
Melihat Nadia yang tersenyum seperti itu malah membuat Raka berpikir apakah yang di ucapkannya tadi salah atau tidak.
" nad.. jangan salah paham dengan apa yang aku ucapkan " ucap Raka jika dirinya salah jika akan selalu ada jika Nadia membutuhkan maka Raka pun segera mempertegas ucapannya.
" aku dan Aya sudah mendapatkan restu dari ayah, jadi mungkin hanya menunggu aya lulus aku akan langsung menikahi dirinya " wajah Nadia yang tadinya tersenyum kembali murung mendengar apa yang di ucapkan Raka.
" aku sangat menyayangi Aya, jadi aku mohon ikhlaskan aku untuk bahagia dengan orang yang aku cintai" ucap Raka mempertegas.
" apa Aya tau jika kamu akan menikahinya ?" tanya Nadia menahan air mata nya.
" ya.. kami sepakat fokus pada pendidikan kami saat ini, dan kami saling percaya satu sama lain " ucap Raka.
" gue harap Lo bisa ikhlas melepas gue, gue harap Lo selalu sehat dan bisa menemukan kebahagiaan yang lain yang pasti bukan sama gue "
" gue pamit " ucap Raka sambil pergi meninggalkan Nadia yang menangis melihat kepergian nya.
Setelah Raka keluar kedua orang tua Nadia memasuki kamar anaknya, ibu nya Nadia langsung memeluk putrinya yang seperti nya sedang patah hati.
" kamu harus sabar nad " ucap ibunya Nadia.
" masih banyak laki laki di luaran sana, kalo perlu ayah akan mengenalkan kamu sama anak kenalan ayah nanti " ucap ayahnya Nadia yang sebenarnya sangat sedih melihat Nadia seperti ini.
Sedangkan di kantin rumah sakit, Raka yang baru saja menemukan dua temannya yang memilih menunggu di kantin daripada menguping pembicaraan Raka dengan Nadia langsung kepo dengan apa yang di lakukan Raka saat melihat Nadia seperti itu.
" gimana ka " tanya Wahyu saat melihat Raka yang baru saja mendudukkan bokongnya di kursi samping Lukman.
" gue tetep harus tegas sama Nadia, meski ini pahit dan terkesan jahat untuk Nadia tapi hanya ini yang bisa gue lakuin buat Nadia dan buat Aya " ucap Raka sambil meminum minuman Lukman.
" Aya..?" Lukman dan Wahyu saling tatap karena merasa bingung apa hubungan Aya dengan Nadia.
__ADS_1
" ya... kalo gue ngga tegas sama Nadia dan Nadia ngerasa gue ngasih harapan sama dia itu sama aja gue nyakitin Aya, dan gue ngga mau itu " ucap Raka tegas.
Wahyu dan Lukman langsung mengangguk membenarkan tindakan yang di ambil Raka saat ini. dan kini mereka pun sudah sampai kampus dimana mereka menimba pengalaman ilmu untuk menjadi manusia yang sukses kelak.
Jika di kota B Raka baru saja datang ke kampus lain halnya dengan Aya yang saat ini sedang istirahat.
" ay.. Lo pacaran ya sama Ilham " ucap teman Aya yang bernama Nana.
" ngga.. kata siapa aku pacaran sama Ilham ?" tanya Aya yang memang tidak menyukai jika dirinya di terpa gosip.
" ada yang bilang kalo Ilham suka sama Lo apa lagi tadi saat pagi tadi dia langsung nyamperin ke bangku Lo " ucap Nana yang memang menyukai Ilham.
" na.. aku sama Ilham cuma temen saat ini dan selamanya " ucap Aya yakin.
" kalo gitu gimana kalo kamu bantu aku ay, buat aku bisa dekat sama Ilham " ucap Nana, Aya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan nana yang ingin mendekati Ilham tapi tak berani melakukan nya.
" maaf na.. aku tak ingin ikut campur, jika kmu memang menyukai Ilham kamu bisa bicara langsung aja kalo engga kirim surat " ucap Aya yang memang tidak suka ikut campur urusan orang lain.
" siapa ay yang suka sama gue ?" tanya Ilham yang tiba tiba saja duduk di samping Nana.
" ngga tau tanya aja sama Nana " setelah mengucapkan itu Aya lebih memilih meninggalkan mereka berdua karena Aya tau jika Ilham mendengar apa yang tadi di ucapkan Nana padanya.
π±βοΈ" kak.. lagi apa .. kangen .."
Entah kenapa Aya tiba tiba saja teringat kakaknya yang sedari pagi belum memberi kabar lagi setelah iya membangunkan kakaknya subuh tadi.
" Kakak kemana sih.. ngga tau kalo Aya khawatir " gumam Aya sambil menatap handphone nya yang belum mendapat balasan dari kekasihnya.
" ay.. " Aya menengok asal suara dan ternyata benar jika Randi yang memanggil dirinya barusan.
__ADS_1
" kamu kenapa ?" tanya Randi yang melihat Aya hanya diam sambil menatap handphone nya.
" kakak belum ngasih kabar " ucap Aya.
" mungkin kakak lagi kuliah.. jangan berpikir macam macam, kak Raka tidak akan mengkhianati kamu ay " ucap Randi yakin.
" bukan itu.. Aya hanya khawatir karena kakak tidak memberi kabar " ucap Aya yang malu mendengar jika Raka pasti setia padanya.
Tapi tak lama handphone Aya berdering dan ternyata benar saja jik Raka yang menghubunginya.
π" halo sayang.. kangen nungguin kakak ya ?" tanya Raka yang memang di beri kabar oleh Randi jika Aya diam saja.
Blusss wajah Aya memerah mendengar apa yang di ucapkan kakaknya tadi, meskipun kakak sekaligus kekasihnya tidak bisa melihat nya saat ini. tapi tak lama Aya menatap Randi yang tersenyum mencurigakan.
" iya.. kangen .." ucap Aya pelan sambil berjalan menjauhi Randi karena iya hanya ingin berbicara berdua dengan kekasihnya.
Randi yang melihat Aya menjauh tersenyum senang saat dua orang yang di sayangnya bisa
bahagia. sampai tepukan dari seseorang menyadarkannya dari tatapannya pada Aya.
" Lo tau ran.. meski usia Aya sama kayak kita tapi tingkat kedewasaan Aya jauh lebih dewasa dari kita " ucap Ilham yang baru saja selesai berbicara dengan Nana.
" terus Lo sama Nana gimana dah jadian ?" tanya Randi yang juga mendengar jika Nana mencintai Ilham.
" kepoo " ...
βοΈβοΈβοΈ hai hai hai salam sehat dan bahagia selalu...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
Love you moreeeee πππΉ