
Suara dering telepon telah membangunkan Marvin, Marvin terkejut saat menyadari Nadine tidak berada disampingnya.
"Kemana dia?"
Dengan cepat Marvin memakai pakaiannya, dia mencoba mencari Nadine ke kamar mandi, tapi dia tidak menemukan Nadine berada disana.
Marvin menjadi panik, apa mungkin Nadine pergi meninggalkan saat dia masih tertidur?
Marvin bergegas mengambil kunci mobil, dia harus segera mencari Nadine, dia tidak boleh membiarkan Nadine pergi dari hidupnya.
Sambil menyetir mobil, Marvin menelpon balik Om Theo, dia menggunakan headsetnya.
"Ada apa Om menelponku?" Marvin harus menelpon balik Om Theo, dia yakin pasti Om Theo memiliki berita penting makanya menelpon dirinya.
"Adam, Aline sudah siuman."
Marvin sangat bernafas lega mendengarnya, "Syukurlah kalau Miss Aline sudah siuman." Namun hatinya tetap tidak tenang, karena dia sedang mencari Nadine.
"Tapi Adam, Om hari ini mendapatkan sebuah kejutan besar dari Aline. Maafkan Om telah berbohong, Aline adalah mantan kekasih Om."
Marvin mengerutkan keningnya, dia belum menanggapi perkataan Om Theo. Dia lebih memilih untuk mendengarkan lanjutan dari perkataan Om Theo.
"Om baru tau sekarang, ternyata Nadine adalah anak kami, anak Om dan Aline."
Marvin tercengang, rasanya dia tidak mempercayai dengan apa yang telah dia dengar, mengapa dunia ini bisa begitu sempit.
"Om akan segera pulang ke Indonesia, karena itu Om minta tolong sama kamu untuk menjaga Nadine. Terimakasih kamu sudah melindungi putri Om."
Marvin mencoba untuk fokus menyetir mobilnya, matanya berkaca-kaca, ternyata Nadine adalah anak dari Om angkatnya. Selama ini dia telah salah membenci seseorang, walaupun rasa benci pada Nadine telah berubah menjadi cinta.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara dengan Om Theo, Marvin menutup panggilan telepon.
Marvin tak sengaja melihat sebuah kerumunan di jalan raya, sepertinya telah terjadi kecelakaan, dia terperanjat saat melihat mobil Nadine yang bentuknya sudah tak karuan.
Marvin segera menghentikan mobilnya, dia keluar dari mobil, berlari ke arah kerumunan tersebut. Marvin sangat panik, hatinya begitu tidak tenang, dia harus memastikan bagaimana keadaan Nadine.
Marvin menyerobot melewati kerumunan, namun dia terkejut saat tidak melihat Nadine berada di dalam mobilnya.
Nadine berada dimana?
Apakah dia sudah di bawa ke rumah sakit?
Marvin segera bertanya kepada seorang polisi lalu lintas yang berada disana, "Apa pemilik mobil ini sudah dibawa ke rumah sakit? Dia dibawa ke rumah sakit mana?"
"Maaf Pak, kami tidak menemukan ada orang di dalam mobil itu."
Marvin mengepalkan tangannya, nafasnya tak beraturan, sangat mengkhawatirkan kondisi wanita itu.
Nadine, kamu berada dimana?
Drrrtt... Drrrtt....
Ponsel Marvin bergetar, dia mendapatkan panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
Marvin segera menjauhkan jaraknya dari kerumunan. Dia mengangkat panggilan telepon itu. Terdengar suara cekikikan diseberang sana.
"Hahaha... bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga untukmu? Pasti sakit kan?"
Marvin langsung mengumpat. "Brengsek! Siapa kau? Cepat kembalkan Nadine kepadaku, bajingan!"
__ADS_1
"Karena kamu sudah berani mengusik The Bloods, aku akan memberikan pelajaran padamu. Aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu dengan kekasihmu itu. Atau mungkin nanti aku akan mengirim potongan tubuhnya satu persatu haha..."
Marvin sangat panik mendengarnya, dia bisa menebak, yang menelponnya adalah Erza. "Brengsek, aku akan membunuh kamu jika kamu berani melakukannya!"
"The Bloods sudah berpindah Markas, kamu akan kesulitan untuk menemukan kami. The Bloods bukanlah lawan yang mudah untukmu, dan kamu tidak akan mudah melacak keberadaan kami, rasakan penderitaan kamu, Marvin Leonardo. Untuk kedua kalinya kamu kehilangan orang yang paling berharga untukmu haha..."
Klik!
"Brengsek! Erza keparat, jika kamu berani menyakitinya, aku pasti akan membunuhmu!"
Marvin mencoba menelepon kembali Erza, namun ponselnya tidak aktif, membuat Marvin semakin panik dan gelisah.
Marvin mencoba melacak keberadaan Erza, sayangnya terus saja invalid, sepertinya Erza sekarang memiliki seorang hacker yang handal, siapa lagi kalau bukan Darko, dia adalah seorang jagal yang serba bisa.
...****************...
Siapa tau ada yang butuh rekomendasi bacaan yang aman untuk yang lagi puasa. Baca saja novel pendek karya saya hanya 30 bab. Lumayan bisa buat tegang, sedih, dan romantisnya ada.
...TERJEBAK DI PULAU ZOMBIE...
Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.
Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.
Bukannya mendapatkan pertolongan disana tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.
Akankah ada yang selamat?
__ADS_1