
Aya saat ini masih melakukan video call bersama Raka setelah berusaha menenangkan Bu Kiran yang masih memikirkan niatan mama salsa.
π±"Aya udah tenangin ibu dan sekarang tugas ayah buat tenangin sekaligus bahagiain ibu " ucap Aya yang tau jika setelah pertengkaran pasti ada pertempuran yang menguras tenaga.
Jangan di kira di usia Aya dan Raka mereka masih polos.. karena jaman sekarang teknologi semakin maju bahkan di serial drama dan televisi pun sering di pertontonkan dimana setelah pertengkaran pasti ada pertempuran yang membahagiakan
π±" coba kalo Kakak ada di samping kamu ay.. udah Kaka gigit kamu, udah mulai nakal nih..." ucap Raka yang sebenarnya tau niat Aya berbicara seperti itu hanya untuk membuatnya tidak terlalu khawatir pada Bu Kiran.
π±" yang .. Kaka titip ibu, jika terjadi sesuatu sama ibu kabarin Kaka " ucap Raka mulai serius terlebih jika itu sudah berurusan dengan ibunya.
π±" iya kak.. ibu Kiran kan ibu Aya juga, jadi Aya pasti akan jagain ibu semampu dan sebisa Aya " ucap Aya meyakinkan kekasihnya.
π±" kak.. emang kakak ngga bisa pulang ?" Aya kangen " ucap Aya berubah sendu.
π±" maaf sayang, kakak harus fokus agar bisa cepat lulus dan cari kerja agar bisa menikahi kamu " ucap Raka memberi pengertian pada Aya.
π±" iya kak, Aya ngerti " ucap Aya yang kadang tak bisa menahan rasa rindunya pada Raka.
π±" yang.. meski raga kakak jauh dari kamu, tapi kamu harus yakin jika di hati kakak cuma ada kamu " ucap Raka yang tau jika saat ini Aya memang begitu merindukan dirinya.
π±" mending kamu solat terus ngaji biar hati kamu tenang " ucap Raka yang sebenarnya tak tega melihat kekasihnya bersedih.
π±" kakak tutup dulu ya.. nanti kakak usahain pulang .. ok "
π±" assalamualaikum " ucap Raka dari sebrang sana meski sebenarnya iya tak tega mendengar Aya yang memintanya pulang.
" waalaikum sallam " ucap Aya sambil meletakkan handphone nya di samping tempat tidur dan Aya pun memilih untuk merebahkan dirinya karena hari ini dirinya sedang libur karena gurunya sedang mengadakan rapat.
" padahal besok Sabtu Minggu, emang hari itu juga Kaka masih ada kuliah ya ?" tanya Aya pada dirinya sendiri.
" atau jangan jangan " Aya membayangkan Raka sedang bersama perempuan lain hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya berharap Aya yang iya bayangkan tidak akan pernah terjadi.
" Aya yakin dan percaya sama kak Raka kalau kak Raka pasti setia di sana " ucap Aya lagi.
Sedangkan di kota B tepatnya di kosan Raka, Raka pun sama gundahnya dengan Aya, akhirnya iya pun bertanya pada Wahyu yang memang satu jurusan dengannya.
__ADS_1
" yu besok ada mata kuliah ga? " tanya Raka yang tiba tiba saja lupa jadwal perkuliahannya.
" ada Jam sembilan pagi doang, kenapa memang ?' tanya Wahyu yang heran kenapa Raka seolah lupa dengan jadwal kuliah nya.
" abis ngampus gue langsung balik ke rumah dulu ya, titip kosan gue " ucap Raka yang sudah memutuskan akan pulang sekedar untuk memberi kejutan untuk Aya kekasih tersayangnya.
" kenapa lu.. katanya mau Istiqomah.. mau pacaran sehat !!" ucap Wahyu setengah menggoda Raka.
Raka hanya melempar bantal pada Wahyu dan kembali bersiap karena ada jam kuliah satu jam lagi.
