah Adam Alvarez, namun entah mengapa dia tidak tega jika pria itu harus terluka, karena dia sangat tau siapa itu Rama Leonardo, ayahnya sangat menakutkan jika dia marah.

__ADS_1


"A-aku gak melihat wajahnya dengan jelas, Pah." Nadine terpaksa berbohong.


"Kamu yakin gak melihat wajahnya, Nadine? Pria itu mengaku-ngaku dirinya Marvin, apa orang yang menculikmu itu ada kemiripan dengan Marvin?" Sonya sangat penasaran sekali, apakah benar Marvin masih hidup.


Tuan Rama malah membentak Sonya, "Marvin sudah mati, bagaimana mungkin dia bisa hidup kembali!"


Nadine tercengang mendengar perkataan Sonya, mengapa Adam mengaku-ngaku dirinya Marvin, mengapa Adam tau tentang Marvin, padahal dia baru menceritakan tentang Marvin kepada Adam semalam.


Dan kedua pria itu memang sepintas terlihat mirip sekali?


Apakah mungkin Adam itu Marvin?


Tapi rasanya tidak mungkin, bagaimana bisa orang yang sudah mati bisa hidup kembali.


Tidak mungkin seorang kakak meniduri adiknya sendiri.


"Kamu gak mau makan dulu? Mama sudah masak yang banyak untukmu?" Sonya pura-pura perhatian kepada Nadine.


"Aku gak lapar, ma."


Tuan Rama mengusap lembut bahu Nadine, "Ya sudah, lebih baik kamu istirahat. Besok mungkin Damar dan keluarganya akan datang kesini, karena itu kamu harus banyak beristirahat sekarang."


Sekarang Nadine telah kembali, rencana pernikahan Nadine dan Damar harus tetap dilanjutkan.

__ADS_1


Nadine menganggukan kepala, sebenarnya dia malas sekali untuk bertemu kembali dengan Damar, dia berjalan gontai menaiki anak tangga satu persatu, menuju kamarnya di lantai atas.


Sonya merasa ada yang menjanggal melihat Nadine yang terlihat baik-baik saja, bagaimana bisa ada korban penculikan tapi terlihat baik-baik saja saat dia pulang. Seharusnya dia terlihat ketakutan atau trauma.


"Kamu tau siapa yang menghubungi kamu?" tanya Tuan Rama kepada Asisten Dareen.


Asisten Dareen menggelengkan kepala, "Tidak, Tuan. Bahkan saya tidak bisa melacak nomornya, sepertinya mereka bukan orang biasa. Mereka sangat handal."


"Sebenarnya apa alasan dia menculik Nadine?" Sementara putrinya terlihat baik-baik saja. "Apa yang dia incar dariku?" Tuan Rama semakin penasaran kepada pria yang sudah menculik putrinya.


...****************...


Nadine merebahkan dirinya ke atas kasur, dia menutup wajahnya dengan bantal. Bukankah seharusnya dia senang, dia bisa tidur dengan nyaman di kamar yang mewah.


Nadine telah kembali ke kehidupan asalnya, hidup dengan orang tua yang membuatnya tertekan. Tuan Rama yang ingin memiliki putri yang sempurna dan membanggakan. Dan Sonya lah yang memaksa Nadine untuk menjadi seorang putri yang Tuan Rama inginkan.


"Pria jahat!"


"Kau kejam, Adam!"


Tanpa terasa dia menangis terisak, entah apa yang dia harapkan dan dia inginkan sekarang ini, yang pasti hatinya sungguh sakit. Benar-benar sakit.


Nadine menghapus air matanya, kemudian dia membuka laci di nakas, dia mengambil foto Marvin yang masih kecil, dia menjadi penasaran mengapa Adam menculiknya mengatasnamakan Marvin, ada hubungan apa diantara mereka berdua.

__ADS_1


Bahkan dia tidak tau apa alasan pria itu menculiknya.


"Adam, sebenarnya siapa dirimu?"


__ADS_2