
Hari ini suasana pagi di rumah Kiran begitu ramai dimana anak anak Kiran libur sekolah, di tambah hari ini hari Sabtu dimana rencananya haki ingin mengajaknya berlibur ke daerah puncak sekalian perpisahan Raka.
Ya esok Raka kan berangkat ke kota kembang untuk menimba ilmu di universitas negeri favorit nya, Kiran hanya bisa menatap kedekatan putra dan putri sambung nya yang semakin dekat ditambah hari ini liburan membuat hati Kiran kurang begitu tenang.
" ka nanti disana kamu jangan terlalu dekat dengan Aya, ibu belum cerita soal kalian sama ayah " ucap Kiran khawatir.
" Bu percaya sama Raka, meski pun Raka berpacaran dengan Aya tapi Raka sadar akan batasan kami jadi ibu tenang aja ya " ucap Raka pelan karena tak ingin terdengar yang lain.
" paling cuma peluk sama cium doang kan di sana dingin " bisik raka sambil tersenyum ke arah ibunya.
plakk
kiran memukul tangan putra sulung nya yang di ingatkan malah sengaja menggodanya.
" yang sudah siap semua " tanya haki pada kekasih dan pemilik hati nya.
" udah mas.. yu berangkat " Kiran langsung menggandeng tangan haki keluar dari dapur di ikuti Raka yang membawa perbekalan untuk di jalan.
Haki melajukan mobilnya setelah memastikan semua anak anaknya berada di dalam mobilnya. kiran dengan memisahkan duduk anak anaknya dimana anak perempuan mereka ada di bangku tengah sedangkan di bangku belakang hanya ada Raka dan Randi.
" Bu kok Azzam doang yang boleh di depan " tanya Randi menggoda kakaknya yang untuk kali ini tidak bisa berdekatan dengan Aya.
" maunya kamu yang duduk di pangkuan ibu ?" tanya ayah haki membalas godaan, semua yang ada pun tertawa mendengar balasan ayah haki.
" makanya ngga usah ngeledek Kaka " ucap Raka sambil memiting randi, aya hanya bisa tersenyum sambil menjulurkan lidahnya saat melihat ke arah Randi yang sedang di piting Raka.
Tak terasa kini mereka sudah berada di sebuah villa yang telah di reservasi oleh haki untuk keluarga nya. seperti biasa haki selalu memesan villa dengan banyak kamar jadi anak anaknya tidak bertepuk saat tidur.
" Bu Aya tidur sama azzura aja biar Ara sama Caca " sela Aya saat pembagian kamar.
" ya sudah, jadi Raka Randi sama Azzam ya " lanjut ayah haki.
Kini mereka pun memasuki kamar mereka untuk beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan yang lumayan lama karena macet.
Ting bunyi notif di handphone Aya.
π±" yang nanti malam tunggu kakak di teras depan villa ya kita muter-muter keliling villa "
π±" tapi kak kayaknya ibu terus merhatiin kita"
π±" tapi yang cuma ini kesempatan kita buat ngabisin waktu sama sama sebelum lusa Kaka pergi "
__ADS_1
π±" tapi kalo bisa kakak izin sama ibu "
π±" iya itu urusan kakak "
Raka meletakan handphone nya setelah berhasil membujuk Aya untuk bisa jalan bersama nanti malam.
" kak jangan terlalu sering sama sama takut ayah haki tau " ucap Randi mengingatkan kakak nya yang sedang kasmaran.
" tapi ran Setelah ini kakak tidak akan banyak waktu untuk bisa sama sama Aya lagi " Raka mengucapkan itu tanpa melihat ke arah Randi tapi menatap langit langit kamar villa.
" tapi kak, kakak juga harus bisa membiasakan diri berjauhan dengan Aya biar Aya nanti ngga kaget saat Kakak ngga ada di dekatnya " tapi sebelum menjawab Raka melempar sebuah bantal pada Randi
" sok tua kamu ran " ucap Raka.
