A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )
Kejutan Di Pagi Hari


__ADS_3

Pagi ini Sonya merasakan ada pria yang sedang mengguncang tubuhnya, sulit sekali dia untuk membuka matanya, namun dia tersenyum puas karena akhirnya dia bisa bercinta dengan sang pujaan hati.


Sonya mere-mas kepala pria yang sedang menghisap buah dadanya.


Sonya tersenyum lebar, dia merasa hari ini adalah hari yang paling bahagia untuknya.


"Ahhh... terus sayang." Sonya mende-sah, dia merasakan miliknya begitu perih sepertinya Adam memompa tubuhnya dari semalam.


Mungkin Adam begitu tergila-gila dengan tubuhnya, tak mengapa walaupun dia merasakan tubuhnya remuk. Yang penting akhirnya dia bisa bercinta dengan seorang Adam Alvarez.


Sonya merasakan pria itu mencium bibirnya, dia terkejut begitu merasakan pria yang berciuman dengannya memiliki kumis yang sangat tebal, padahal seingat dia Adam hanya memiliki kumis yang sangat tipis.


Sonya segera membuka matanya lebar-lebar, dia terkejut saat melihat pria diatasnya adalah seorang pria yang mungkin sekitar empat puluh tahunan.


"Arrrgghh!"


Sonya menjerit, dia mendorong pria berkulit hitam itu.


Sonya terbelalak saat menyadari ada 8 orang pria di kamar hotel itu. Semuanya dalam keadaan tela-njang.


"Kalian siapa?" Sonya sangat kaget ternyata dia telah menjadi korban pemerkosaan oleh 8 pria itu.


"Kami hanyalah gigolo yang dibayar untuk memuaskanmu, tante. Sebenarnya saya juga malas bercinta dengan tante-tante." jawab salah satu seorang gigolo yang sudah dibayar oleh Marvin.


Marvin hanya ingin memberikan pelajaran pada Sonya yang sudah berani menggoda dirinya. Bahkan wanita itu sepertinya sering bermain dengan pria lain dibelakang ayahnya.


Sonya sangat murka sekali, karena tubuhnya telah digilir oleh para gigolo kelas rendahan.


Sonya menutupi tubuhnya dengan selimut, "Cepat kalian semua pergi dari sini!" Sonya mengusir mereka dengan nada membentak.

__ADS_1


Para gigolo itu segera memakai pakaian mereka, yang penting mereka sudah dibayar oleh Marvin.


Begitu para gigolo itu pergi, Sonya berteriak seperti orang gila, dia sangat marah sekali kepada Marvin. "Awas kau Adam Alvarez!"


"Berani sekali kamu merendahkan aku!"


Sonya teringat dengan kejadian semalam, dia telah membocorkan rahasianya tentang Nadine bahwa Nadine bukanlah anak kandungnya.


"Ah sial, tidak boleh ada satu orangpun yang tau kalau Nadine bukanlah anakku."


Sonya segera memakai pakaiannya, dia mencoba untuk menelpon Erza. Dia ingin Erza membunuh Marvin. Pria itu tega sekali mempermainkannya, setelah membuatnya melayang tinggi, lalu menghempaskannya ke dasar jurang.


"Jadi Adam Alvarez menawarkan diri menjadi investor di Leon Grup?" tanya Erza, begitu dia mendengarkan penjelasan dari Sonya tentang Adam Alvarez.


"Iya. Dia pria jahat, aku ingin kamu membunuhnya."


Setelah bertelepon dengan Sonya, Erza merasa ada kejanggalan tentang Adam Alvarez, dia melihat foto-foto pria itu disebuah internet.


Erza mencoba mengedit foto Adam dengan memakaikan masker ke wajahnya. Kemudian dia tersenyum sinis, "Akhirnya aku menemukanmu, Marvin."


...****************...


Sonya memang meminta izin pada Tuan Rama, bahwa dia malam ini ada acara dengan ibu-ibu arisan, makanya Sonya tidak pulang semalam.


Sementara Nadine, dia tidak memberikan kabar sama sekali dia sedang berada di mana semalaman, membuat Tuan Rama mengkhawatirkannya, dia sudah beberapa kali mencoba menelpon Nadine, sayangnya ponselnya tidak aktif.


Tuan Rama tidak mengerti mengapa kemarin Nadine bertanya-tanya soal Marvin, sampai bertanya apa Marvin memiliki tanda lahir atau tidak. Marvin memang memiliki tanda lahir berukuran kecil dibelakang lehernya.


Hari ini Tuan Rama mendapatkan kunjungan dari calon besannya, karena Tuan Rama ingin meminta bantuan padanya, dia tidak ingin Adam Alvarez menjadi CEO di Leon Grup. Lebih baik dia meminta bantuan pada Tuan Dafa saja.

__ADS_1


"Masalah itu gampang sekali, tapi saya ingin segera menikahkan Damar dengan Nadine." Tuan Dafa sebenarnya tau Nadine bukan anak kandung Sonya dan Tuan Rama, tapi bagi dia yang penting anaknya bahagia.


Tuan Rama terdiam sejenak, dia sadar betul selama ini telah memaksakan kehendaknya pada Nadine. Dia tidak bisa menikahkan Nadine dengan Damar, dia tidak ingin putri kesayangannya hidup menderita.


"Maafkan saya Tuan Dafa, tapi untuk masalah itu saya rasa saya tidak bisa memaksakan kehendak saya untuk memaksa Nadine menikah dengan pria yang tidak dia cintai."


"Jadi anda membatalkan rencana perjodohan anak kita?" Tuan Dafa sangat kecewa sekali.


"Maafkan saya." Tuan Rama sedikit menundukan kepala.


"Anda membuat saya kecewa, Tuan Rama. Kalau begitu saya tidak akan membantu perusahaan anda."


Tuan Dafa segera pergi dari sana, dia terlihat marah sekali.


Drrrtt... Drrrtt ...


Ponsel Tuan Dafa bergetar, ternyata ada pesan dari Erza.


[Ada berita penting, Tuan. Ternyata Marvin adalah Adam Alvarez, pengusaha muda dari Australia itu.]


Tuan Dafa tersenyum smrik. Dia ingin Adam Alvarez menunjukkan taringnya. Dia sudah tau siapa kelemahan pria itu.


Tuan Dafa membalas pesan dari Erza, dia ingin Erza menyuruh Darko sang jagal untuk berbuat sesuatu kepada Nadine.


Anggap saja hukuman untuk Nadine karena wanita itu menolak menikah dengan putranya. Sangat merendahkan harga dirinya.


Sementara itu di Amerika, kondisi Aline sudah mulai membaik, akhirnya hari ini wanita itu bisa sadarkan diri. Orang yang pertama kali dia ingat adalah Nadine, putri kandungnya.


"Na-Na-Nadhine." Dengan sekuat tenaga dia menyebutkan nama Nadine.

__ADS_1


__ADS_2