
Satu setengah tahun telah berlalu dimana saat ini Aya akan menghadapi ujian akhir di sekolah nya sedangkan Raka semenjak satu tahun lalu sudah mendapat pekerjaan sampingan yang lumayan untuk menambah uang jajan dan memenuhi kebutuhan dirinya dan juga Aya.
" kak doain Aya yah.. semoga ujian aya di mudahkan dan Aya bisa mendapatkan nilai yang sangat baik " ucap Aya yang saat ini sedang melakukan panggilan telepon dengan Raka kekasihnya.
" iya.. kakak doain semoga kamu lulus dengan nilai yang baik dan nanti Kaka akan kasih hadiah yang spesial buat kamu ' ucap Raka yang saat ini juga sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
" kak kapan pulang ?" tanya Aya yang memang semenjak Raka mulai bekerja Raka jadi jarang pulang meski telepon tak pernah terlewatkan.
" kak pulang saat pengumuman kelulusan kamu " ucap raya yang memang sudah sepakat dengan ayah Haki jika dirinya akan pulang saat kelulusan Aya.
" masih lama dong kak ?" jawab Aya yang sudah sangat merindukan kekasihnya itu.
" kak Aya sekolah dulu ya sudah siang " pamit Aya saat melihat Randi yang baru saja keluar dari kamarnya.
" ok semangat ya calon istri muahhh" ucap Raka iseng dan tentu saja apa yang di lakukan Raka membuat pipi Aya merona merah meski Raka tidak bisa melihatnya.
Aya pun menyimpan handphone nya setelah panggilan nya terputus, dan berjalan keluar mengikuti Randi setelah pamit pada Bu Kiran.
" Ran kamu tau ngga kenapa Kaka pulangnya lama amat ?" ucap Aya yang masih penasaran.
" kenapa ngga nanya langsung tadi ?" tanya Randi yang tau jika akhir akhir ini sebelum berangkat sekolah Aya selalu menghubungi kakaknya sekedar berpamitan.
" kakak ngga mau jawab " ucap Aya sambil menaiki motor Randi.
" yang pasti kamu akan bahagia saat nanti kakak pulang " ucap Randi yang malah membuat Aya penasaran.
Raka yang baru saja menyimpan handphone nya mengingat saat terakhir dirinya pulang ke rumah ayah haki dimana dirinya berbicara serius dengan ayah Haki dan juga Bu Kiran.
__ADS_1
flashback on enam bulan lalu
" yah.. Raka mau bicara bisa " ucap Raka yang sudah dua hari ada di rumah, ya saat ini di rumah hanya ada dirinya dan juga ayah dan ibunya saja. Raka memang sengaja meminta Randi membawa semua adik adiknya untuk pergi keluar setelah memberikan dua lembar uang merah sebagai bekal Randi menjaga adiknya.
" mau bicara apa sih kak kayaknya serius amat " tanya Bu Kiran yang baru saja membawakan kopi untuk suaminya.
" Raka ingin menikahi Aya " ucap Raka to the points.
" menikah ?" ucap ayah dan ibu Raka spontan.
" Raka sudah berkerja meski Raka kuliah tapi Raka juga Nyambi kerja di kantor pak Arya di kantor cabangnya di kota B" jelas Raka yang memang tidak memberitahu jika dirinya sudah mulai bekerja.
" dan Raka yakin Mampu mencukupi kebutuhan Raka dan Aya kedepannya " ucap Raka yakin dan hal itu sontak membuat ayah haki bangga dengan Raka yang memang sangat bertanggung jawab tidak hanya saat ini tapi jauh ke depan.
" kapan ?" tanya ayah haki
" Bu.. " Raka berlutut di depan ibunya yang malah semakin deras menangis nya.
" ibu kenapa ?" tanya Raka tapi Bu Kiran malah langsung memeluk kepala Raka yang masih bersimpuh di hadapannya.
" ibu hanya bahagia melihat anak ibu sudah besar dan ingin mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami untuk anak ibu yang lainnya " ucap Kiran sambil mencium kening Raka.
" ibu doakan Raka selalu bisa menyayangi Aya sampai kapanpun dan jangan pernah menyia-nyiakan nya " Raka langsung mengangguk yakin dengan apa yang akan iya lakukan kedepannya.
" baiklah nanti saat Aya sudah mulai ujian saat itu juga ayah dan ibu akan menyiapkan semuanya " ucap ayah haki yang ikut bangga dengan sikap yang di tunjukan Raka selama ini.
flashback off
__ADS_1
" kakak semakin ngga sabar menunggu hari itu ay.." ucap Raka yang sedang memandang Gambar wajah Aya yang di pasang PP laptop nya.
Setelah puas memandangi wajah kekasih hatinya Raka pun melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya tapi tak lama handphone nya kembali berdering dari nomor yang tidak di kenal.
" halo Raka.. apa kabar.. apa kamu masih ingat padaku ?" tanya seseorang dari seberang sana.
Raka yang merasa mengenal suara itu tapi iya lupa siapa pemilik suara tersebut.
" seperti nya kamu lupa sama aku ?" ucapnya lagi.
" aku Salwa teman sekolah mu dulu saat di SMA " ucap wanita itu yang tak lain adalah Salwa, Raka tidak akan mungkin bisa melupakan nama itu karena dia dirinya dua kali di celakai dan yang terakhir Raka hampir kehilangan nyawanya.
" maaf sal .. aku tidak mengenali suara mu " ucap Raka mencoba bersikap tenang.
" ada apa kamu menghubungiku ?" tanya Raka yang sebenarnya bingung Salwa mendapatkan nomor nya dari mana.
" kamu ngga perlu tau aku dapat nomor dari mana, karena saat ini aku sudah ada di depan kosan kamu sekarang " Raka yang mendengar apa yang di ucapkan Salwa langsung berjalan menuju pintu kosannya.
Raka membuka sedikit jendela kamar kosnya dan melihat apa benar Salwa ada di depan, dan benar saja jika saat ini Salwa dan juga ayahnya kini ada di luar.
' *mau apa mereka ke sini '
✍️✍️✍️ sebegitu nya pesona Raka sampai sampai bisa membuat wanita tergila-gila padanya🤭🤭*
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