A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Ending


__ADS_3

Sudah satu bulan Marvin pergi, namun tak sekalipun Marvin memberikan kabar pada Nadine. Padahal Nadine tahu dari Om Theo kalau Marvin telah berhasil memenangkan dalam peperangan antarmafia di Australia.


Sampai Nadine merasa apakah mungkin dia tidak penting untuknya? Apakah mungkin hanya dia yang jatuh cinta pada pria itu. Memiliki perasaan pada pria seperti itu rasanya sangat menyiksa.


Sore ini Nadine sedang berada di tepi pantai, dia liburan ditemani oleh Dami sebagai bodyguardnya.


"Inilah alasan aku tidak ingin jatuh cinta kepada seorang mafia, karena sekarang dia telah tega menyiksa hatiku." curhat Nadine kepada Dami.


Dami hanya tersenyum, karena menurutnya tidak, hampir setiap hari dia berkomunikasi dengan Dewangga. "Mungkin Tuan Marvin sedang sibuk, Nona."


Ya sekarang semua orangnya memanggilnya Marvin, Marvin memilih untuk memakai nama semasa kecilnya, sebuah nama hadiah dari orangtuanya yang sudah meninggal.


Sesibuk apakah sampai tidak bisa meluangkan waktu satu menit saja untuk memberikan kabar padanya atau menanyakan bagaimana kabarnya?


Nadine melihat jam di tangannya, ternyata sudah jam 3 sore, dia harus segera pulang. "Sudah sore, lebih baik kita pulang."


Dami menganggukan kepala, "Baik, nona."


Namun, langkah mereka terhenti begitu melihat ada tiga pria berbadan besar dan gagah menghalangi mereka. Tanpa basa basi mereka segera menarik Nadine, sepertinya mereka akan menculik Nadine.


"Eh, kalian siapa? Lepaskan aku!" Nadine mencoba berontak.


Dengan sigap Dami membawa pistol di holster pinggangnya, dia mengarahkan pistol ke arah mereka. Namun tiba-tiba ada seorang pria menarik tangannya. Dami ingin melawan, tapi dia menghentikan aksinya saat melihat siapa yang menarik tangannya.


"Apa kau tidak merindukan aku?" ternyata pria yang menarik tangan Dami adalah Dewangga.


"Tapi Nona Nadine..."


Dewangga memotong perkataan Dami, "Biarkan saja dia diculik oleh mereka. Aku juga ingin menculikmu!" Dia membawa Dami ke dalam mobil.


Dami rasa mungkin orang yang menculik Nadine adalah suruhan Marvin. Marvin memang tidak bisa bersikap romantis.


"Kita kamu kemana?" tanya Dami.


"Aku meminta cuti selama satu bulan untuk kita, jadi kita bisa gunakan waktu selama satu bulan itu untuk menghabiskan waktu bersama denganmu, bahkan jika kamu bersedia, aku akan menikahimu."


Dami terperangah mendengarnya, namun dia pasrah saja dibawa pergi oleh Dewangga.


...****************...


Ternyata Nadine diculik ke sebuah kapal pesiar yang begitu besar, bukan hanya diculik, dia juga didandani secara paksa oleh beberapa tim penata rias, dan Nadine dipakaikan gaun pengantin, membuat Nadine tercengang begitu melihat dirinya di pantulan cermin.


Penculikan macam apa ini? Apakah mungkin Marvin yang melakukannya?


"Anda sangat cantik sekali, nona." puji salah satu tim penata rias.


Nadine hanya menghela nafas, "Dimana tuan, kalian?"


"Aku disini!" ternyata Marvin yang menjawab pertanyaan dari Nadine, dia masuk ke ruang khusus penata rias tersebut.


Semua tim penata rias segera pergi, mereka memberikan ruang Nadine dan Marvin untuk berbicara berdua.


"Apa maksudnya kamu menculik aku dan mengganti pakaianku seperti ini?" tanya Nadine dengan nada jutek.


"Kita akan menikah." jawab Marvin dengan santai.


Nadine membulatkan matanya, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Marvin memaksa Nadine untuk menikah dengannya, padahal jadian juga belum, saling mengungkapkan perasaan juga belum.


