
Randi baru saja mengantarkan Anna ke rumahnya setelah membelikan beberapa hijab untuk Anna baik untuk sekolah maupun untuk sehari hari.
" ann besok kalo udah pulang sekolah kabarin ya nanti Kaka jemput kalo kakak ngga ada jadwal kuliah ok " ucap Randi yang masih berada di atas motor sedangkan Anna baru turun.
" dan satu lagi, jangan bilang sama Ara dan Caca kalo kita pacaran ok " Anna menatap penuh rasa tanya kenapa harus merahasiakan status yang mereka miliki dari orang orang.
" kakak tau kamu pasti curiga kenapa kakak menyembunyikan status kita " ucap Randi yang masih betah memandang wajah Anna yang terlihat semakin cantik dengan hijab yang iya pilihkan.
Anna hanya mengangguk karena merasa tidak ada yang salah dengan status mereka toh mereka saling mencintai dan tidak merebut dari siapapun.
" kakak hanya minta kamu fokus dalam ujian dulu " Randi mengatakan hal itu karena memang Anna Ara dan Caca seminggu lagi akan menghadapi ujian kelulusan.
" dan kakak harap saat kamu sekolah menengah atas nanti bisa ikut akselerasi lagi jadi Anna bisa sekolah SMA 2 tahun aja, jadi saat kamu kuliah nanti kita akan bisa bebas pacaran " ucap Randi yang sudah memikirkan jauh ke depan..
Anna hanya bisa menunduk malu saat Randi kekasihnya saat ini sudah memikirkan masa depan mereka jauh ke depan.
" udah masuk sana, kakak pulang dulu ya " ucap Randi yang bersiap meninggalkan Anna menuju rumahnya.
" Anna hanya bisa mengangguk dan melambaikan tangannya saat motor Randi melaju menjauhi dirinya.
" semoga apa yang kakak rencanakan bisa kita capai aamiin" ucap Anna yang kini sudah memasuki rumah ayah dan ibunya.
" dari mana kamu ? kenapa jam segini baru sampai rumah " tanya ibu Sasa.
" Anna tadi di kejar orang yang tidak di kenal tapi Anna berhasil lolos " ucap Anna yang tidak menjelaskan secara rinci apa yang di alaminya saat ini.
" lalu hijab itu kamu dapat dari mana ?" tanya Bu Sasa yang masih penasaran karena sebenarnya Bu Sasa sangat menyayangi anna tapi Bu Sasa hanya ingin Anna menganggap nya ibunya dan melupakan ibu kandungnya Rara.
" uang simpanan Anna Bu, karena mulai saat ini Anna akan menggunakan hijab " ucap Anna sambil berjalan menuju kamarnya.
Anna pun memasuki kamarnya dan akan kembali giat belajar agar bisa mengikuti program akselerasi, Anna pun mulai membuka hijabnya saat sudah berada di depan cermin kamarnya.
" ya tuhan.. kecil sih tapi kenapa merah banget " ucap Anna saat melihat tanda yang di tinggalkan Randi di lehernya.
tringkk tringkk
__ADS_1
Handphone Anna pun berdering dan saat Anna melihat nya ternyata panggilan video call dari Randi pacar dewasanya.
" yang.. kamu belum ganti baju ?" tanya Randi karena melihat Anna yang hanya mengenakan tanktop berwarna hitam yang menambah kesan sek si di mata Randi.
" belum kak, tadi Anna ngobrol dulu sama ibu" ucap Anna yang belum sadar jika tampilannya menggangu pemikiran Randi.
" yang nanti kakak telepon lagi ya " ucap Randi dari sebrang telpon sana.
" kok buru buru, kakak lagi sibuk ya ?" tanya Anna yang masih belum puas berbicara dengan kekasihnya.
" yang .. sekarang kamu liat cermin dan bayangkan jika kamu jadi kakak, apa yang akan Kaka pikirkan saat melihat kamu tampil seperti itu di hadapan kakak "
Anna pun mengikuti apa yang di perintahkan kekasihnya dan benar saja saat melihatnya di cermin Anna baru sadar bahkan pepayanya yang sedang tumbuh saja sampai terlihat jelas bentuknya.
