
" jujur ayah kecewa dengan apa yang kalian berdua lakukan di belakang ayah dan ibu "
" ayah dan ibu juga pernah muda dan pernah merasakan jatuh cinta tapi tidak dengan saudara sendiri "
Raka menatap ayah haki seolah menebak apa yang ingin di ucapkan ayah haki yang mungkin akan menjadi keputusan nya untuk kedepannya nanti bersama Aya.
" hanya sampai jam sepuluh malam ini ayah mengizinkan kalian untuk berpacaran tapi setelah malam ini ayah minta kalian untuk bisa menghilangkan perasaan kalian satu sama lain "
ayah haki harus bisa bersikap tegas pada anaknya karena bagaimana pun sangat tidak pantas jika Raka mencintai adiknya sendiri meski sebenarnya hanya saudara tiri tapi dalam masyarakat hubungan seperti itu sangat jarang terjadi.
Raka menatap ayah dan ibunya yang benar benar serius dalam keputusan mereka kali ini.
" baik.. Raka akan mengikuti keputusan ayah, tapi izinkan Raka mengajak Aya keluar. Raka janji sebelum jam sepuluh Raka dan Aya pasti sudah kembali " Raka pun kembali meyakinkan ayah sambungnya.
" ayah percaya kan sama Raka " Raka menatap ayah haki yang seperti nya berat mengizinkan Raka dan Aya pergi dari villa.
" Raka akan menjaga Aya, Raka sayang sama Aya jadi ayah ngga usah khawatir Raka tidak akan melakukan hal hal yang tidak baik pada Aya "
" ayah bukan tidak percaya sama kamu tapi ayah minta jangan pergi terlalu jauh " Raka hanya tersenyum mendengar ayah haki mengizinkan nya mengajak Aya pergi meski untuk yang terakhir kalinya.
Raka mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Aya, Raka mengajak Aya menuju teras belakang villa yang langsung bisa melihat tebing yang di hias indah oleh tim resort..
Raka menuntun Aya untuk duduk di sampingnya, Raka hanya menautkan tangannya pada tangan Aya seolah memberikan kekuatan untuk bisa melepaskan rasa yang menyesakan hati keduanya.
Raka dan Aya hanya diam tidak ada yang berbicara hingga lima belas menit berlalu barulah Aya membuka suaranya.
" kakak yakin akan mengakhiri ini semua " tanpa Aya bisa tahan air mata nya kini mengalir di pipi chubby nya.
Raka mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi adik sekaligus kekasihnya itu dengan ibu jarinya.
" ayah haki pasti sudah memikirkan nya baik baik, Aya ngga boleh marah sama ayah atau ibu karena tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya bersedih "
" dan tidak ada orang tua yang akan menghancurkan anaknya sendiri " meski berat Raka harus bisa memberikan pengertian pada Aya.
__ADS_1
" Aya tau.. mungkin di usia Aya ini yang namanya cinta monyet atau cinta masa kecil dan mungkin akan hilang seiring waktu " Raka mengucapkan itu sambil melihat wajah cantik aya yang hanya di sinari purnama.
Wajah yang akan selalu dia ingat di dalam sanubarinya yang terdalam, wajah yang akan dia rindukan kala sendiri, dan wajah yang mungkin tidak akan bisa dia lihat setelah ini.
" apa Kaka juga akan melupakan Aya ??, apa rasa yang Kakak punya untuk Aya juga hanya cinta monyet atau cinta masa kecil ? " Aya mencoba kembalikan apa yang Raka ucapkan padanya.
Raka hanya bisa mencium tangan Aya yang dari tadi masih di genggaman nya.
" Aya akan selalu ada di hati kakak"
setelah mengucapkan itu Raka menarik nafasnya begitu dalam seakan merasakan sesak di hatinya yang harus melepaskan gadis yang iya cintai.