"Me-menikah?" Nadine menggelengkan kepalanya, "Aku gak mau, aku gak mau kalau harus ditinggal seenaknya lagi oleh kamu, kamu pikir aku apaan?" Nadine mengatakannya dengan sedikit emosi.


Marvin menghadapi Nadine dengan tenang, karena memang wajar sekali jika Nadine marah padanya. "Aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Selama satu bulan ini aku sibuk untuk mempersiapkan pernikahan kita, dan aku akan membangun Alpa Group disini, agar aku bisa tinggal disini, bersama kamu."


Nadine mematung, apakah yang dia dengar itu nyata? Marvin memutuskan untuk tinggal disini, demi dirinya.


Marvin berjalan mendekati Nadine, dia memegang wajah Nadine, menatap kedua bola matanya, "Aku mencintaimu, Nadine. Sangat mencintaimu."


Mata Nadine berkaca-kaca, akhirnya kata cinta terucap begitu nyata dari mulut pria itu.


Setelah berkata begitu, Marvin menyentuh bibir Nadine dengan jemarinya, "Aku ingin menciummu, tapi aku harus menahannya, karena aku akan melampiaskan rasa rinduku setelah kita sah menjadi suami istri nanti."


Marvin segera menarik tangan Nadine, menggenggam tangannya. "Om Theo, Tante Aline, dan penghulu sudah ada disini, karena itu ayo kita segera menikah."


"Papa dan mama sudah ada disini?"


"Ya, mereka bekerjasama denganku untuk memberikan kejutan buat kamu."

__ADS_1


Marvin membawa Nadine ke sebuah ruangan yang begitu megah di kapal pesiar itu, ternyata disana sudah ada banyak tamu undangan. Marvin hanya mengundang rekan bisnis dari berbagai negara.


Nadine tersenyum menatap kedua orang tuanya yang sudah hadir duluan disana.


"Kamu cantik sekali, sayang." Aline memuji penampilan putrinya.


Walaupun cara Marvin untuk menikahi Nadine begitu ekstrim, harus ada skenario penculikan dulu, tapi Nadine merasa Marvin memiliki sisi romantis, apalagi melihat tempat pernikahan mereka dihiasa begitu mewah dan menakjubkan, terlebih berada di kapal pesiar.


Setelah mengucapkan kata janji setia akhirnya telah mengikat mereka dalam sebuah ikatan pernikahan, dan mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.


...****************...


Malam ini Nadine dan Marvin melepaskan segala kerinduan yang mereka punya, menghabiskan malam bersama mereka dengan penuh cinta.


Marvin memeluk Nadine, saat itu mereka tidak memakai satu helai kain apapun, karena setelah ini mereka akan melanjutkan malam panas mereka kembali, setelah menghabiskan beberapa ronde.


Marvin mencium bibir wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya, kemudian dia memegang wajah Nadine, "Aku mencintaimu."


Malam ini untuk kesian kalinya Nadine dihujani kata cinta dari Marvin, membuat hatinya berbunga-bunga. Dan yang paling membuat dia bahagia, karena malam ini dia telah resmi menjadi istrinya Marvin Leonardo.


Lalu bagaimana kabar Leon Group?


Leon Grup dipercayakan kepada Asisten Dareen untuk mengelola perusahaan, walaupun pemilik perusahaannya tetap atas nama Marvin. Namun, penghasilan dari sana Marvin persembahkan untuk anak-anak yang ada di panti asuhan, Marvin mendirikan sebuah panti asuhan bernama Panti Asuhan Leonardo.


...Tamat...


...****************...


Pemenang GA


1. Top Fans


1) Pemenang ke 1 - 100k


Pemenang ke 2 - 50k


Pemenang ke 3 - 50k




3) Pulsa 10k



2. Komentar Terbaik



50k





25k





20k





__ADS_1


10k




































Bagi yang terpilih silahkan lempar no rek atau no hpnya, buat yang belum terpilih semoga di next novel 🙏


Terimakasih atas dukungannya untuk semuanya, terimkasih masih setia membaca novel-novel remahan saya. Semoga kita berjumpa lagi di next novel, jangan lupa mampir ke novel baru saya.


__ADS_1


__ADS_2