A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Sebenarnya Marvin selalu ikut menjaga Nadine saat Nadine masih belum sadarkan diri, namun hari ini dia harus benar-benar pergi ke Australia, karena keadaan gang Athena disana sedang genting.


Tadinya dia ingin berpamitan pada Nadine, tapi dia tidak ingin menganggu moment kebersamaan Nadine, Aline dan Om Theo yang sedang melepaskan rasa rindu mereka sebagai keluarga.


Marvin dan Dewangga sedang dalam perjalanan menuju bandara, namun tiba-tiba Marvin teringat seseorang, karena itu dia mampir sebentar ke Mansion Leonardo, sementara Dewangga menunggunya di dalam mobil.


Marvin masuk ke dalam Mansion, suasana disana begitu sepi, entah pergi kemana para pelayan disana.


Marvin melihat Tuan Rama sedang duduk di ruang kerja, Marvin melihat ada foto-foto dirinya saat masih di elementary school, di atas meja. Karena Asisten Dareen sudah berhasil menemukan foto Marvin kecil saat sekolah di Australia.


Tuan Rama berkaca-kaca menatap Marvin yang masuk ke ruang kerjanya, Marvin ternyata masih hidup, selama ini dia telah dibodohi oleh Sonya, dan dia juga memang ayah yang buruk karena tidak bisa mengenali anaknya sendiri.


Tatapan Marvin masih terlihat sama, dia begitu dingin pada ayahnya, tidak mudah baginya untuk memaafkan pria yang sudah memperlakukan ibunya dengan begitu buruk. Menyiksa, berselingkuh, lalu mengusir dia dan ibunya.


Namun Marvin sadar pria itu adalah ayahnya, jika tidak ada dia, Marvin tidak akan hadir di dunia ini. Dia hanya ingin melakukan satu hal pada ayahnya, untuk pertama dan terakhir kalinya.


Marvin meletakkan sebuah cek di atas meja, "Gunakan uang itu untuk memperbaiki keuangan Leon Grup."


Setelah berkata begitu, Marvin memutuskan untuk pergi.


Namun suara Pak Rama menghentikan langkahnya, "Marvin!"

__ADS_1


Marvin membalikkan badan, dia menatap dingin Tuan Rama.


"Papa senang kamu masih hidup. Papa minta maaf karena papa bukan papa yang baik untukmu. Hidupmu tidak beruntung memiliki papa sepertiku."


Mata Marvin berkaca-kaca mendengarnya, "Dimasa depan jika anda berkeluarga kembali, jadilah ayah dan suami yang baik untuk keluarga anda. Mungkin aku memang tidak seberuntung anak yang lain, tapi terimakasih anda pernah menjadi seorang ayah untukku."


Marvin sedikit membungkukan badannya pertanda hormat, kemudian dia pun pergi dari Mansion Leonardo. Sebuah tempat yang memiliki banyak kenangan Marvin bersama keluarganya, walaupun lebih banyak kenangan pahit yang tercipta di tempat yang megah itu.


...****************...


Sekarang Marvin, Dewangga, dan beberapa anggota Athena yang lain sedang berada di dalam pesawat pribadi milik Marvin, dalam perjalanan menuju Australia. Sepertinya akan terjadi peperangan yang begitu besar disana.


Marvin dan Dewangga belum tau pasti apakah mereka bisa pergi ke Indonesia lagi atau tidak, apakah mereka masih diberikan keberuntungan untuk selamat dalam peperangan itu, atau mungkin takdir mereka sampai disini.


Mungkin Dewangga lebih beruntung karena dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Dami, seandainya dia mati, tidak akan mati penasaran.


...****************...


Marvin tidak tau bahwa hari ini adalah pertemuan terakhir dia dengan Tuan Rama.


Tuan Rama sengaja menyuruh semua pelayan di Mansion pergi, dan melarang Asisten Dareen untuk pergi ke Mansion. Karena dia ingin mengakhiri hidupnya.

__ADS_1


Karena itu dia sengaja menunggu Marvin datang, agar bisa melihat wajah putranya untuk terakhir kali.


"Marvin!"


"Rena!"


Tuan Rama menangis, dia selalu dihantui rasa bersalah kepada istri dan anaknya. Dia sudah tau kalau ternyata Rena meninggal karena dibunuh dan mayatnya dibakar.


Seandainya dulu dia tidak tergoda oleh Sonya, seandainya dulu dia tidak mengusir Marvin dan Bu Rena, mungkin Bu Rena tidak akan mati mengenaskan seperti itu, mungkin Marvin tidak akan hidup menderita. Dialah yang membuat awal penderitaan untuk mereka.


Tuan Rama tidak pantas menjadi seorang ayah, hidup dan hatinya benar-benar hancur, rasanya dia tidak ingin lagi hidup di dunia ini.


Tuan Rama membuka laci di meja kerjanya, kemudian dia membawa sebuah pistol lalu menodongkan pistol itu ke kepalanya sendiri, dia menangis mengingat kebersamaannya bersama Marvin dan Bu Rena sebelum Sonya datang ke kehidupannya.


Tuan Rama sudah yakin dengan keputusannya, dia menekan pelatuk.


Zdoor...


Sebuah peluru telah melesat menembus kepala Tuan Rama, sehingga banyak darah keluar, menetes bercucuran dari kepalanya. Pria itu telah mati didalam penyesalannya, penyesalan yang teramat dalam.


Tuan Rama memutuskan untuk menghukum dirinya sendiri, dia sangat membenci dirinya karena telah gagal menjadi seorang pria, dia gagal menjadi seorang suami, dan dia gagal telah menjadi seorang ayah.

__ADS_1


...****************...


Besok tamat, batas akhir dalam GA kategori top fans sampai jam 10 malam.


__ADS_2