
" Aya .. Raka.. " panggil Bu Kiran saat tak sengaja melihat pintu kamar Aya yang terbuka sedangkan waktu masih menunjukan pukul tiga pagi.
Raka yang tersadar dari tidurnya saat mendengar suara sang ibu langsung bangun dari duduknya tapi bukannya menghampiri bu kiran, Raka malah mengecek suhu tubuh Aya yang Alhamdulillah sudah turun.
Bu Kiran yang melihat Raka memegang kening Aya menghampiri Raka dan Aya, bahkan Bu Kiran mengecek kening Aya seperti yang di lakukan Raka.
" ka kenapa kamu tidur di sini? " tanya Bu Kiran yang memang akhir akhir ini curiga dengan kedekatan Raka dan Aya ditambah apa yang di lihatnya pagi ini membuat dirinya yakin jika Raka memiliki perasaan terhadap Aya.
" Bu kita bicara di kamar Raka ya " ucap Raka sambil menarik tangan Bu Kiran berharap Aya tidak terganggu dengan suaranya dan Bu Kiran.
Bu Kiran pun mengikuti Raka menuju kamar anak sulungnya. bahkan Raka menuntun sang ibu untuk duduk di pinggir tempat tidur sedangkan Raka memilih duduk di bawah dengan kepala yang di sandarkan di paha bi Kiran.
Bu Kiran pun membelai sayang kepala putranya yang terkadang pemikiran dan sikapnya jauh lebih dewasa dari umurnya.
" ka kenapa kamu ada di kamar Aya ?" ucap Bu Kiran membuka suara.
" Aya semalam panas tinggi Bu bahkan tubuhnya sampai menggigil, Raka hanya menjaga dan merawat Aya itu saja " ucap Raka sungguh sungguh dan Bu Kiran bisa melihat jika apa yang Raka ucapkan itu jujur.
" tapi ka, apapun itu tidak baik kamu dan Aya berada dalam satu kamar bersama apa lagi kalian tidak satu mahram " ucap Bu Kiran mengingatkan.
" jangan bilang jika apa yang ibu kira akhir akhir ini itu benar, jika kamu memiliki perasaan lain pada adik kamu sendiri " ucap Bu Kiran yang menatap curiga pada anak sulungnya.
" Bu memang apa salahnya jika Raka mencintai Aya ?" ucap Raka lantang meski dengan suara pelan karena tidak ingin membangunkan yang lain.
" dia adik kamu Raka " ucap Bu Kiran di iringi air mata yang tiba tiba saja mengalir di matanya.
" tapi Bu, Aya itu adik tiri Raka dan dalam agama kita juga di bolehkan menikah dengan adik tiri " ucap Raka menengadahkan wajahnya menatap ibunya
" Bu.. apa salah jika Raka mencintai Aya " ucap Raka sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi ibunya.
__ADS_1
" tapi jalan yang kamu ambil tidak akan mudah nak " ucap Bu Kiran sambil membelai kepala putranya
" dan apa Aya juga memiliki rasa yang sama dengan kamu ?" tanya Bu Kiran belum juga Raka menjawab pintu kamar Raka di buka dan Aya ikut bersimpuh di bawah sama seperti yang Raka lakukan.
" yang.. kamu kenapa kesini ? kamu baru saja sehat, duduk di atas sama ibu " ucap Raka yang reflek memanggil Aya sayang di depan ibunya.
" tapi Kak " sela Aya yang langsung mendapat gelengan dari Raka yang membuat Aya menundukkan wajahnya.
" ka izinkan Aya juga berjuang untuk bisa meyakinkan ibu dan mendapatkan restu dari ibu " ucap Aya penuh keyakinan
Kiran yang melihat interaksi antara Raka dan Aya kini mengerti jika bukan hanya Raka yang mencintai Aya, Aya juga sama mencintai Raka.
" sejak kapan kalian seperti ini " ucap Bu Kiran sambil menuntun Aya untuk duduk di sampingnya dan merebahkan kepala Aya di pahanya.
