
" hai Ay.." ucap Ilham yang tiba tiba saja duduk di samping aya.
" hai ucap Aya singkat sambil menggeser tubuhnya sedikit menjaga jarak dari Ilham.
" kamu ngga usah takut ay.. aku ngga akan menggigit atau melukai kamu " ucap Ilham meyakinkan Aya.
" maaf.. tapi aku hanya ingin mengenal kamu lebih, apa itu salah " ucap Ilham pura pura tidak mengetahui jika Aya sudah memiliki kekasih.
" aku tidak akan menyakiti kamu ay.. " ucap Ilham yang masih melihat wajah Aya yang masih tidak menyukai dirinya.
" baik lah.. tapi aku beritahu lebih dulu jika aku sudah memiliki kekasih, aku dan dia menjalin hubungan yang sangat serius jadi aku harap kamu tidak ada maksud lain dalam pertemanan kita " ucap Aya dengan Jelan menjelaskan status dan batasannya dalam bergaul.
" baik ay.. aku mengerti " ucap Ilham yang kembali duduk di bangun nya yang semula.
' meski usia kita masih termasuk anak anak tapi saat kamu membicarakan hubungan kalian membuat ku yakin jika kamu memang sangat mencintai ay..' ucap Ilham yang masih memandang Aya dari kursinya.
Tok tok tok..
Meski Raka merasa masih sangat mengantuk tapi tetap membukakan pintu untuk temannya pikir Aya.
__ADS_1
" ka.. Nadia masuk rumah sakit " ucap Wahyu yang baru saja mendapat kabar dari orang tua Nadia, Raka langsung membuka matanya dengan dengan sempurna.
' dan Kata orang tua Nadia, Nadia manggil manggil Lo terus " ucap Lukman juga baru memasuki kamar kos Raka, Raka menatap dua sahabat nya dan langsung bersiap setelah membersihkan.
" ayo kita ke sana " ucap Raka pada dua sahabatnya.
Kini mereka bertiga sedang menuju rumah sakit dimana Nadia sedang di rawat, meski sebenarnya jauh di lubuk hatinya iya mengkhawatirkan keadaan Nadia dan menyalahkan dirinya yang terlalu tegas pada Nadia.
" yu.. sebenarnya Nadia sakit apa?" tanya Raka, Wahyu dan Lukman saling tatap di siap untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Raka.
" kamu bisa lihat sendiri dan tanyakan langsung pada Nadia " ucap Lukman mencari jalan tengah.
" kamu siap ka ?" tanya kedua sahabat sambil melihat ke arah, Raka melangkah penuh keyakinan yang sangat besar, Raka yang baru saja tiba di kamar nadia langsung menghadapi memandang yang menyayat hatinya dimana Nadia yang biasanya tersenyum cantik dan segar kini tergolek lemah tak berdaya
' hai ka.. " ucap Nadia lirih dengan wajah yang terlihat sangat pucat.
" hai nad.. kamu kenapa ?? kamu sakit apa ??" tanya Raka langsung.
Nadia hanya menggeleng lalu tak lama iya tersenyum melihat Raka yang sepertinya sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
" aku senang kamu sangat mengkhawatirkan aku ?" ucap Nadia.
" nad.. aku harap kamu bisa bahagia sama seperti saat sekolah dulu, jangan seperti ini "
Mendengar ucapan Raka, Nadia Langsung menatap luka yang kini di balut perban agar lukanya tidak terkena air saat Nadia membersihkan diri.
" tapi aku hanya ingin kamu ka " ucap Nadia bersikukuh, Raka berjalan ke arah kursi tunggu di samping tempat tidur Nadia.
" nad.. aku yakin kamu pasti bisa bahagia meski tidak bersama dengan ku, hidup kita masih sangat panjang nad.. jangan karena cinta kita kehilangan semangat untuk hidup dan berjuang "
" aku akan selalu menjadi temanmu dan kapan pun kamu membutuhkan ku sebagai teman aku pasti siap " ucap Raka lagi yang malah membuat Nadia tersenyum senang.
✍️✍️✍️ hai hai hai happy weekend
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
love you
__ADS_1