
Randi dan Aya baru saja tiba di rumah bunda Anna yang tak lain adalah Rara, tapi Randi tidak tau jika Rara yang di maksud adalah wanita yang pernah menghancurkan rumah tangga ibunya dulu.
" ayo kak, bunda pasti udah nungguin Anna " ucap anna penuh antusias karena iya memang jarang pulang ke rumah bundanya terlebih setelah kedekatan nya dengan Randi membuat waktunya tersita bersama Randi.
" bunda " ucap Anna saat memasuki rumah bundanya yang dulu pernah di datangi Raka saat misi menyelidiki ayahnya.
" hai sayang.. " ucap Rara yang juga sangat merindukan putrinya, ya rara memang memilih untuk sendiri selama sisa hidup, meski Anna lebih banyak tinggal bersama Dwi ayahnya.
Anna juga memeluk bundanya tak kalah erat, menyalurkan kerinduan yang sangat jarang bisa luapkan.
" Bu kenal kan ini kak Randi " ucap Anna setelah puas memeluk bunda nya.
" Randi Bu " ucap Randi memperkenalkan diri karena m masih belum mengenali Rara karena banyak sekali perubahan dalam diri Rara. terlebih usia Randi dulu saat kejadian waktu itu masih berusia sembilan tahun..
" Rara bundanya Anna " Rara merasa mengenali wajah Randi yang mirip dengan seseorang di masa lalunya.
" Bu .. kak Randi kesini karena ada yang mau kakak sampaikan ke ibu " ucap Anna saat melihat jika Bunda dan Randi sudah saling mengenal.
" maaf sebelumnya jika kedatangan randi dan Anna kesini terkesan mendadak, tapi Randi yakin jika Randi sungguh sungguh menjalani hubungan dengan Anna dengan serius " ucap Randi sambil menatap Anna dan bundanya.
" saya ingin meminta Anna untuk menjadi istri saya " ucap Randi penuh keyakinan dengan senyum yang memang terlihat sangat tulus.
" saya tau jika Anna masih berusia enam belas tahun dan saya dua puluh empat tahun tapi saya yakin saya bisa menjaga dan membimbing Anna sebagai suaminya kelak "
Anna yang mendengar semua kesungguhan Randi pun hanya bisa menitikan air mata nya yang merasa terharu dengan kesungguhan yang di sampaikan Randi.
" jika bunda khawatir dengan masa depan Anna kelak, bunda tidak usah khawatir karena Randi sudah memiliki pekerjaan " ucap Randi lagi yang masih mencoba meyakinkan bunda Rara untuk bisa merestui dirinya bersama Anna.
Rara melihat keseriusan dari semua yang Randi ucapkan bahkan terlihat binar cinta dan sayang untuk Anna dari laki laki yang datang bersama putrinya untuk pertama kali.
__ADS_1
Rara melihat jika Anna memang memiliki kedekatan khusus dengan Randi tapi Rara tidak menyangka jika Anna akan secepat ini mendapatkan jodohnya.
" apa kamu masih punya orang tua?" tanya Rara hanya ingin memastikan jika tebakannya jika Randi mirip dengan orang dari masa lalunya itu salah.
" masih Bun, dan Randi yakin jika orang tua Randi pasti akan menyetujui apa yang Randi pilih selama Randi bahagia dan juga bisa bertanggung jawab atas apa yang Randi putuskan " ucap Randi yakin jika ayah dan ibunya tidak akan keberatan dengan pilihannya.
" kalo bunda boleh tau siapa ayah dan ibu kamu " ucap Rara dengan dada yang semakin bergemuruh terlebih saat Randi berbicara sangat mirip dengan laki laki yang pernah iya cintai.
" ayah hakiki dan Bu Kiran " ucap Randi dengan suara tegas.
deggg
Ternyata apa yang menjadi tebakannya adalah benar jika Randi memang sangat mirip dengan regi, laki laki yang masih ada di hatinya hingga kini.
