
" kakak " ucap kala saat melihat kak Raka yang dari tadi di tunggu olehnya kini sudah datang.
" kala takut kak" kala menangis dalam pelukan kakak tiri yang sangat menyayangi nya.
" Kala tunggu di sini dulu ... tutup saja kupingnya biar kala ngga denger suara ayah atau bunda ok " ucap Raka
Setelah mengucapkan itu semua, Raka keluar dari kamar dan menutup pintunya dengan rapat agar Kala tidak keluar dan menyaksikan pertengkaran ayah dan bundanya.
Raka pun berjalan mendekati ayah dan bunda tirinya yang kini sama sama terdiam terlebih melihat wajah Raka yang sangat serius.
" yah.. Bun..Raka ngga akan ikut campur apa yang sebenarnya kalian permasalahan kan " ucap Raka menatap ayah dan ibu tirinya.
" tapi Raka mohon perhatikan perasaan Kala yang harus menyaksikan kalian terus bertengkar di hadapannya setiap hari " ucap Raka yang menatap hanya pada ayahnya saja.
" ayah kamu tuh selalu membandingkan bunda sama ibu kamu "ucap bunda Ayu berharap mendapat pembelaan dari Raka.
Raka yang mendengar apa yang di sampaikan ibu tirinya, kini menatap tajam pada ayahnya. Raka hanya bisa menahan rasa kesal ada ayahnya yang menjadikan ibunya sebagai kambing hitam atas masalah yang sedang di hadapi nya.
" mau ayah apa sih ?" ucap Raka
" bunda ayu tidak bisa di samakan dengan ibu, mereka dua wanita yang berbeda " ucap Raka yang tak tega melihat bunda Ayu seperti itu.
Meski bunda Ayu kurang begitu baik padanya dan adik adiknya tapi iya pun tak ingin rumah tangga ayahnya hancur kembali dan ibunya yang tidak tau apa apa sampai terbawa bawa.
" ibu sudah sangat bahagia dengan ayah Haki dan Raka harap ayah juga bisa bahagia dengan bunda Ayu dan juga Kala "
" Raka ngga ingin kala mengalami apa yang Raka rasakan dulu, rasanya ngga enak saat melihat ibu yang pura pura tegar meski hatinya hancur " ucap Raka saat mengingat bagaimana dulu ibunya saat tersakiti dengan pengkhianatan ayahnya.
" apa ayah mau jika bunda bandingin ayah dengan laki laki yang bunda kenal dan baik pada bunda ?" ucap Raka mencoba memposisikan ayahnya seperti posisi bunda yang selalu di banding bandingkan.
Regi dan Ayu hanya diam karena memang benar apa yang Raka ucapkan terlebih perasaan Kala yang tak pernah mereka pikirkan.
__ADS_1
" harusnya ayah belajar dari kegagalan pernikahan yang pernah ayah jalani, dan berusaha menjaga pernikahan kali ini "
ayu hanya bisa menangis karena sikap Raka yang jauh lebih dewasa darinya dan dari suaminya membuatnya sangat malu.
" tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada seorang pun yang ingin dirinya di banding bandingkan dengan orang lain termasuk bunda Ayu "
Setelah mengucapkan itu semua Raka berlalu meninggalkan ayah dan bunda Ayu menuju kamar Kala yang mungkin masih bersedih atas perilaku orang tuanya.
" Kala .. " ucap Raka setelah membuka pintu kamar kala.
kala langsung berlari menghampiri Raka yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
" Kaka pulang ya, ingat kalo ada apa apa kabarin kakak di nomor yang tadi ok " ucap Raka sambil mengusap rambut kala yang berantakan terkena bantal.
" kenapa kakak ngga nginep di sini.. ini kan sudah malam " tanya Kala berharap malam ini kakaknya mau tidur di rumah nya.
" lain kali ok.. besok Kaka ada kelas pagi " meski berat kala mengangguk dan membiarkan kakaknya untuk pulang ke kosannya.
