Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Meminta di nikahi Raka !!


__ADS_3

Semenjak saat itu Aya tidak pernah lagi membahas atau pun menanyakan masalah ibu kandungnya ada siapapun, mungkin Aya terlalu kecewa pada sikap ibunya yang tidak pernah menunjukkan rasa sayang nya.


Aya berusaha terlihat biasa saja saat di hadapan semua orang tapi aya lup jika Raka sangat peka pada perubahan dan perasaan Aya.


" yah.. Bu.. " raka mencium tangan ayah dan ibunya dengan takzim sedangkan matanya menyisir rumah ayah haki dan berharap istrinya menyambut kepulangan nya.


" ini Bu.. kalo yang ini buat Aya " ucap Raka menyerahkan martabak yang iya beli untuk ayah ibunya dan adik adiknya, sedangkan satu kantong yang sengaja iya pisah khusus untuk Aya.


" Bu Aya mana?" tanya Raka karena dari saat masuk rumah ayah haki dirinya tidak melihat Aya.


" di kamarnya " ucap Bu Kiran.


" ya udah Raka ke kamar dulu ya.. " Raka pun berjalan memasuki kamarnya dan benar saja saat dirinya masuk pandangan matanya langsung menemukan Aya yang sedang memandang Poto pernikahan mereka yang sederhana.


" hai sayang " Raka langsung memeluk Aya sambil mencium tengkuk Aya, entah kenapa saat dirinya sedang lelah mencium tengkuk Aya merupakan mood booster untuk nya .


Aya langsung berbalik dan memeluk erat suaminya dan menumpahkan rasa yang iya pendam seharian.


Raka pun membiarkan Aya menumpahkan semua rasa yang iya pendam dan mengusap lembut punggung Aya dan juga sesekali mencium puncak kepala Aya.


" katanya mau martabak .. ayo di makan " ucap Raka sambil mengangkat tangan yang masih memegang kantong yang berisikan martabak.


" by kita pulang yu " ucap Aya setelah puas memeluk suaminya.


" iya kita pulang tapi hubby mandi dulu ya.. ya juga makan dulu martabak nya nanti keburu dingin " ucap Raka yang mengerti jika ada yang membuat Aya tak nyaman.


Aya pun melepaskan pelukannya dari Raka dan langsung mengambil kantong yang berisi martabak dan di bawanya ke luar untuk di mkan bersama adik adiknya.


Kini Aya dan Raka baru saja sampai di rumah kontrakan Aya sesuai keinginan Aya. meski sebenarnya tubuh Raka sangat lah lelah.


" yang.. " Raka langsung menarik Aya dan atau pun langsung terduduk di pangkuan Raka, Raka mulai membelai wajah Aya yang tidak secerah saat dirinya tinggal tadi saat akan berangkat kerja.

__ADS_1


" Aya mau cerita sama hubby " tapi bukannya menjawab Aya malah menitikan air mata nya.


" menangis lah jika dengan menangis bisa membuat Aya lega, tapi setelah semua rasa yang membuat Aya menangis itu berkurang Aya harus kembali menjadi Aya yang ceria ok"


Aya hanya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di pundak Raka.


" yang.. tadi di kantor ada yang bilang kalo istrinya sedang hamil biasanya lebih garang saat sebelum hamil " ucap Raka sambil sedikit mere mas pepaya Aliya yang semakin besar.


Aya menatap Raka yang sudah diliputi has ratnya, Aya langsung melu mat bi bir Raka Sam memulai semuanya bahkan Aya seolah sekalian menyalurkan rasa yang masih tersisa di hatinya melalui hal ini.


" by.. Aya ngga akan durhaka kan saat Aya membenci mama salsa " ucap Aya di sela sela dirinya yang masih menghen tak di atas tu buh Raka sedangkan pepaya Bangkok nya bergerak bebas ke sana kemari.


" tapi kalo hubby boleh minta Aya jangan sampai melakukan hal itu apa lagi Aya lagi hamil " ucap Raka yang langsung membalikkan posisi dimana kini Raka yang mengambil alih permainan.