" tapi ayah hakiki hanya ayah tiri Randi yang begitu sangat menyayangi kami meski kami hanya anak sambung baginya " jelas Randi
" ayah kandung Randi yang sebenarnya adalah ayah regi " wajah Rara semakin pucat saat mendengar kenyataan yang kini ada di depan matanya, jika putrinya berjodoh dengan anak dari laki laki yang iya cintai.
" mereka sudah mengenal Anna meski hanya sebatas teman dari adik adik Randi saja, karena Randi masih merahasiakan hubungan kami berdua " ucap Randi menjelaskan.
" jika kedua orang tua kamu tidak merestui hubungan kalian dengan alasan yang sangat pribadi, apa yang akan kamu lakukan " ucap Rara hanya ingin melihat seberapa kuat tekad Randi untuk memperjuangkan Anna agar berada di sisinya.
" Randi harus mendengar dulu alasan ya apa baru Randi bisa memutuskan " ucap Randi yang tidak ingin memberikan harapan palsu pada bunda terlebih Anna.
" tapi kak " Anna langsung berpindah ke dekat Randi sambil menggenggam tangan Randi di hadapan bundanya.
" sayang.. kamu tau apa yang di namakan takdir " tanya Randi pada Anna, sedangkan Anna hanya bisa mengangguk tanpa mengucapkan apapun.
" jika memang kita berjodoh, sebanyak apapun rintangan atau sesulit apapun usaha kita untuk bersama jika memang takdir kita bisa bersama pasti kita bisa bersama " ucap Randi sambil menggenggam tangan Anna tepat di hadapan Rara bundanya Anna.
__ADS_1
" baik lah sebelum bunda memberikan restu bunda ingin sekali bertemu dengan kedua orang tua kamu agar mereka juga bisa merestui kalian di hadapan bunda " ucap Rara.
Bukannya Rara tidak yakin dengan keseriusan Randi tapi pernikahan tanpa restu itu sangat lah berat dan Rara tidak mau Anna sampai mengalaminya.
" baik Bun, Randi akan bicara lebih dulu pada ayah regi sebelum bicara pada ibu di rumah " ucap Randi yang kembali menatap Anna dan menghapus air mata Anna yang masih mengalir di pipinya.
" Anna harus percaya sama Kaka, Kaka pasti bisa menyakinkan ayah dan ibu untuk bisa menikahi kamu secepatnya " ucap Randi pada Anna sesuai janjinya saat di kosan tadi sebelum mereka pergi ke rumah bunda Rara.
Mendengar kata kosan membuat pipi anan bersemu merah saat mengingat apa yang mereka lakukan sebelum datang ke sini.
flashback on.
" kak.. sudah.. ahh.. " ucap Anna yang merasa sesuatu yang lain saat Randi sedang melakukan hal yang lebih gila untuk pertama kalinya.
" kakkk.." Anna terus mencoba menghentikan Randi yang sedang berusaha menyenangkan nya.
" jangan di tahan sayang kakak hanya bermain di depan tidak akan sampai merusak aset yang kamu punya " ucap Randi yang kini sedang berlutut di hadapan Anna yang sedang duduk di atas kursi.
" tapi Anna malu kak " ucap Anna yang hendak menutup kedua pa ha nya yang di biarkan terbuka sehingga terlihat gua yang selama ini tersembunyi dan untuk pertama kalinya juga di lihat oleh Randi.
" kakak yang kelak akan menikah dengan kamu, jadi kamu ngga perlu malu " ucap Randi yang terus memainkan lidahnya di sana.
Anna yang sudah semakin terjerumus dengan bujuk rayu randi pun kini malah membuka lebar pa ha nya bahkan semakin mene kan kepala Randi di sana.
" kakak jangan pernah meninggalkan Anna, karena Anna sudah memberikan apa yang Anna punya untuk kakak..
✍️✍️✍️haduh neng Anna kok di kasih sih😤😤 kalo bunda Rara ngga setuju gimana ? belum lagi restu dari ibu Kiran 🤦🤦
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