
Nadia kini menyadari bagaimana perasaan Raka yang di kejar seperti saat dokter Dimi terus mengejar diri ya seperti saat ini.
" maaf " ucap Nadia yang malah masih berurai air mata, dokter Dimi pun maju mendekati Nadia dan menghapus air mata Nadia dengan ibu jarinya.
" kamu ngga salah, mas yang salah sudah gangguin kamu " ucap dokter Dimi.
" mas ngga akan ganggu atau maksa kamu lagi, mas pamit ya " ucap dokter Dimi.
Disaat dokter Dimi hendak berbalik ucapan Nadia malah membuatnya diam terpaku di tempat seolah tidak percaya Nadia bisa mengucapkan itu dalam waktu dekat.
" Nadia mau menikah dengan mas " ucap Nadia yang entah kenapa tiba tiba saja yakin setelah mendengar penuturan lembut dokter Dimi saat menenangkan nya.
" coba ulangi lagi nad ?" ucap dokter Dimi yang belum yakin dengan apa yang iya dengar.
" kak Nadia mau nikah sama dokter Dimi " ucap Aya yang sudah tidak kuat melihat tingkah dua orang di depan rumahnya.
" benar nad ?" tanya dokter Dimi lagi.
" ayo kak jawab, nanti mie ayamnya keburu dingin " ucap Aya yang sudah tidak sabar ingin memakan buah tangan yang di bawa dokter Dimi tadi.
__ADS_1
" ayo mas kita makan, nanti yang ada ibu hamil dan ang satu ini keburu ganti ngidamnya " ucap Nadia yang sudah sangat malu kepergok Aya meski dirinya dan dokter Dimi tidak melakukan apapun.
Kini mereka bertiga pun mulai memakan makanan yang di bawa dokter Dimi, yang ternyata sesuai dengan apa yang baru saja Aya bayangkan.
" eh ada dokter Dimi " sapa Raka yang baru saja tiba sambil mencium puncak kepala Aya di hadapan semuanya tanpa rasa malu.
" by, mie nya berdua ya ! Aya ngga bakalan habis " Raka hanya mengangguk sambil duduk di samping Aya.
" gimana dok berhasil ?" tanya Raka yang baru saja selesai menghabiskan mie ayam Aya.
Dokter Dimi hanya mengangkat jempol nya pada Raka tanda jika saran yang di berikan Raka berhasil.
" ay jangan bermesraan di depan kami dong " ucap Nadia yang malah jadi salah tingkah melihat kemesraan Aya dan Raka.
" tenang nanti mas bilang sam ibu biar bisa lamar kamu secepatnya ok" ucap dokter Dimi sambil mengusap kepala Nadia.
Setelah puas bercerita dan saling mengenal dokter Dimi dan Nadia yang di saksikan Raka dan Aya, kini keduanya pun pamit bahkan atas bujukan dokter Dimi Nadia sampai menitipkan mobilnya di rumah Aya karena dokter Dimi ingin mengantar nya pulang.
" ay kakak pulang dulu ya, makasih buat semuanya " ucap Nadia sambil memeluk Aya yang kini sudah iya anggap saudara perempuan nya.
__ADS_1
" sama sama kak, dan semoga apa yang menjadi tujuan kakak dan dokter Dimi segera terwujud " ucap Aya tulus.
" saya titip Nadia ya dok, bagaimanapun Nadia dulu dia tetaplah teman saya dan saya hanya bisa mendoakan yang terbaik buat Nadia " ucap Raka yang memang sudah menceritakan semuanya pada dokter Dimi tentang dirinya dan Nadia dulu.
" kamu tenang saja ka, saya akan menjaga dan menyayangi Nadia semampu dan sekuat yang saya bisa " ucap dokter Dimi sambil menjabat tangan Raka yang meski usianya jauh lebih muda tapi pikiran Raka jauh lebih dewasa darinya.
" kami pergi dulu ya ay, ka "
" doakan kami agar bisa segera memberikan kabar baik buat kalian berdua " ucap dokter Dimi sebelum meninggalkan rumah Raka dan Aya.
" hubby emang keren kalo soal hati
✍️✍️✍️ bisa aja neng Aya kalo lagi muji suami..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍😍
__ADS_1