Sedangkan di rumah regi saat matahari sudah mulai tenggelam, tengah terjadi pertengkaran hebat antara regi dan ayu, terlebih karena kecemburuan ayu yang begitu besar dan juga regi yang masih belum benar benar move on dari masa lalunya.
" mas sampai kapan rumah tangga kita harus di Bayangi oleh masa lalu kamu ?" ucap ayu sambil berlinang air mata.
" karena kamu memang tidak bisa seperti Kiran yang tidak pernah mengeluh akan banyak hal " ucap regi yang sampai saat ini memang masih terus membandingkan ayu dengan pribadi Kiran.
" tapi mba Kiran sudah bahagia sama mas Haki " ucap ayu yang masih saja menitipkan air mata nya.
" lagian yang ada di hadapan kamu itu aku .. Ayu bukan Kiran !!" ucap ayu semakin emosi.
" kak Raka.." ucap kala karena semenjak Raka kuliah di kota B, Raka memang sering menemui kala di sekolah kala.
Kala mencari handphone yang sering iya gunakan untuk bermain game tapi masih bisa di gunakan untuk menelpon. kala pun mulai mencari nomor Raka yang iya ingat hanya gambar profil di nomor Raka.
πππ kringggg
πππ kringggg
kala langsung menelpon Raka setelah menemukan nomor yang iya yakini nomor kakaknya.
lama kala menunggu sambungan telepon itu tersambung tapi hingga panggilan itu berakhir Raka tidak juga mengangkat telepon nya.
" kak.. kala takut " ucap kala saat pertengkaran ayah dan bundanya semakin menjadi, seolah mereka lupa jika di rumah ini masih ada dirinya.
Kala berusaha menelpon kembali Raka berharap kali ini kakaknya akan mengangkat telepon darinya.
__ADS_1
Dan benar saja setelah dering ke tiga Raka mengangkat telepon dari kala yang sedari tadi terus menghubunginya.
π" halo dek.. assalamualaikum " ucap Raka dari sebrang sana.
π" halo kak Raka " ucap kala yang terdengar sangat sedih oleh Raka.
π" dek .. kamu kenapa ?" tanya Raka yang bisa menebak jika adik tirinya tidak baik baik saja.
π" kak.. kala takut.. ayah sama bunda berantem terus " ucap kala yang memang tidak tau apa penyebab pertengkaran orang tua nya.
π" kakak ke situ sekarang.. tunggu ya.. " ucap Raka sambil menutup sambungan telepon nya.
" ayah kenapa lagi sih.. apa kala harus jadi seperti Raka yang kehilangan masa kecil karena keegoisan ayah " ucap raka yang berbicara pada dirinya sendiri yang tiba tiba saja kesal pada ayh regi.
Kala yang mendengar jika kakaknya akan segera datang langsung berlari ke kamar menunggu kakaknya datang.
Regi dan ayu malah semakin bertengkar hebat, sampai saat terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah regi pun tidak membuat mereka berhenti bertengkar.
Raka yang baru saja turun dari ojek online bisa mendengar dari luar jika ayah dan ibu tirinya sedang tidak baik baik saja.
Raka langsung menerobos masuk saat tau pintu rumah ayah regi tak terkunci dan bisa Raka saksikan dan dengarkan setiap ucapan ayahnya itu terdengar menyakitkan bahkan untukku rak yang mendengar nya apalagi bunda Ayu.
" YAH..!!" teriak Raka yang langsung menyadarkan dua orang yang masih berselisih.
" Raka ?" panggil ayah regi saat melihat putra sulungnya kini ada di rumahnya dan yang lebih buruknya lagi Raka mendengar dan menyaksikan perlakuan nya pada ayu.
Raka pun berjalan untuk menuju kamar yang pernah dulu iya tempati dengan Randi yang kini menjadi tempat tidur kala.
" kakak..."
βοΈβοΈβοΈ kira kira bagaimana sikap Raka terhadap ayahnya yang masih belum bisa melupakan masa lalunya yang mungkin akan menghancurkan masa kini ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha πππ lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee πππΉ