Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Merawat Aya


__ADS_3

Setelah merasa lebih tenang Raka melajukan motornya kembali menuju rumah karena hari mulai malam, Raka yang masih sakit hati dengan ucapan bunda ayu dan kecewa pada ayah regi yang hanya bisa diam saat istrinya berbicara seperti itu semakin membulatkan tekadnya untuk bisa sukses.


" TOLONG..!" Raka yang mengendarai motornya dengan santai pun mendengar teriakan seseorang yang terlihat kakinya saja di balik semak semak.


Raka memberanikan diri mendekat kearah orang yang tergeletak di sana dengan tubuh berlumuran darah.


" tolong.. tolong .. saya " ucap orang itu dengan suara lirihnya, raka yang masih kaget dengan situasi ini hanya diam sembari melihat orang yang masih tergeletak di sana, sampai suara lirih orang itu terdengar lagi.


" tolong antar saya ke rumah sakit " ucapnya lagi, raka yang sudah mulai sadar akan situasi akhirnya membantu orang itu untuk bisa segera di bawa ke rumah sakit.


Raka membantu orang itu untuk berdiri dan memapahnya ke arah motor nya yang tadi di parkir di pinggir jalan. setelah mendudukkan orang itu di belakang tubuh Raka, Raka melajukan motornya menuju rumah sakit terdekat.


Tak butuh waktu lama Raka sudah sampai di rumah sakit yang langsung di bantu security yang berdiri di depan ruang UGD.


Keduanya memapah orang tersebut menuju ruang pemeriksaan setelah nya Raka kembali ke luar menunggu hasil pemeriksaan. Tak lama suara suster memanggil Raka, orang yang membawanya ke rumah sakit.


" keluarga pasien "


" iya saya " ucap Raka sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan,


" adek siapanya pasien ? " tanya dokter yang menangani orang tersebut.


" saya menemukan orang itu di jalan dalam keadaan terluka parah, tapi jujur saya tidak mengenali nya " ucap Raka jujur.


" baik lah nanti kami coba menghubungi keluarga yang sebenarnya " ucap dokter tersebut dan segera berlalu meninggalkan Raka.


" tapi dok bagaimana keadaan orang tersebut ?" tanya Raka yang masih merasa memiliki tanggung jawab terlebih Raka lah yang membawa orang itu ke rumah sakit.


Dokter itu pun tersenyum melihat kepedulian seorang pemuda bahkan pada orang yang tidak di kenal.


" pak Arya sudah jauh lebih baik, tapi sekarang beliau sedang tertidur karena dalam pengaruh obat " ucap dokter menjelaskan, ya orang yang di tolong Raka adalah Arya.


( dan ini pula yang menjadi awal kedekatan Raka dan Arya hingga bisa jadi orang kepercayaan Arya di perusahaan bisa di intip dalam novel yang berjudul ANAKKU YANG MEMILIH MU promo terus 🀭😘😘 )

__ADS_1


" nama orang itu Arya ? tanya Raka pada dokter dan dokter hanya mengangguk kan kepalanya.


" baik lah dok saya pamit " pamit Raka yang sudah merasa tenang karena orang yang di tolong ya sudah dalam keadaan baik baik saja.


Raka kini melajukan kembali motornya menuju rumah ayah haki karena hari sudah semakin malam dan Raka tidak ingin membuat orang orang di rumah khawatir.


tok tok tok


" assalamualaikum Bu " panggil Raka karena rumahnya sudah di kunci karena memang malam yang sudah larut hampir jam sebelas malam Raka baru saja tiba di rumah.


Terdengar langkah kaki yang mendekat dan tak lama pintu pun terbuka tapi bukan Bu Kiran yang membuka pintu tapi Aya yang membuka pintu.


" kak " Aya menatap Raka yang berpenampilan acak acakan di tambah ada bekas darah Arya yang menempel di jaket Raka.


" masuk dulu yu nanti Kakak cerita " ucap Raka sambil memasukan motor nya dulu di garasi rumah baru setelah itu Raka masuk ke rumahnya di ikuti Aya dari belakang.


