A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Akan Melepaskannya


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Marvin kepada Dokter Aldi yang baru saja selesai memeriksa kondisi Aline.


"Kondisi Bu Aline sudah mulai ada perkembangan, kemungkinan dia bisa siuman dalam waktu kurang lebih sekitar satu atau dua mingguan lagi." jawab Dokter Aldi, padahal sebelumnya Dokter Aldi sangat pesimis saat memeriksa kondisi Aline, karena dia terluka begitu parah.


Dan ini adalah sebuah keajaiban, Aline tiba-tiba bisa merespon suara orang yang mengajaknya bicara.


Marvin dan Nadine merasa lega mendengarnya, sampai mata Nadine berkaca-kaca, berharap bisa bertemu kembali dengan Aline saat wanita itu sudah benar-benar pulih.


Nadine duduk di kursi yang ada disamping Aline, dia ingin mengajak Aline bicara kembali. "Miss Aline, aku harap kita bisa bertemu lagi setelah kamu siuman nanti. Kamu harus jaga dirimu baik-baik."


Marvin tertegun mendengarnya, karna dia rasa mungkin Nadine tidak akan bisa bertemu dengan Aline kembali. Biar dia sendiri mencari jawaban dari rasa penasarannya ada rahasia apa antara Aline dan Nadine, setelah Aline siuman.


(Tidak mungkinlah kalau Marvin langsung menebak ada ikatan darah diantara mereka, karena Markus, suaminya Aline, dia malah mentertawakan nasib kemalangan Nadine, waktu Marvin menghajar Markus.)


Drrrtt... Drrrtt...

__ADS_1


Ponsel Marvin bergetar, dia segera memeriksa ponselnya, rupanya ada pesan dari Dewangga.


[Tuan Theo sudah ada di Markas, apa kamu sudah membawa Nadine pergi?]


Pesan itu mmbuat Marvin terkejut, ternyata kedatangan Om Theo lebih cepat dari dugaannya, Om Theo tidak boleh bertemu dengan Nadine, dia sangat tau siapa Om Theo, Om Theo lebih kejam darinya.


Marvin menarik tangan Nadine, "Ayo cepat kita harus pergi."


Nadine tidak mengerti mengapa Marvin terlihat panik seperti itu. "Tapi kenapa buru-buru sekali, memangnya kita mau kemana?"


Bukan kita, tapi kamu yang akan pergi._ kata hati Marvin, dia memilih untuk melepaskan Nadine pergi, mungkin itu jalan satu-satunya untuk melindungi Nadine dari Om Theo, dan juga Marvin tidak bisa tinggal lagi bersama Nadine. Dia tidak ingin jatuh cinta kepada wanita itu.


Setelah berkata begitu, Marvin menarik tangan Nadine, dia harus segera membawa Nadine pergi, kebetulan helikopter masih standby menunggu mereka di rooftop rumah sakit.


"Adam, sebenarnya ada masalah apa? Dan kamu mau membawa aku kemana?" tanya Nadine, begitu dia dan Marvin sudah berada di dalam helikopter.

__ADS_1


Perlahan pilot menaikan tingginya helikopter dan mulai pergi, meninggalkan rooftop rumah sakit.


"Adam!" Nadine sangat kesal karena Marvin tidak menjawab pertanyaannya dari tadi.


Marvin menghela nafas sebentar, Nadine tidak akan berhenti bicara jika Marvin tidak menjawab pertanyaannya. "Kita akan liburan."


Nadine mengerutkan keningnya, "Li-liburan?" rasanya tidak percaya, tiba-tiba saja Marvin mengajaknya liburan.


"Wah baru kali ini ada seorang penculik berbaik hati mengajaknya korbannya liburan." Nadine jadi penasaran liburan macam apa antara si penculik dan korbannya, sementara dia pasti tidak boleh melarikan diri.


Marvin tak menanggapi perkataan Nadine, mungkin disanalah pertemuan terakhir mereka. Setelah itu dia akan kembali pada Marvin yang dulu, yang tidak tertarik pada wanita. Dia ingin fokus pada rencana balas dendamnya, tanpa melibatkan Nadine.


Marvin memperhatikan Nadine yang sedang tersenyum memandangi pemandangan di bawah sana, mungkin dia tidak akan melihat lagi senyuman indah itu.


Marvin harap Nadine bisa bertemu dengan pria yang baik, menikah, dan hidup bahagia dengan pria itu. Itulah harapannya sebagai seorang kakak.

__ADS_1


Marvin ingin memiliki waktu satu hari untuk bisa memandangi wajah Nadine lebih lama lagi. Setelah itu dia akan menjadi orang asing untuk Nadine, melupakan semua kenangan mereka selama mereka tinggal bersama, menganggap semuanya hanyalah sebuah mimpi.


Mungkin Nadine suatu saat nanti akan membencinya, karena Marvin akan menghancurkan perusahaan Leon Grup, sebentar lagi.


__ADS_2