
Tuan Rama sangat penasaran sekali dengan kedua benda yang dikirim oleh pria misterius itu.
Kemudian Tuan Rama duduk di kursi sofa, dengan ragu-ragu dia menyalakan voice recorder yang berada di genggamannya.
Tuan Rama tercengang saat mendengar suara Sonya di voice recorder tersebut.
"Aku tidak sudi punya anak seperti dia. Aku mandul bagaimana bisa aku hamil haha..."
Rasanya dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar, bagaimana mungkin Sonya mandul, kalau dia mandul, lalu Nadine anak siapa?
Tuan Rama memutar kembali voice recorder itu secara berulang-ulang.
"Aku tidak sudi punya anak seperti dia. Aku mandul bagaimana bisa aku hamil haha..."
"Aku tidak sudi punya anak seperti dia. Aku mandul bagaimana bisa aku hamil haha..."
"Aku tidak sudi punya anak seperti dia. Aku mandul bagaimana bisa aku hamil haha..."
Semakin sering didengarkan, Tuan Rama semakin yakin suara itu benar-benar mirip dengan suara Sonya.
Tangan Tuan gemeteran, dia memegang dadanya yang terasa sesak, dia harap rekaman ini palsu, tidak mungkin Sonya membohonginya selama ini.
Tuan Rama menatap satu keping kaset DVD yang dia simpan diatas meja, dia menghela nafas panjang, dengan perasaan yang tak menentu Tuan Rama memutar kaset DVD itu.
Mata Tuan Rama membulat, nafasnya sungguh tak beraturan begitu melihat Sonya sedang bercinta dengan beberapa pria di kamar hotel, terlihat Sonya sangat menikmatinya. Mungkin karena Sonya sedang mabuk berat, Sonya tidak ingat saat dirinya berpacu kuda di atas salah satu gigolo yang dibayar oleh Marvin.
Emosi Taun Rama meledak, dia sangat tidak terima dengan semua ini, bagaimana mungkin Sonya tega sekali mengkhianatinya.
Hari ini kebetulan Sonya pulang, dia berjalan agak ngangkang karena merasakan sakit di daerah intinya.
Sonya mencari keberadaan suaminya, namun betapa terkejutnya dia saat melihat apa yang sedang ditonton oleh Tuan Rama.
__ADS_1
Tuan Rama sedang menonton dirinya yah sedang bercinta dengan kedelapan gigolo itu.
Tuan Rama tak dapat menahan emosinya, dia melemparkan vas bunga ke televisi disana.
Prang...
Sehingga layar televisi itu retak
"Brengsek!" Taun Rama mengumpat. Dia menyadari dengan kehadiran Sonya yang sedang berdiri tak jauh dari belakangnya.
Sonya menjadi gelagapan di tatap tajam oleh Tuan Rama, "Bisa aku jelaskan, Mas. Aku..."
Tuan Rama memotong pembicaraan Sonya, dia berjalan mendekati Sonya. "Jadi semalam kamu tidak pulang bukan karena ada acara dengan teman-teman arisanmu. Ternyata kamu berselingkuh, kamu bercinta memuaskan hasrat kamu dengan banyak pria. Sialan kamu Sonya."
Plakk...
Tuan Rama dengan keras menampar wajah Sonya.
"Kenapa kamu menampar aku, Mas?" protes Sonya. Untuk pertama kalinya Tuan Rama berlaku kasar padanya.
Tuan Rama malah mengguncang tubuh Sonya, "Katakan padaku, apakah benar Nadine bukan anakku? Jadi selama ini kamu mandul?"
Sonya tercengang, matanya membulat, dia sama sekali tidak percaya, bagaimana bisa Tuan Rama mengetahui semua itu?
Sonya yakin pasti ini semua perbuatan Adam Alvarez, pasti dia juga yang mengirim video dia yang sedang digilir oleh 8 orang pria.
"Ng-nggak Mas, ini semua gak benar. Nadine anak kita, bagaimana mungkin aku bohong sama kamu."
"Kamu pikir aku bisa percaya padamu setelah apa yang aku lihat dan apa yang aku dengar tentang kebejatan kamu itu!"
"Aku dijebak, Mas. Adam Alvarez, dia itu adalah pria yang sangat jahat, dia telah menjebakku. Tolong percaya sama aku, Mas."
__ADS_1
Tuan Rama mengerutkan keningnya, untuk apa Adam Alvarez menjebak istrinya? Namun jika dia melihat bagaimana cara menatap Adam kepadanya, dia melihat ada sebuah kebenciannya yang begitu mendalam kepadanya.
Siapa sebenarnya Adam Alvarez?
Tuan Rama dan Sonya melihat Asisten Dareen masuk ke dalam mansion, karena Tuan Rama yang menyuruh dia untuk datang ke sana.
"Selamat pagi Tuan, mengapa Anda memanggil saya?"
"Tolong lakukan tes DNA, antara aku dengan Nadine.'
Sonya terkejut mendengarnya.
Begitu juga Asisten Dareen, namun dia tidak bisa banyak bertanya kepada tuannya itu.
"Kamu gak percaya padaku, Mas?" Sonya sangat ketakutan sekali.
Tuan Rama tak menjawab pertanyaan dari Sonya, dia berjalan ke lantai atas menuju kamar Nadine, diikuti oleh Asisten Dareen. Sonya juga ikut kesana.
Begitu tiba di kamar Nadine, Tuan Rama mencari sesuatu disana, sehingga dia berhasil menemukan sebuah sisir, dia tersenyum kecut saat melihat ada satu helai rambut di sela-sela sisir tersebut.
Tuan Rama memberikan sisir tersebut kepada Asisten Dareen. "Tolong lakukan dengan benar dan secepat mungkin. Aku ingin tau apakah Nadine Leonardo putriku atau bukan."
"Baik, Tuan." Asisten Dareen mengamankan hal yang bisa dijadikan untuk tes DNA itu. Dia memasukan satu helai rambut milik Nadine ke dalam plastik berwarna putih.
Sonya sangat panik, dia tidak boleh membiarkan tes DNA itu terjadi. "Mas, kenapa kamu gak percaya sama aku? Nadine anak kita, aku..."
Plakk...
Tuan Rama menampar wajah Sonya kembali, "Diam kamu wanita j@l@ng! Aku akan membunuh kamu jika ternyata terbukti kalau Nadine bukanlah anakku."
Mata Tuan Rama berkaca-kaca, hidupnya akan benar-benar hancur jika ternyata Nadine Leonardo bukanlah anaknya. Padahal demi Nadine dan Sonya, dia tega mengusir istri pertamanya dan seorang putra yang sudah jelas darah dagingnya. Hingga mereka mati dalam penderitaan.
__ADS_1
"Dareen, tolong kamu selidik juga segala hal tentang Adam Alvarez!"