
" NADIA " bentak Raka yang sudah sangat kesal dengan tingkah temannya itu.
" Raka jangan seperti itu, teman mu pasti hanya bercanda ya kan ? ucap Bu Kiran mencoba menenangkan Raka yang sepertinya terpancing ucapan Nadia.
" om.. Nadia sungguh sungguh suka sama Raka, bahkan dari semenjak SMA Nadia suka sama Raka " ucap Nadia yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan Raka akhirnya mencoba membujuk kedua orang tua Raka agar merestui nya.
Raka yang sudah tidak tahan dengan apa yang di lakukan Nadia langsung berdiri dan meninggalkan teman temannya yang lain agar tidak memperburuk situasi.
Salsa menyenggol tangan Nadia yang sudah sangat keterlaluan, bahkan Wahyu dan juga Lukman hanya bisa menunduk karena merasa tidak enak dengan sikap temannya yang satu itu.
" maafkan teman kami om Tante.. kalo begitu kami pamit saja " ucap salsa mewakili teman temannya yang lain. sedangkan Nadia hanya bisa menatap tidak senang pada temannya yang sepertinya tidak mendukun usahanya mendapatkan raka.
" kalian kenapa sih ? kenapa ngga ngedukung gue buat dapetin Raka ?" tanya Nadia setelah mereka semua memasuki mobil Wahyu.
" nad bukan seperti itu untuk bisa mendapatkan hati raka " ucap salsa mencoba menasehati sahabatnya itu.
Sedangkan Nadia malah mengalihkan pandangannya ke arah jalan tak ingin mendengar apa yang di ucapkan salsa. Wahyu dan Lukman hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Nadia yang sepertinya mulai terobsesi dengan Raka.
Setelah kepergian teman teman Raka haki dan Kiran hanya bisa saling tatap mencoba memahami apa yang dilakukan Nadia.
" pesona Raka kayaknya mulai ngalahin pesona ayahnya " ucap Bu Kiran sambil menggandeng tangan suaminya menuju kamarnya.
" tapi tetap pesona ku masih sanggup meluluhkan hati kamu dan juga ini " ucap ayah haki sambil mere mas pepaya Bangkok Kiran yang tidak pernah bosan iya lahap.
" mas mau makan dulu ngga biar tenaganya power full " ucap Kiran sambil mengedipkan matanya.
" mas mau makan yang ini saja " ucap haki yang langsung menyerang Kiran tanpa ampun bahkan haki membuat Kiran sampai kewalahan karena memang stamina haki yang masih sangat on-fire.
Saat di kamar atas haki dan Kiran sedang berbagi peluh, di lantai bawah tepatnya di kamar Aya. Aya yang langsung masuk ke dalam kamarnya hanya bisa duduk menatap ke arah jendela dimana rintik hujan mulai membasahi bumi.
Aya mencoba memejamkan matanya saat bulir air mata mulai keluar di sela sela kelopak matanya.
__ADS_1
" jangan menangis seorang diri, selama ada Kakak masih ada di rumah ini " ucap Raka sambil memeluk Aya dari belakang sambil menghapus air mata Aya yang malah semakin mengalir deras.
Aya lantas berbalik dan memeluk kakaknya begitu erat menyalurkan rasa cemburunya yang tidak bisa iya perlihatkan saat dengan lantang Nadia mengaku sebagai calon dari Raka.
" Aya ngga bisa seperti ini kak, Kaka hanya boleh jadi milik Aya.. ngga ada yang boleh miliki Kaka selain Aya " ucap Aya dalam pelukan Raka sedangkan Raka hanya bisa memeluk erat adik sekaligus kekasihnya yang memang masih sangat iya cintai.
" jadi Aya mau nya kayak gimana ?" tanya Raka yang sungguh sangat tidak tega melihat Aya yang seperti ini.
" Aya mau kita tetap seperti dulu sebagai seorang kekasih sama sebelum ayah dan Bu tau, kita masih bisa bertukar kabar bahkan video call saat Kaka nanti jauh dari Aya " ucap Aya sambil melonggarkan pelukannya dan menatap kakaknya yang memang lebih tinggi darinya.
" Aya mau jadi adik sekaligus kekasih kakak yang memiliki hak untuk cemburu dan juga untuk bisa menyalurkan rasa cinta Aya buat Kakak " ucap Aya lirih karena merasa malu saat mengucapkan itu semua.
Raka yang mendengar ucapan Aya yang terakhir tersenyum lebar dan tak lama menundukkan wajahnya agar bisa menggapai Bu bir pink milik Aya.
Raka bahkan mendudukkan Aya ke meja belajar agar memudahkan nya memagut bi bir Aya, Aya yang masih diliputi rasa cemburu membalas setiap yang kakaknya lakukan padanya seolah ke duanya tidak ingin kalah.
Raka melepaskan tautan nya setelah melihat Aya yang mulai kehabisan napas tapi masih berusaha membalasnya.
Aya mengangguk dengan air mata yang mengalir di pipinya.
" kok malah nangis ?" tanya Raka saat melihat kesayangannya menangis.
" Aya bahagia kak " ucap Aya kembali memeluk Raka yang masih berdiri di hadapannya
" kakak keluar dulu ya, takut ayah atau ibu ngeliat Kaka keluar dari kamar kamu " ucap Raka setelah mengecup kening Aya.
" kak love you " ucap Aya pelan tapi masih terdengar oleh Raka.
" love you moreeeee my girl " ucap Raka sambil menutup pintu kamar Aya menuju kamarnya.
" Randi ?" Raka yang baru saja di keluar dari kamar Aya langsung di tarik Randi ke kamarnya saat melihat ayah haki yang menuju ke arah mereka.
__ADS_1
" ada ayah kak " ucap Randi sambil menunjuk ayah haki yang memang berjalan ke arah mereka tapi beruntung ayah haki tadi sedang membaca sesuatu di handphone nya jadi tidak melihat Raka yang keluar dari kamar Aya.
" makasih " ucap Raka yang memang melihat ayah haki mengarah pada mereka.
" kak.. Randi tak masalah dengan hubungan Kaka sama Aya karena Randi tau bagaimana Aya yang berusaha terlihat baik baik saja di hadapan kami semua saat kakak tidak ada di sini " ucap Randi sambil berjalan ke arah tempat tidur setelah menutup pintu kamarnya.
Sedangkan Raka memilih duduk di kursi belajar randi dan mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Randi padanya.
" tapi Randi minta jika di rumah Kaka sama Aya lebih hati hati lagi, apa lagi Aya masih sekolah jangan sampai Kaka " belum selesai Randi mengucapkan sesuatu Raka malah memukulnya.
plakk.. Raka memukul pundak Randi yang berpikiran terlalu jauh.
" Kaka tau batasan Kaka, dan Kaka tidak akan merusak orang yang kakak cintai.. pegang kata kata Kaka ini " ucap Raka sambil pergi meninggalkan adiknya.
' semoga kakak bisa memegang ucapan kakak itu ' gumam Randi melihat kepergian kakaknya.
" kak.. kenapa belum istirahat ?" tanya ayah haki saat melihat Raka yang baru saja keluar dari kamar Randi.
" ini juga baru mau istirahat yah " ucap Raka sambil berjalan menuju kamarnya.
Setelah kepergian Kaka sekaligus kekasihnya Aya mengusap bi birnya yang masih terasa bekas bi bir Raka hanya bisa memejamkan matanya sambil menekan dadanya yang masih berdegup kencang.
" I love you moreeeee Raka"
✍️✍️✍️ Jatuh cinta berjuta rasanya...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1