
kiran hanya bisa menghela nafas kala seperti biasa regi menyalahkannya saat ada yang terjadi pada anak anaknya.
" sekarang Kiran tanya, apa jika anak anak tinggal bersama mas anak anak tidak akan sakit? tidak akan celaka ? dan akan selalu bahagia? " tanya Kiran dengan sorot mata kecewa dengan pemikiran regi.
" apa mas bisa jamin jika mereka bersama mas istri mas akan menyayangi mereka seperti mas haki yang menyayangi mereka?"
" apa perlakuan istri mas bisa sama dengan perlakuan mas haki pada anak anak tanpa membeda anak kandung dan anak sambung ?"
setelah mengucapkan semua itu Kiran bangun dari duduknya dan meninggalkan regi dengan segala pemberian nya.
flashback off
Raka yang baru saja membuka cctv swalayan begitu geram dengan pemikiran ayah kandungnya yang terkesan egois.
" Bu hari ini Raka tidak ke sekolah karena sudah bebas, tapi Raka akan pergi ke rumah ayah regi sekalian memberitahu jika Raka sudah lulus sekolah dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi di kota B" ucap Raka pada ibunya yang akhir akhir ini lebih banyak diam.
" ya sudah hati hati di jalan. ingat bicara baik baik dengan ayah regi karena bagaimana pun ayah regi itu ayah Raka " ucap Kiran pada putra sulung.
Raka memang kurang begitu dekat dengan regi bahkan terkesan lebih prontal dalam menyuarakan ketidaksukaan nya pada ayah regi.
" Raka tidak janji Bu " ucap Raka jujur.
" Raka juga udah ijin sama ayah haki jika mungkin Raka akan pulang sedikit malam "
setelah mengucapkan itu semua Raka memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya sambil merangkai kata kata yang pas untuk ayah nya.
' Raka akan sekalian menanyakan kenapa ayah regi selalu saja menyalahkan ibu ' gumam Raka, tak lama terdengar pintu kamar nya yang di ketuk dari luar.
tok tok tok
Raka berjalan menuju pintu karena memang tadi dirinya sempat mengunci pintu kamarnya.
" kak di panggil ibu makan siang " ucap aya dari depan pintu, karena aya memang tidak pernah masuk kamar Raka terlebih ada Raka di dalamnya.
Raka menarik tangan aya agar bisa masuk ke dalam kamarnya, Raka memeluk erat tubuh aya yang tingginya hanya sebatas dada Raka.
" kak " ucap aya yang sebenarnya takut jika ayah dan ibu mereka melihat ini semua.
__ADS_1
" hanya sebentar " ucap Raka masih memeluk ayu, sedangkan aya kini memeluk kakak sekaligus kekasihnya karena aya tau jika Raka memeluknya berarti iya memang sedang butuh sandaran.
" udah ya nanti ayah ibu malah ke sini karena aya sama kakak ngga Dateng Dateng " ucap aya masih dalam pelukan raka.
Raka pun melepaskan pelukannya dari tubuh aya lalu mencium lama kening aya.
" kakak sayang banget sama aya, tunggu Kakak ya, kakak janji akan meminta kamu pada ayah haki setelah kakak bisa memantaskan diri untuk mu "
ucap Raka sambil mengganti tangan aya menuju ke luar kamarnya namun saat keluar kamar Randi sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Raka.
" lama amat " ucap Randi sedikit ketus. Raka dan aya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Randi yang seperti nya sedang badmood.
" ka kamu jadi pergi ke rumah ayah regi ?" tanya ayah haki setelah Raka Randi dan ayu duduk di meja makan.
" jadi yah mungkin agak siang ke sananya " ucap Raka sambil memakan sarapan nya.
" Randi mau ikut ?" tanya ayah haki pada putra keduanya.
" ngga lah yah males " Randi mengucapkan itu bukan karena tidak sayang pada ayah regi tapi di begitu malas bertemu istri dari ayah regi yang sekarang.
Raka dan Randi hanya bisa diam saat ibunya mengingat kan mereka jika ayah regi itu ayah mereka yang sangat egois dan hanya ingin menang sendiri.
haki hanya mengusap usap tangan Kiran berharap perlakuan nya itu bisa membuat Kiran tenang.
" ayo kita berangkat " ucap ayah haki pada anak anaknya.
" yah, aya biar sama Raka " ucap Raka sedikit ragu tapi berharap ayah haki tidak curiga padanya dan ayu.
" Raka sekalian ada perlu ke daerah di dekat sekolah aya dan randi " ucap Raka mencoba meyakinkan ayah dan ibunya.
Haki dan Kiran pun mengijinkan karena memang yang mereka tau jika Raka sangat menyayangi dan menjaga aya jadi tidak ada alasan mereka untuk tidak mengizinkan Raka dan aya dekat.
Akhirnya semua berangkat ke tempat mereka masing masing dimana Randi kini berangkat sendiri, sedangkan Ara dan Caca di antar ayah haki sedangkan aya bersama raka.
Seperti sebelumnya Raka mengendarai motornya dengan sangat lambat karena hanya dengan ini iya merasa dekat dengan Ayu tanpa takut ketahuan dengan kedekatan mereka.
" kak kapan kakak berangkat kuliah ke kota B ?" tanya aya sambil menyandarkan tubuhnya di punggung Raka.
__ADS_1
" mungkin Minggu depan kakak baru berangkat " ucap Raka
Meski berat berjauhan dengan aya dan keluarga nya tapi tekad Raka sudah bulat ingin bisa memantaskan diri agar ayah haki bisa percaya padanya untuk menjaga dan menikahi aya dan juga ingin membuktikan pada ayah regi jika tanpanya dirinya bisa berdiri sendiri.
" yang.. " Raka yang tidak mendengarkan suara aya menghentikan laju motornya di pinggir jalan dan menengok sebentar ke arah aya dan dapat Raka lihat jika mata ayu memerah.
" aya.. sayang.. kakak lakukan ini untuk masa depan kita, kamu percaya kan sama kakak " ucap Raka menenangkan kekasih sekaligus adiknya.
aya hanya mengangguk tanpa suara, Raka pun melajukan lagi motor nya kini dengan kecepatan sedang karena sebentar lagi jam masuk aya. dan benar saja saat aya turun dari motor Raka bel sekolah pun berbunyi.
" sekolah yang bener jangan lirik lirik cowok lain ok " ucap Raka berusaha membuat ayu tersenyum.
" iya, Kaka juga sama jaga hati jaga mata karena ada aya yang akan menunggu kakak " ucap aya membalas gombalan Raka.
Raka pun hanya tersenyum mendengar gombalan aya sambil melihat aya yang mulai berbaur dengan teman sebayanya menuju ruang kelas.
' semoga kita bisa selalu bersama dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa bersama dalam ikatan yang halal ' gumam Raka ambil melihat ayu yang semakin menjauh.
Raka pun melajukan motornya menuju rumah Lukman teman yang nanti akan satu kampus dengannya. Tak terasa motor Raka sudah sampai di depan rumah lukman yang langsung di sambut riuh adik adik Lukman.
" man kamu berangkat ke kota B kapan ? " tanya Raka tapi Lukman hanya diam karena memang dirinya belum bicara pada ibu.
" apa mungkin ibu gue ngizinin gue kuliah di luar kota " ucap lukman ragu.
" tapi... " ucapan Raka terpotong karena mendengar orang yang selalu dia hindari memanggilnya
" Raka ...
✍️✍️✍️nah nah ... siapa orang yang berusaha di hindari Raka ??🤔🤔
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹
"
__ADS_1