" kak Raka ngga boleh lempar lempar bantal sama kak randi " ucap Azzam yang dari tadi hanya mendengarkan perdebatan kakak kakak nya.
" kak ayo makan sudah di tunggu ayah sama ibu " ucap Ara
Azzam segera berlari keluar di ikuti Ara
sedangkan Randi dan Raka hanya mengikuti dari belakang.
" tapi ibu udah tau " Raka pun menceritakan kejadian malam dimana dirinya pulang dari tempat ayah regi dan kejadian saat ibu mereka memergoki dirinya yang tidur di kamar Aya.
Randi diam mematung tidak melanjutkan langkahnya menatap seseorang yang berada di depannya sedangkan Raka yang berbicara sambil menunduk tidak menyadari ada seseorang yang mendengar penjelasan nya pada Randi tentang malam itu.
" kak " ayah haki menatap tajam putra sulung nya.
Raka yang merasa di panggil menengadahkan wajahnya dimana kini wajah ayah haki menatapnya tajam.
" yah Raka bisa jelaskan semuanya " ucap Raka sambil berjalan mendekat ke arah ayah sambungan.
Tapi reaksi yang di berikan ayah haki diluar dugaan raka, dimana ayah haki malah menepuk pundak Raka.
" terima kasih karena sudah menjadi kakak yang menjaga adiknya dengan baik " Raka dan Randi sedikit lega karena ayah haki masih belum berpikir jauh tentang kedekatan Raka dan Aya.
" tapi lain kali jika seperti itu Raka jangan segan untuk membangunkan ayah dan ibu karena bagaimana pun kalian semua masih tanggung jawab ayah dan ibu "
" ayo makan, ibu dan yang lain sudah menunggu " ucap ayah haki meninggalkan anak anaknya.
" huhh " Raka dan Randi menghela nafas lega.
__ADS_1
" lain kali kakak harus lebih berhati hati dalam membahas ini " ucap Randi mengingatkan karena iya tau perasaan Raka dan Aya tidak hanya sebatas suka yang biasa.
" iyaaa ayo " Raka berjalan lebih dulu meninggalkan Randi yang hanya bisa menggeleng melihat kakaknya yang begitu tenang.
" kak Randi sama kak Raka lama " ucap si kecil azzura.
" kakak di lempar bantal lagi ya sama kak Raka ? " tanya azzam
" engga "jawab Raka sambil menatap Aya yang terlihat sangat cantik dengan bando kecil sebagai pemanis rambutnya.
Mereka pun makan dengan lahap setelah melalui perjalanan jauh dan melelahkan.
hingga ucapan Raka memecah ketenangan saat makan.
" yah.. Bu .. Raka berangkat ke kota B lusa sekalian bareng sama angga dan yang lainnya " Aya menatap kakak sekaligus kekasihnya.
" sama temen temen Kakak yang dulu nengok kakak ke rumah " ucap Aya memastikan.
" iya kami berenam satu universitas tapi beda jurusan saja " jelas Raka yang tanpa di sadari membuat hati Aya menjadi tidak tenang.
Sedangkan ayah haki dan ibu Kiran hanya mendengarkan keputusan anaknya.
" kakak sudah pamit sama ayah regi?" tanya Bu Kiran pada anaknya.
Raka hanya diam tanpa ingin menjelaskan apakah dirinya sudah pamit atau belum.
" kak tidak baik marah pada ayah terlalu lama karena bagaimana pun ridho dan restu ayah regi itu bisa memudahkan jalan yang akan kita ambil " ayah haki mengingatkan.
" iya yah nanti Raka telpon kalo sudah mau berangkat "
" kakak nanti pulangnya lama ?" tanya azzura yang dari tadi mendengarkan yang sebenarnya pertanyaan itu mewakili pertanyaan Aya.
" mungkin libur semester baru pulang"
βοΈβοΈβοΈ hai hai hai happy reading
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi
love you moreeeee πππΉ
__ADS_1