" Sesaat sebelum kita semua berangkat untuk liburan ke Anyer waktu itu " ucap Raka yang masih berada di bawah dengan kepala menyandar di paha Kiran yang satunya.
" tapi ini tidak boleh terjadi " Bu Kiran menghela nafasnya agar bisa lebih tenang.
" yang.. kamu di sini ?" ya bayangan yang mendengar ke kamar Raka adalah ayah haki, dimana saat ayah haki bangun tidak menemukan istri tercinta nya bahkan setelah di tunggu setengah jam kirannya tidak juga kembali.
Haki yang heran kenapa Kiran berada di kamar Raka di tambah ada Aya di sana menatap curiga pada ketiganya.
Kiran yang tidak ingin haki semakin curiga memilih bangun di ikuti kedua anaknya, kiran berjalan menghampiri suaminya dan mulai menggandeng tangan haki meninggalkan kamar Raka di ikuti Aya dari belakang.
" Aya semalam badannya panas jadi ibu sama Raka ngerawat Aya, Alhamdulillah sekarang Aya sudah sehat iya kan sayang " ucap Bu Kiran meyakinkan haki suaminya yang langsung di sambut oleh Aya.
" iya yah " ucap Aya mendukung alasan sang ibu.
" terus kenapa kalian di kamar Raka ?" tanya haki yang masih belum puas dengan jawaban istrinya.
__ADS_1
" tadi Raka cerita saat berada di rumah mas regi dan soal ayu mas tau sendiri gimana ayu kalo lagi sakit " ucap Kiran sambil tetap menggandeng tangan haki menuju kamarnya sedangkan ayu sudah masuk ke kamarnya.
' maafkan Kiran mas yang belum bisa jujur soal Raka dan Aya, nanti kalo sudah jelas Kiran pasti cerita ' ucap Kiran dalam hati.
kiran memasuki kamarnya lebih dulu di ikuti haki yang langsung menutup pintu bahkan menguncinya, Kiran yang sudah mengerti kebiasaan haki jika ingin meminta hak nya langsung berbalik dan mengalungkan tangannya di leher haki.
Haki menatap wajah Kiran yang terlihat masih cantik meski usia keduanya sudah tidak muda lagi.
" kamu masih saja cantik sayang.." ucap haki sambil membelai pipi Kiran hingga ke bibir, sedangkan Kiran yang di puji seperti itu hanya tersenyum dan mulai membuka kancing kemeja haki yang tentu saja di sambut senyum bahagia haki.
" kamu memang paling mengerti mas " haki langsung menyatukan bibir mereka berdua mengekspor apa yang ada di dalamnya tanpa rasa jijik ( hadehh kan baru bangun tidur emang ngga bau jigongπ€πππ emang naf su ngga ada lawan ππ).
Haki yang tidak mau kalah melucuti linge rie yang di tutupi kimono panjang. dan kini terpampang sudah keindahan yang selalu Kiran tutupi dengan gamis panjang jika keluar rumah.
" mass " suara laknat Kiran membuat semangat haki meninggi. bahkan haki semakin mengekspor tubuh Kiran hingga menimbulkan jejak jejak cinta di sana.
haki membalik tubuh Kiran dan menyuruhnya memegang pinggir tempat tidur, haki mulai menci um punggung po los Kiran hingga ke bo kong sintal Kiran.
kiran hanya bisa memejamkan matanya menikmati apa yang di lakukan haki pada tubuhnya. setelah yakin kirannya sudah siap barulah haki memasukan sesuatu yang selalu bisa membuat Kiran terbang melayang yang memang itu juga kebanggaan nya sebagai seorang laki laki.
Hingga akhir keduanya mendapatkan pelepasan secara bersamaan dan di akhiri kecupan manis dari haki untuk istri tercinta yang tak pernah menolaknya jika haki sedang meminta haknya kapanpun dan di mana pun.
" makasih sayang love you moreeeee"
βοΈβοΈβοΈπ€¦π€¦hadeh pagi pagi di ajak traveling sama haki dan Kiran
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi
__ADS_1
love you moreeeee πππΉ