
Salsa yang heran dengan kedatangan Aya dan Raka terlebih mereka membicarakan masalah restu membuatnya mau tak mau mempersilahkan Aya dan Raka untuk memasuki rumahnya.
Dan disini lah mereka, di ruang tamu rumah mama salsa jangan menyangka ada hidangan yang tersedia untuk Aya dan Raka meski hanya sekedar air putih pun tidak.
" langsung saja apa maksud dari restu itu ? dan restu apa yang kamu maksud ?" tanya salsa pada Raka.
" saya sudah menikahi Aya Tante " ucap Raka sambil menggenggam tangan Aya, sedangkan salsa hanya tersenyum yang hanya dirinya sendiri yang tau arti senyuman itu.
" kapan kamu menikahinya ? apa kamu sudah menodai Aya?" tanya salsa sambil menatap pada Aya, sedangkan Aya hanya menggeleng tidak membenarkan apa yang di ucapkan ibunya itu.
" Aya masih suci Tante, kami saling mencintai dan saya akan berusaha membahagiakan Aya semampu dan sebisa saya " ucap Raka meyakinkan ibu mertuanya yang memang hanya memandang apapun dengan uang dan harta.
" baik lah.. Tante restu kalian, bahagiakan dan jaga Aya karena Tante sadar Tante tak pernah memberikan kebahagiaan untuk Aya dan Caca "
" mah.. " Aya berlutut di hadapan ibu nya merasa bersyukur ibunya dengan mudah memberikan restu untuknya dan Raka.
" iya sayang.. mamah doain semoga kamu selalu bahagia dan juga kamu bisa menjadi istri yang baik jangan seperti mama " ucap mama salsa sambil memeluk putrinya yang sebenarnya sangat iya sayangi.
" ya sudah Tante kalo begitu kami pamit " ucap Raka setelah melihat Aya dan mama salsa sudah mulai tenang.
" baiklah.. memang kalian ini mau kemana?" tanya salsa saat melihat ada tas ransel besar di atas motor Raka.
" kakak masih kuliah mah di kota B" ucap Aya sambil bergelayut manja di lengan mama Salsa hal yang belum pernah Aya lakukan seumur hidupnya.
" oh.. lalu nanti kalian hidup bagaimana ?" tanya salsa sambil melihat ke arah Raka.
" saya sudah bekerja Tante dan saya jamin saya bisa mencukupi kebutuhan saya dan Aya " ucap Raka meyakinkan ibu mertuanya, salsa hanya mengangguk dan membiarkan Aya dan Raka pergi karena hari yang beranjak malam.
Kini motor yang di kendarai Raka sudah meninggalkan kediaman mama salsa menuju kota B dimana kehidupan baru mereka akan di mulai.
Kurang dari dua jam Raka melajukan motornya kini mereka sudah sampai di depan kosan Raka yang memang memiliki banyak pintu.
" hai pengantin baru.. baru sampe nih " tanya Wahyu yang sudah dari tadi sampai di kosan.
__ADS_1
" iya tadi mampir ke rumah mertua " ucap Raka sambil menggandeng tangan Aya sambil memasuki kamarnya.
" ay.. klo Raka lagi ngga ada terus kamu butuh apa apa jangan sungkan sama kami ya.. anggap aja kakak kamu juga " ucap Lukman dan di Amini oleh Wahyu juga.
" emang gue mau kemana ?" tanya Raka sambil melihat ke arah kedua sahabat nya.
" ini nih ciri ciri suami posesif " ucap Wahyu.
" ka... kita itu hidup merantau jadi harus saling jaga karena kita ngga tau kejahatan itu bisa di mana saja " ucap Lukman.
" kak.. " Aya pun menarik tangan Raka agar menghentikan perdebatan suaminya dan dua sahabatnya.
" ngga papa ay.. itu tandanya Raka sangat mencintai kamu " ucap Wahyu sambil menarik Lukman agar tidak menggangu Raka dan Aya.