" yah ?" Raka tidak menyadari jika ayah haki


" ka kamu kenapa nak ?" tanya ayah haki sama seperti Aya yang jug kaget melihat penampilan Raka yang acak acakan.


" Raka ngga papa yah " ucap Raka menenangkan ayah haki dan Aya.


" kalo ngga papa kenapa ada noda darah di jaket kakak?" tanya Aya yang belum puas dengan jawaban Raka. akhirnya Raka pun menceritakan kejadian saat Raka pulang dari rumah ayah regi dan melihat orang yang tergeletak dengan tubuh berlumuran darah.


Tapi Raka tidak menceritakan kejadian dan perlakuan yang di dapat di rumah ayah regi, biarlah hanya dirinya yang tau bagaimana perlakuan bund ayu terhadapnya dan juga sikap ayah regi saat melihat istri pertama melakukan itu padanya.


" terus bagaimana keadaan orang itu " tanya ayah haki membiarkan Raka menyimpan apa yang tidak ingin iya bagi, karena haki menghargai apa yang Raka putuskan


" Alhamdulillah yah orang nya sudah lebih baik " ucap Raka.


" ya sudah istirahat sudah malam, Aya juga istirahat" ucap ayah haki meninggalkan Raka dan Aya menuju kamarnya.


setelah melihat ayah haki menaiki tangga menuju kamarnya, Raka berjalan menuju ruang makan karena merasa sangat lapar..

__ADS_1


" kakak mau makan ? biar Aya siapkan " ucap Aya yang melihat Raka membuka tudung saji dan mengambil piring. Aya langsung mengambil alih piring dan mengisinya sesuai dengan apa yang Raka suka.


Raka makan dengan lahap karena memang terakhir dirinya makan hanya saat sarapan di rumah tadi pagi sebelum mengantar Aya sekolah.


" kak " Aya yang menyadari jika Raka menyembunyikan sesuatu bahkan saat makan pun Raka terlihat berbeda akhirnya menanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat di rumah ayah regi.


Raka yang tau apa yang mau Aya tanyakan hanya diam sambil melanjutkan makan nya, Aya yang melihat Raka yang hanya diam akhirnya memilih meninggalkan Raka menuju kamarnya.


' maaf yang.. kakak hanya butuh waktu untuk meredam semuanya ' ucap Raka yang melihat Aya yang meninggalkannya.


Setelah menyelesaikan makannya Raka memilih untuk salat dulu lalu mengaji Alquran sebentar dan itu berhasil membuatnya lebih tenang. Raka kembali keluar dari kamarnya dan melihat pintu kamar Aya yang lampunya masih menyala memutuskan untuk melihat Aya sebentar.


Raka mendorong pelan pintu kamar Aya untuk mengecek kenapa aya belum tidur, tapi alangkah kagetnya saat Arya melihat Aya yang sedang menggigil dengan tubuh yang sangat panas.


" yang.. Aya .. sayang" Raka menepuk pipi Aya berharap Aya membuka matanya.


Aya membuka mata nya sebentar lalu memejamkan matanya lagi karena tubuhnya yang masih menggigil.


" yang .. maaf .. jangan buat kakak takut.." ucap Raka sambil memeluk Aya yang terus menggigil.raka yang tidak ingin mengganggu istirahat kedua orang tuanya memilih merawat sendiri Aya yang tiba tiba saja jatuh sakit.


Raka bergegas ke dapur untuk mengambil air panas untuk mengompres kening Aya tak lupa Raka mengambil obat penurun panas untuk di minum Aya.


Raka mulai mengompres kening aya setelah menyuruh Aya meminum obat terlebih dahulu. Raka begitu telaten merawat Aya yang sedang sakit bahkan Raka sampai tidur di lantai dengan kepala yang di sandarkan di pinggir tempat tidur Aya.


" Aya .. Raka ??"


✍️✍️✍️ nah kan siapa tuh yang manggil Aya sama RakaπŸ€”πŸ€”


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2