" Aya sekarang harus fokus pada sekolah dan jika suatu saat ada laki laki yang mendekati Aya dan bisa membuat Aya nyaman kasih tau kakak " Raka berusaha tersenyum sambil mengucapkan itu semua.
" kakak juga akan melakukan hal yang sama, Kaka akan fokus kuliah dan jika ada wanita yang bisa membuat kakak nyaman kakak akan memberitahu Aya " ucap Raka sambil tersenyum.
Tapi Aya langsung menatap tajam wajah Raka yang terlihat sama sedih nya dengan dirinya tapi di paksa untuk tersenyum.
" kemana kak Raka yang akan memantaskan diri agar bisa di restui ayah ??"
" kemana kak Raka yang akan selalu mencintai Aya ??"
Raka yang tak kuasa mendengar semua yang Aya ucapkan pun menarik Aya kedalam pelukannya, mendekapnya erat berharap dengan memeluknya Aya bisa jauh lebih tenang.
" ini juga sama beratnya buat kakak "ucap Raka masih memeluk Aya.
" bohong jika kakak ngga berat buat lepasin kamu "
" bohong jika kakak tidak ingin membantah keputusan yang di berikan ayah untuk kita "
" dan bohong jika kakak akan mudah menerima orang lain untuk bisa menggantikan kamu "
Raka melonggarkan pelukannya pada Aya lalu menatap wajah Aya yang terlihat sembab.
__ADS_1
" tapi satu yang harus Aya ingat dan Aya pahami.."
" sejauh apapun kakak pergi jika memang kita di TAKDIRKAN bersama pasti cinta kita akan bisa menemukan jalannya untuk bersama " Raka menghapus air mata yang masih mengalir di pipi chubby Aya
" tapi sedekat apapun dan sekuat apapun kita berusaha, jika memang kita bukan jodoh akan ada banyak cara agar kita bisa berpisah "
" satu yang harus Aya ingat.. Kaka benar benar sayang sama Aya " satu tetes air mata mengalir di pipi Raka dan Aya dengan sigap menghapusnya.
" Kaka akan selalu mendoakan kebahagiaan selalu bisa mengelilingi Aya sampai Aya bisa mendapatkan cinta sejati Aya "
Raka mencium kening Aya begitu lama dan mencium puncak kepala Aya. setelah dirasa cukup Raka kembali menautkan tangannya pada tangan Aya dan mengajaknya kembali ke dalam villa dimana ayah dan ibu mereka masih duduk di tempat dimana Raka mengajak Aya pergi.
" yah .. Raka kembalikan Aya pada ayah.. Raka ikhlas mengikuti setiap keputusan yang ayah berikan untuk Aya dan untuk Raka "
" Raka akan berusaha mengubur rasa yang Raka miliki ini untuk Aya, tapi Raka mohon jangan biarkan Aya sedih, temani Aya melewati masa rapuhnya, kalo soal Raka ayah ngga usah khawatir "
Aya yang tak kuasa menahan air mata nya memeluk Bu Kiran dengan begitu erat, sedangkan Raka hanya memalingkan wajahnya saat satu tetes air mata lolos dari matanya dan menghapus nya dengan cepat agar ayah dan ibunya tidak melihatnya terlebih Aya.
" Raka laki laki yang pasti akan kuat melewati ini semua, Raka pasti akan bahagia dan akan bisa membahagiakan dan membanggakan ayah dan ibu '
setelah mengucapkan itu Raka pamit pada orang tuanya menuju kamarnya dan Randi.
Sejujurnya ayah haki tak tega saat melihat Raka dan aya yang bersedih atas keputusannya tapi semuanya itu iya lakukan untuk masa depan anak anaknya dan untuk menjaga keluarga nya.
Bu Kiran hanya bisa memeluk anak gadisnya yang terlihat rapuh setelah Raka menitipkan nya pada ayah haki dan Bu kiran.
✍️✍️✍️😭😭😭 sampai berderai air mata nulisnya seolah mewakili perasaan ku untuk nya yang tak bisa ku gapai ..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1