" kenapa kakak bicara seperti itu.. mereka kan sahabat kakak " ucap Aya yang kini sudah duduk di kasur lantai yang sudah di bentangkan oleh Raka.
" iya..nanti kakak minta maaf sama Lukman dan Wahyu " ucap Raka sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Aya.
" ay.. kamu lapar lagi ngga ?" tanya Raka saat mengingat jika mereka makan setelah dari rumah mama salsa mereka mampir di warung pinggir jalan untuk makan malam.
" kakak mau yang lain " ucap Raka sambil melihat dua bukit yang masih belum pernah iya lihat secara utuh.
Aya yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dengan pipi bersemu merah karena malu.
" boleh ya.. " ucap Raka yang masih belum berani melakukan hal lebih tanpa seizin Aya.
Aya hanya mengangguk meski mengangguk nya hanya sekali tapi Raka yang penuh harap langsung bersemangat dan merubah posisinya.
Raka pun kini sudah berhadapan dengan Aya, Raka membelai pipi Aya yang sudah melepas hijab semenjak memasuki kamar kos Raka.
" kamu sangat cantik sayang.. " ucap Raka sambil membelai pipi Aya.
" kamu tau sayang.. dari pertama kakak liat kamu sampai saat ini dada kakak terus bergemuruh saat di dekat kamu " ucap Raka meluapkan rasa yang belum pernah iya utarakan.
__ADS_1
" tapi sekarang kakak bersyukur sudah bisa memiliki kamu meskipun belum seutuhnya karena kamu masih palang merah " Aya hanya bisa menunduk malu mendengar ucapan Raka.
Raka menuntun Aya agar duduk di pang kuan nya dengan posisi yang berhadapan, dengan terampil Raka membuka tunik yang di gunakan Aya.
" kak.. tapi jangan lebih dari ini ya.. Aya kan masih.." ucapan Aya terpotong karena Raka langsung melu mat bi bir Aya tanpa ampun,
menyelinapkan lidah tak bertulang nya dan membelit Li dah Aya dan yang sudah mulai mahir berci uman membalas apa yang kakaknya lakukan.
" kamu sudah pintar sayang.." ucap Raka sambil mengecup sekilas bi bir Aya.
Raka pun melanjutkan penjelajahannya ke leher jen jang Aya yang baru tadi pagi iya telusuri, Raka menghi sap dan meninggalkan jejak cintanya di sana seperti saat tadi pagi.
" buka ya.. " ucap Raka saat baru tiba di bukit Aya yang jika dilihat lebih jelas sudah bukan bukit tapi gunung yang menurut Raka paling indah yang pernah iya lihat. ( ya iyalah orang gue baru liat punya aya doang gimana sih author ini memangnya kita laki apaanπ€π€ )
Aya yang semakin terbuai hanya bisa mengangguk membiarkan suaminya melakukan hal yang iya inginkan pada tu buhnya.
Raka menci umi dan juga sedikit mere mas gunung Aya bahkan Raka mulai menji lati choco chips yang masih berwarna pink karena belum pernah terjamah oleh siapapun.
" kakkkk.. ahhhh" untuk pertama kalinya suara laknat itu pun keluar dari mulut Aya.
" nikmati saja sayang... kakak janji ngga lebih dari ini " ucap Raka di sela sela aksinya.
" tapi kak.. nanti kakak gimana.. " ucap Aya yang tau jika ini akan berdampak pada diri Raka.
" itu urusan kakak " ucap Raka kembali menci um dan Melu mat bi bir Aya, tapi Aya kini mulai merasakan ada sesuatu yang mulai mengeras di bawah sana.
" kak.. " Aya melepaskan tautan mereka berdua kala yang di bawah san semakin terasa mengganjal.
βοΈβοΈβοΈ hayooo loh neng Aya tanggung jawab...uletnya Raka sudah mulai bangun jadi ular..π€π€
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha πππ lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee πππΉ p