Hen Takan demi hen Takan Raka berikan meski tak sekuat sebelum tau Aya hamil tapi meskipun begitu tidak mengurangi kenikmatan yang Raka dan Aya rasakan.


" ahhhh" keduanya pun mendapatkan pelepasan setelah sama sama berjuang mencapai nya secar bersamaan.


Raka yang masih berada di atas tu buh Aya pun menatap Aya dan juga jam yang tergantung di dinding.


" siapa kak ?" tanya Aya pada suaminya tapi Raka malah mengangkat bahunya karena diri ya pun tidak tau bahkan iya tidak memiliki janji apapun dengan siapapun tapi tak lam terdengar kembali bunyi ketukan di pintu kontrakan Raka.


Raka pun mencabut Toya sakitnya dan juga menutup tubuh aya dengan selimut meski sebelum nya mengecup puncak Choco chips Aya yang begitu menggoda.


" kamu tidur dulu aja yang, hubby mau lihat siapa yang bertamu malam malam " ucap Raka sambil memakai kembali pakaiannya dan berjalan ke arah pintu kontrakan tapi sebelum membuka pintunya Raka melihat dari jendela siapa yang mengetuk pintu kontrakan nya.


Tapi alangkah kagetnya saat yang. datang itu Nadia wanita yang hampir bunuh diri karena di tolak cintanya oleh Raka.


" Nadia ? untuk apa dia datang ke sini dan dari mana dia tau kontrakan ku " ucap Raka yang malah kembali ke kamar dan meminta atau menemaninya menemui Nadia.


" yang.. bangun dulu temani hubby nemuin tamu yu " Aya yang masih sangat kelelahan pun langsung membuka matanya dan mendudukkan dirinya di hadapan Raka.

__ADS_1


Bahkan dirinya lupa jika tubuhnya hanya di tutup selimut sehingga saat Aya langsung duduk otomatis selimutnya turun dan pepaya Bangkok nya terlihat jelas oleh raka.


" yang.. kalo mau nambah boleh tapi jangan sekarang ya.." ucap Raka sambil menarik selimut untuk menutupi pepaya Bangkok aya.


Aya pun hanya memakai gamis dan hijab sekedar nya karena iya tidak tau siapa tamu yang di maksud suaminya.


Raka pun langsung menggandeng Aya agar Nadia tidak berani macam macam padanya, jujur Raka masih kurang nyaman jika berada di dekat wanita lain selain istrinya Aya.


Raka pun membuka pintu kontrakan nya dan benar saja jika yang mengetuk pintu kontrakan nya adalah Nadia.


" Nadia.. kak Nadia.." ucap Raka dan Aya berbarengan sedangkan Nadia saat Raka sudah membukakan pintu nya langsung memeluk Raka tapi dengan cepat Raka memegang bahu Aya alhasil Aya yang di peluk oleh Nadia.


" maaf nad.. kita bukan muhrim jadi kamu tidak boleh memelukku " ucap Raka tegas.


" kak Nadia kenapa ?" tanya Aya yang malah menepuk nepuk punggung Nadia.


" boleh aku masuk " ucap Nadia sambil melepaskan pelukannya dari Aya.


" maaf nad ini sudah malam aku dan Aya mau istirahat " ucap Raka tapi Nadia bukan fokus ada ucapan Raka tapi malah fokus pada titik merah di bawah jakun Raka yang terlihat sangat jelas.


" ay.. apa kamu mengijinkan jika Raka menikahiku ay " ucap Nadia mengutarakan niatnya yang sudah dari satu bulan lalu memikirkan nya.


" NAD..Jaga ucapan mu " ucap Raka yang tidak suka mendengar ucapan Nadia bahkan iya bicara langsung pada Aya bukan pada Raka.


" ay.. boleh kan Raka nikahin aku ay.."


✍️✍️✍️ nah kan Nadia balik lagi malah bikin rusuh lagi, kira kira apa yang menjadi penyebab Nadia meminta Raka menikahi nya🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2