" Raka harap ayah dan bunda bisa saling introspeksi diri dan memperbaiki kekurangan masing masing dan Raka harap kalian semua selalu bahagia " ucap nya lagi.
" makasih Raka .. mba kiran memang ibu yang berhasil mendidik anak anaknya sampai kamu sedewasa ini pemikiran nya " ucap bunda Ayu tanpa sadar mengakui keberhasilan Kiran dalam mendidik anak anaknya.
Raka hanya tersenyum mendengar sanjungan bunda tirinya untuk ibunya dan berlalu pergi meninggalkan rumah ayah regi. Raka hanya berharap ayahnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik bukan hanya untuknya dan adik adiknya tapi juga untuk keluarga baru nya juga.
Di kota A tepatnya di kamar Aya, dimana Aya sedang menunggu telepon dari kakak sekaligus kekasihnya apa lagi waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam.
' kakak kemana sih.. biasanya kan jam segini sudah nelpon, Atau jangan jangan..' gumam Aya sembari memikirkan hal yang tidak tidak tentang kakaknya.
' kak Raka tidak akan seperti itu, kakak pasti setia.. apa lagi Kakak sudah janji akan serius dengan hubungan ini ' ucap Aya dalam hatinya lagi.
Dan tak lama orang yang sedari tadi di tunggu kabarnya oleh Aya pun kini mulai menelponnya, dengan penuh semangat Aya mengangkat sambungan telepon dari kakaknya.
__ADS_1
π" halo Assalamualaikum.." ucap Raka meski sebenarnya iya sangat lelah hari ini tapi iya tetap memberi kabar pada kekasihnya.
π" waalaikum sallam kak.. kakak kemana kenapa baru kasih kabar sekarang? Aya kan khawatir ?" ucap Aya yang memang terdengar sangat khawatir.
π" Kaka habis dari rumah ayah regi " ucap Raka singkat.
Aya yang mendengar suara kakaknya yang terdengar lesu memilih mengakhiri panggilannya dari pada nanti akhirnya jadi salah paham.
π" ya sudah kakak istirahat.. ingat jaga diri jaga hati karena ada Aya yang menunggu kakak di sini " ucap Aya mengingatkan kekasihnya.
Raka menyimpan handphone nya setelah sambungan nya terputus, tapi Raka bahagia terlebih saat tau jika Aya serius menunggunya dengan setia.
' tunggu kakak sayang.. besok Kakak akan beri kejutan buat kamu ' gumam Raka sambil melihat Poto Aya di galeri handphone nya.
waktu pun berlalu begitu cepat bahkan dengan penuh semangat Raka datang dan belajar mata kuliah kali ini karena setelah ini iya akan pulang ke rumah dan memberi kejutan untuk kekasih hatinya sekaligus adiknya.
Tapi manusia hanya bisa berencana dan Tuhan lah yang menentukan apakah rencana kita bisa berjalan atau tidak, Raka yang sedang bersiap untuk pulang di hadang oleh Nadia yang memaksanya untuk ikut nonton bersama dengan wahyu Lukman dan juga salsa.
Dengan terpaksa Raka mengikuti teman temannya untuk sekedar melepas penat setelah lelah dalam belajar. bahkan tanpa Raka sadari Nadia mengirim Poto kebersamaan mereka yang sudah iya skop seolah olah hanya ada dirinya dan juga Raka saja.
Nadia dengan penuh semangat mengirim Poto hasil editan nya ditambah caption yang menunjukan kedekatan dirinya dan juga Raka.
Ting.. notif di handphone Aya berbunyi dimana Aya mendapat kiriman Poto dari orang yang tidak iya kenal, meski ragu Aya tetap membuka kiriman Poto itu.
" kak Raka ??"...
βοΈβοΈβοΈ kira kira Poto seperti apa yang di lihat Aya??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee πππΉ