Tanpa banyak bicara lagi Anna langsung menutup sambungan telepon nya bahkan Anna sampai lari ke atas tempat tidur dan menenggelamkan wajahnya di atas bantal menyembunyikan rasa malunya bahkan asetnya yang sedang tumbuh pun sudah terlihat jelas oleh Randi meski masih tertutup tanktop.
Randi yang kini sedang berada di dalam kamar pun malah membayangkan apa yang baru saja iya lihat.
' kamu sudah membuat pikiran kakak jadi kotor an ' ucap Randi sambil melihat galeri foto dimana tadi dirinya yang sedang memeluk Anna dari belakang sengaja iya Poto dan sekarang iya jadikan wallpaper handphonenya.
Tringkk tringkk tringkk
Setelah menunggu sedikit lebih lama Anna pun mengangkat panggilan video call Randi.
" Yang... " Randi sudah lebih lega saat melihat Anna kini sudah memakai pakaian meskipun hanya kaos biasa tapi itu jauh lebih baik untuk mata dan otaknya.
" halo kak .." sapa Anna yang merasa lega karena Randi kembali menghubungi nya.
" yang.. kamu hanya boleh berpakaian seperti itu saat di hadapan kakak saja, dan kakak tidak rela jika kamu sampai memperlihatkan pepaya milik kamu yang sedang tumbuh di hadapan orang lain "
Ucapan Randi sukses membuat pipi Anna memerah bahkan kini wajah Anna tidak lagi terlihat di layar handphone nya sendiri.
" yang.. kakak ngga rela apa yang seharusnya jadi milik Kaka nanti malah terlihat oleh orang lain " mendengar ucapan Randi sukses membuat Anna kembali terlihat di layar handphone nya yang langsung di sambut senyuman oleh Randi.
" maksud Kaka apa " tanya Anna yang belum paham maksud Randi.
__ADS_1
" kakak mau nikahin kamu nanti saat usia kamu sudah bisa di ajak nikah " ucap Randi yang tentu saja membuat Anna yakin jika Randi benar benar mencintai nya.
" ya sudah kamu istirahat ya.. nanti kalo kita ketemu lagi kakak tambahin tandanya tapi di Deket pepaya ya " ucap Randi yang hanya ingin menggoda Anna saja.
" coba aja kalo bisa !!" ucap Anna yang malah menantang Randi.
" ok kita lihat nanti, saat kakak bisa melakukannya bukan hanya tanda merah yang kakak buat tapi kakak juga bisa mempercepat pertumbuhan pepaya kamu itu" ucap Randi semakin ngelantur karena kini Randi malah benar benar membayangkan hal itu.
Anna pun menutup sambungan telepon nya setelah mendengar apa yang di ucapkan Randi tadi.
" kenapa kak Randi jadi mesum gitu sih " ucap Anna yang baru saja meletakan handphone nya di atas tempat tidur nya.
Tink Tink Tink
" maaf ya tadi kakak sembarangan bicara nya, kakak ngga akan melakukan hal itu sampai kita benar benar menikah nanti. tapi jika hanya ciuman boleh kan ?" tulis Randi pada pesan yang iya kirim untuk anna.
Randi yang baru saja mengirim pesan pun kembali menatap langit langit kamarnya sambil menunggu jawaban dari Anna.
" Anna akan memberikan semua yang anna punya untuk kakak saat kita menikah nanti " balas Anna pada kekasihnya.
Indahnya cinta itu kini sedang di nikmati oleh Anna dan randi, meski masih dalam batas yang normal dan wajar, bahkan kehidupan Raka dan Aya juga semakin harmonis dan berwarna setelah kehadiran shalli yang menambah kadar cinta dan sayang diantara Raka dan Aya.
Cinta itu indah jika di hadapkan pada orang yang saling mencintai dan menerima setiap kekurangan dan kelebihan pasangan kita masing masing.
Tapi cinta juga bisa menyiksa saat kita mencintai orang yang tidak mencintai kita, bahkan kita seolah tidak penting untuknya.
Dan cinta juga bisa menjadi obsesi saat kita memaksakan orang untuk mencintai kita tapi saat itu tidak tercapai dia akan melakukan berbagai cara untuk bisa memiliki orang tersebut.
✍️✍️✍️ Terima kasih buat yang sudah setia membaca dan mengapresiasi karya R-kha Adikku kekasihku ( gagal move on).
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1