
" anda ayahnya juga kan? " ucap aya yang tidak suka dengan apa yang di ucapkan ayah kandung kakaknya.
" aku tanya padamu ?" akhirnya haki angkat bicara.
" kamu mau mendonorkan darah mu untuk Raka atau tidak ? " ucap haki sambil menatap tajam pada regi yang masih belum bisa berdamai dengan masa lalu seperti nya.
" maaf saya menengahi " sela Arya saat melihat perdebatan dua keluarga Raka.
" jika memang anda keberatan saya bisa mencarikan Donor darah yang cocok untuk Raka "
Ucapan Arya sontak menyadarkan regi tentang keegoisan yang mungkin bisa membahayakan nyawa Raka.
" baik lah saya kan mendonorkan darah saya untuk Raka ANAK SAYA " ucap ayah regi yang memberikan penekanan saat mengucap kata anak saya.
Tanpa menunda waktu lagi suster pun menuntun regi menuju ruang yang biasa di gunakan untuk transfusi darah, sedangkan ayu hanya menatap iri pada Kiran yang meski sudah memasuki usia empat tahun tapi kecantikan nya masih terpancar jelas.
' pantas saja kamu masih belum sepenuhnya lupa sama mantan istrimu mas, mba Kiran bahkan terlihat semakin cantik di usia dewasanya ' ucap ayu dalam hati.
" kala biar tidur di rumah saja yu ada Randi di sana " ucap Kiran yang memang tidak menganggap ayu sebagai musuh atau apapun itu, bahkan Kiran menganggap ayu seperti adiknya sendiri.
" ngga usah mba, sebentar lagi juga kami mau pulang " ucap ayu yang langsung mendapat ucapan Pedas dari Aya.
" pantas saja kak Raka dan Randi tidak mau datang ke rumah ayahnya sendiri jika ibu sambungnya saja tidak peduli pada anak dari suaminya " ucap Aya pelan tapi masih terdengar jelas oleh semuanya.
" sayang.." Bu kiran langsung melihat Aya dan menggeleng kan wajahnya.
" jangan seperti itu.. karena bagaimana pun mama ayu jauh lebih tua dari Aya " ucap Bu kiran mengingatkan Aya tentang sopan santun.
" maaf " ucap ay sambil kembali menatap pintu ruangan dimana Raka sedang berada di sana. tapi tak lama seorang dokter keluar dari ruangan tersebut yang langsung di datangi ayah haki dan juga Bu Kiran di ikuti Aya dari samping ibunya.
" bagaikan keadaan anak kami dok " tanya Bu Kiran cemas.
" Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya dan juga donor darah di waktu yang tepat membuat keadaan Raka semakin stabil hanya tinggal di pindah ke ruang inap " jelas dokter yang menangani Raka
" Alhamdulillah " ucap mereka serempak bahkan Aya dan Bu Kiran langsung memeluk ayah haki menyalurkan rasa bahagianya.
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap Arya saat mendengar teman yang baru di kenalnya sudah melewati masa kritisnya
" maaf om .. tante.. tanpa mengurangi rasa hormat saya izinkan saya yang membayar semua biaya pengobatan Raka selama disini karena Raka bisa seperti ini saat sedang bersama saya " ucap Arya sedikit ragu saat mengucapkan semua itu terlebih saat melihat hakiki yang seperti sangat tegas.
Ayah haki dan Bu Kiran saling tatap menanggapi apa yang di sampaikan teman Raka pada mereka, dan Arya yang paham pun langsung menjelaskan jati dirinya.
" om tenang saja, saya berani berbicara seperti itu karena saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri tanpa harus menyusahkan papi dan mami saya " ucap Arya.
" tapi maaf ya nak ??"
" Arya om.." jawab Arya
" bukan om menolak tapi Raka masih tanggung jawab om dan Tante jadi jika memang nak Arya mau nak arya cukup membantu memberikan keterangan pada polisi nanti karena saya berniat melaporkan semua ini setelah Raka sadar "
Arya hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan kedua orang tua Raka yang memang benar apa yang di ucapkan nya.
" baik lah om .. kalo begitu Arya pamit pulang dulu karena dari tadi mami terus menghubungi Arya " ucap Arya sambil berpamitan pada semua yang ada di sana.
Tak lama regi pun keluar dengan wajah yang sedikit pucat karena memang baru selesai transfusi darah.
" bagaimana Raka " tanya regi pada haki.
" Alhamdulillah Raka sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu di pindahkan ke ruang rawat inap " jelas haki.
" Alhamdulillah.. sebenarnya apa yang terjadi pada Raka ?" tanya regi.
Akhirnya Kiran pun menceritakan apa yang di ceritakan Arya pada mereka bahkan tentang niat haki yang ingin melaporkan orang yang sudah menusuk Raka tapi masih menunggu Raka sadar agar lebih jelas dalam mengambil tindakan.
" kenapa harus menunggu Raka kalo memang dia korban penusukan?" tanya ayu yang dari tadi hanya mendengarkan.
" karena kita ngga tau siapa orang itu dan juga apa yang menjadi penyebab semua itu " ucap Kiran lembut.
" baik lah kalo begitu, kita pulang mas " ucap ayu tapi regi langsung menatap ayu yang tidak sabaran.
" kalo memang kamu sama kala mau pulang ya udah pulang aja sana, mas mau nunggu Raka sadar " ucap regi sedikit kesal dengan ayu.
__ADS_1
" ala uja au unggu kaka " ucap kala masih dengan suara cadelnya.
ayu yang mendengar jika kala juga mau menunggu Raka sadar hanya bisa duduk kembali di samping regi suaminya.
Akhirnya Raka pun di dorong dengan brankar rumah sakit menuju ruang rawat inap dan langsung di ikuti oleh semuanya termasuk regi dan ayu.
" Bu kapan Kaka sadar ?" tanya Aya saat sudah sampai di kamar inap Raka.
" sabar ya .. kita tunggu saja sampai obat bius Kaka habis " ucap Bu Kiran menenangkan anak gadisnya padahal dirinya sendiri juga sangat mengkhawatirkan Raka yang sampai detik ini masih belum sadarkan diri.
" sayang kamu istirahat dulu saja di sofa ajak Aya juga biar mas yang nunggu Raka sadar " ucap ayah haki yang melihat wajah Kiran dan Aya yang terlihat pucat.
" Aya mau duduk di sini aja, biar ayah sama ibu yang istirahat di sana " ucap aya tak sadar jika di sana masih ada ayah regi dan juga Bu ayu.
" ehhmm.. " suara regi menghentikan perdebatan antara Aya dan juga ayah haki.
" kamu istirahat aja Aya biar om yang yang jaga Raka " ucap regi menengahi perdebatan haki dan Aya.
" biar mas aja yang istirahat kan mas abis transfusi darah pasti masih lemas " ucap Bu ayu mengingatkan suaminya.
" kamu tunggu kakak kamu sadar aja Aya " ucap mama ayu, yang tentu saja di sambut senang oleh Aya sedangkan ayah haki dan Bu Kiran hanya bisa membiarkan Aya di sana.
Hampir satu jam mereka menunggu Raka sadar dan akhirnya Raka pun tersadar.
" kakak.. emang kakak ngga pegel tidur terus.. ini Aya kak " ucap Aya pelan agar semua yang ada di sana tidak mendengar nya kecuali Raka.
" Kaka ??
✍️✍️✍️ kapan kamu sadar Raka..?? tau ngga kalo author sampe pegel nungguin kamu sadar apa lagi Aya🤭🤭
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1