
Caca pun menceritakan kejadian beberapa hari lalu saat mama Salsa tiba-tiba saja datang menjemput nya.
flashback on
" ca.. Caca " Caca yang mendengar ada yang memanggilnya di antara banyaknya orang tua yang sedang menjemput anaknya pun melihat satu persatu tapi Caca tidak melihat orang yang dia kenal.
" ca.. Caca " ucap orang itu lagi tapi kali ini sudah berada di hadapan Caca.
" mama.. " meski sudah lebih dari enam tahun Caca tidak bertemu mamanya tapi iya masih sangat ingat dengan mamanya yang tega meninggalkan dirinya dan kakaknya untuk orang yang baru iya kenal.
Salsa memeluk Caca seolah iya memang merindukan anak nya itu, tapi dari raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan jika iya memang merindukan Caca.
Caca hanya membiarkan mamanya memeluk dirinya tanpa ada niatan darinya untuk memeluk balik mamanya.
" sayang .. mama kangen . . kita tinggal sama sama lagi ya ?" ucap salsa tiba tiba.
Caca yang mendengar ucapan ibunya malah memundurkan tubuhnya menjauhi mamahnya yang tiba tiba memintanya kembali, padahal selama enam tahun jangan kan bertemu menelpon dirinya dan juga kakaknya saja tidak pernah.
" apa suami mamah sudah mau menerima kami ?" tanya Caca yang masih mengingat jelas alasan mamanya dulu meninggalkan dirinya dan juga kakak nya karena pak Wili yang tidak mau Salsa membawa serta anak anak dalam pernikahan mereka.
" mama sudah pisah sama om Wili, jadi kita bisa sama sama lagi kayak dulu " ucap salsa mencoba meyakinkan Caca.
" ca .. ayo pulang, pak Badrun sudah nungguin" ucap Ara yang sedari tadi memang mencari Caca.
" ayo " ucap Caca sambil menggandeng tangan Ara menuju mobil ayah mereka yang di kemudikan oleh pak Badrun supir pribadi ayahnya.
" ca.. Caca.." Salsa mencoba memanggil anaknya yang sudah semakin menjauh sambil menari Ara yang salsa yakini anak dari Kiran istri haki saat ini.
flashback off
Ayah haki yang mendengar apa yang di ceritakan Caca yakin jika memang ada niat tertentu dibalik kemunculan kembali Salsa dalam hidupnya dan juga anak anaknya.
__ADS_1
" ca ... ayah boleh nanya ?" tanya ayah haki pada Caca tapi yang menjawab bukan Caca melainkan Kiran.
" ayah mau tanya apa sama Caca ? biar ibu bantuin jawab biar Caca dapat nilai seratus " ucap Bu Kiran sambil mencium tangan haki di ikuti Aya di belakang nya.
" ngga .. ini rahasia ayah dan anak, iya kan ca ?" ucap ayah haki sambil menatap Caca berharap Caca mau di ajak kerja sama.
Caca melihat ke arah ayahnya tapi iya juga ingin bercerita pada ibunya yang sudah seperti ibu kandung. bahkan jika boleh di bandingkan ibu Kiran jauh lebih baik di banding mama Salsa.
" soal mama Salsa " ucap Caca sambil menunduk karena tak berani menatap wajah ayahnya.
" Salsa.. mama Salsa ?" tanya Kiran mengulang ucapan Caca, guna memastikan jika telinganya masih baik baik saja. sedangkan Caca hanya bisa mengangguk membenarkan tebakan ibunya.
" yang.. kita bicara di kamar ok " ucap haki bangkit dari duduknya dan merangkul pinggang Kiran menuju kamarnya.
Kiran mengikuti haki suaminya menuju kamar mereka, sedangkan di Caca dan Aya yang sudah di tinggal ayah dan ibu mereka kini saling tatap dan tak lama Aya membuka suaranya.
" Caca cerita sama ayah kalo mama minta kita tinggal sama mama lagi ?" tanya Aya yang memang sudah di beritahu oleh Caca semenjak kejadian hari itu.
" iya kak karena tadi mama juga nelpon ayah tapi ayah ngga jawab apa apa malah langsung di tutup teleponnya terus ayah keliatan marah " Caca pun menjelaskan kenapa iya bercerita pada ayahnya soal kedatangan ibunya ke sekolah.
Aya dan Caca pun termenung sampai suara Randi menyadarkan keduanya.
" ay tadi Kaka telepon nanyain kamu, kenapa ngga angkat telepon dari kak Raka ?" ucap Randi yang memang di telpon Raka saat Raka tidak bisa menghubungi Aya.
Caca menatap kedua kakaknya, karena Caca juga tau jika kakaknya Aya dan kak Raka lebih dari seorang kakak adik.
Aya menarik tangan Caca ke kamarnya karena ingin menjelaskan apa yang di dengarnya tadi.
" kak .. apa kakak sama kak rada sudah baikan ?" tanya Caca yang jika Aya dan Raka di paksa putus oleh ayah haki.
Aya hanya mengangguk tapi sambil menempelkan jari telunjuk pada bibirnya seolah ini adalah rahasia mereka berdua.
__ADS_1
" Caca bisa kan jaga rahasia kakak..? " tanya Aya pada adiknya, sedangkan Caca hanya bisa mengangguk karena baginya kebahagiaan kakaknya yang terpenting. Caca sedih melihat kakaknya yang sering mengurung diri di kamar selama enam bulan kemarin.
" Caca mau pakai hijab ?" Kaka beliin juga buat Caca sama Ara tapi cuma satu satu sih.. takutnya kalian masih belum mau pakai hijab" ucap Aya sambil mengambil hijab yang memang iya pilih untuk Caca dan juga Ara.
" buat Ara ?" tanya Ara yang tiba tiba saja masuk ke kamar Aya, sedangkan Aya hanya mengangguk sambil mengulurkan tangan yang ada hijabnya.
" makasih kak Aya " ucap Ara sambil mencoba menggunakan hijab sama seperti yang Caca lakukan.
" Caca cantik ngga pakai hijab ?" tanya Caca pada Ara dan Kaka nya Aya.
" cantik.." ucap keduanya.
jika di kamar Aya kakak beradik itu sedang sibuk mencoba hijab yang baru Aya beli, lain lagi dengan yang terjadi di kamar haki dimana Kiran sedang diam mendengar penjelasan haki suaminya.
" yang... bukannya mas ngga mau jujur sama kamu.. tapi mas juga ngga yakin apa tujuan salsa sering menelepon mas " ucap haki sambil menggenggam tangan Kiran sedangkan Kiran hanya menatap wajah suaminya yang terlihat sangat jujur.
" apa mas ngga percaya sama Kiran ?" tanya Kiran tapi haki yang mendengar Kiran menanyakan itu langsung memeluk Kiran, iya sangat takut Kiran marah padanya.
" mas percaya sama kamu tapi mas ngga percaya sama salsa, dan apa yang mas pikirkan akhirnya kini ada jawaban nya " ucap haki yang masih memeluk Kiran.
" salsa ingin Aya dan Caca untuk tinggal sama dia karena dia sudah berpisah dengan suaminya dan mungkin dengan mendekati dan mempengaruhi anak anak dia ingin kembali sama mas " ucap haki hati hati saat mengucapkan itu.
kiran yang memang pernah di khianati memeluk haki begitu erat bahkan wajahnya iya dekatkan di ceruk leher haki.
" kiran ngga mau di duain lagi.. kalo memang mas mau kembali lebih baik Kiran mundur" ucap Kiran dan tak terasa air mata nya kini mengalir di pipi dan membasahi leher haki.
" ini yang mas takutkan jika mas cerita masalah ini sama kamu " ucap haki sambil memeluk erat Kiran yang mungkin traumanya sedang menghantui Kiran.
✍️✍️✍️ pengkhianatan itu pasti akan meninggalkan trauma bagi sebagian orang dan mungkin Kiran salah satunya apa lagi Kiran di khianati saat dirinya juga sedang sakit keras.😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