Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Manja...


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu dimana Raka dan Aya semakin lengket terlihat jika mereka bahagia menjalani pernikahan mereka mereka kadang ada riak kecil yang menyapa tapi mereka bisa mengatasinya terlebih Raka yang selalu berusaha mengerti dan memahami Aya yang masih sering labil.


Raka pun segera dah menyelesaikan kuliahnya dan kini dirinya sudah bekerja sebagai asisten Arya bukan lagi pegawai paruh waktu. Aya dan Raka pun kini sudah tinggal di kota A tapi tetap terpisah dengan ayah haki dan Bu kiran.


" hubby bisa ngga kita pulang ke rumah ibu malam ini " ucap Aya setelah mereka selesai makan malam, Raka melihat ke arah aya terlihat seperti memendam sesuatu.


" kenapa yang.. cerita sama hubby kenapa kamu mendadak ingin pulang malam ini " ucap Raka yang tidak biasanya Aya bersikap manja seperti ini.


" Aya mau bobo sama ibu " ucap Aya sambil menundukkan wajahnya, Raka pun tersenyum mencoba mengerti dengan sikap Aya, tapi tiba tiba iya mengingat sesuatu.


" yang.. kamu sadar ngga kalo semenjak kita melakukan itu kamu belum pernah datang bulan " ucapan Raka sontak saja membuat Aya mengeluh perutnya tanpa sadar.


" dan jika hubby perhatikan ada perubahan pada tubuhmu seperti ini dan ini " ucap Raka sedikit mere mas da da dan juga bo kong Aya.


" apa mungkin Aya hamil by ?" tanya Aya sambil menatap suaminya


" Aya tunggu di sini ya, hubby beli alatnya dulu nanti setelah itu baru kita pulang ke rumah ibu ok " ucap Raka penuh semangat.


Aya pun hanya mengangguk karena tak pernah iya bayangkan jika dirinya dan Raka akan di beri kepercayaan yang begitu cepat.


" jika kamu sudah ada di dalam rahim ibu, ibu akan dengan senang hati menjaga mu dan ibu harap kamu tidak nakal di dalam d jangan menyusahkan ayah ya " ucap Aya sambil mengelus perutnya.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit Raka keluar mencari yang iya butuhkan, kini Raka sedang menunggu Aya yang sedang melakukan tes di kamar mandi rumah kontrakan nya.


" ya tuhan jika memang engkau memberikan kepercayaan padaku dan Aya secepat ini, izinkan aku agar bisa menjaga merawat dan mendidik dia kelak " ucap Raka yang sudah tidak sabar menunggu Aya keluar dari kamar mandi.


" hubby... " Aya memeluk Raka tanpa menjelaskan semuanya, saat ini yang Aya mau hanya ingin memeluk suaminya Raka yang begitu sangat iya cintai.


" ay.. apa hasilnya ?" tanya Raka yang sudah tida sabar meski kini dirinya masih dalam pelukan Aya.


" maaf... " ucap Aya sambil memeluk Raka bahkan kini Raka bisa merasakan dadanya yang menghangat yang jika boleh iya tebak itu adalah air mata Aya.


" tidak apa apa sayang.. yang penting kamu jangan putus semangat dan terus berusaha " ucap Raka mencoba menenangkan Aya, tau Aya malah menggelengkan kepalanya sambil melepaskan pelukannya dari Raka.

__ADS_1


" Aya hamil By.. kita akan mempunyai seorang anak " ucap Aya tak terasa air mata nya menetes saat mengucapkan itu semua.


Raka kembali menarik Aya kedalam pelukannya bahkan Raka juga mencium puncak kepala Aya penuh rasa sayang dan rasa syukur.


" ayo.." ucap Raka sambil menarik Aya ke dalam kamar kontrakan nya.


" by... tapi Aya ingin kita nginep di rumah ibu " Raka tersenyum sambil mencium kening Aya.


" memang Aya ngga ingin bawa baju ganti buat di sana ?" tanya raka saat sudah sampai di depan lemari pakaian mereka, Aya hanya mengangguk dan mulai berkemas.


Hanya butuh waktu satu jam perjalanan menggunakan mobil yang di berikan Arya sebagai fasilitas kerjanya bersama Arya membuat Raka bernafas lega karena di saat Aya hamil muda dirinya bisa memberikan kenyamanan untuk istrinya.


tok tok tok


" yah... Bu.. " ucap Aya yang sudah tidak sabar ingin membagi kebahagiaan dengan kedua orang tuanya.


" yang sabar..mungkin ibu sedang di kamar jadi belum membuka pintunya " ucap Raka sambil merangkul pinggang Aya.


" loh kakak sama Aya ?" Randi sedikit heran karena tidak biasanya Raka pulang ke rumah lebih dari pukul sepuluh malam.


" ran ibu mana ?" tanya Aya mengacuhkan kekesalan Randi karena mereka datang malam malam.


" ada di kamar baru aja masuk " ucap Randi sambil kembali masuk ke dalam kamarnya.


Raka dan Aya pun masuk ke dalam rumah ayah haki tapi Aya melanjutkan langkahnya menuju kamar ayah dan ibunya yang ada di lantai dua.


" Bu.. yah.. " Aya masih mengetuk pintu kamar orang tuanya, dan tak lama pintu kamar pun di buka tapi ayah haki yang keluar dan langsung menutup pintunya lagi.


" yah.. ibu mana " tanya Aya sambil melihat pintu kamar ayahnya yang masih tertutup.


" ibu ada di dalam " ucap ayah haki yang tak membiarkan Aya untuk masuk ke kamarnya.


" yah .. Aya mau masuk.. Aya mau ketemu ibu" ucap Aya yang terus mencoba masuk tapi masih di tahan ayahnya, tak lama pintu kamar pun terbuka dan orang yang di cari Aya pun keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Bu.. Aya mau tidur ya sama ibu " ucap Aya yang langsung menyampaikan keinginan nya.


Kiran dan haki saling menatap tak mengerti kenapa Aya ingin tidur bersamanya dan saat Raka menghampiri mereka, haki dan Kiran pun malah mencurigai Raka yang mungkin menyakiti Aya.


" Aya kenapa ka ?" tanya Bu Kiran pada anak sulung nya, tapi Raka malah mengangkat bahunya dan malah kembali turun kebawah menuju kamarnya.


" ka tunggu " ucap ayah haki yang harus menuntaskan rasa penasarannya tentang Aya.


" Bu.. Aya boleh kan bobo sama ibu " ucap Aya yang berubah manja pada Kiran dan kini Aya bergelayut manja di tangan Kiran.


" boleh.. tapi jelaskan dulu sama ibu kenapa Aya seperti ini " ucap Kiran yan hendak berbalik menuju kamarnya karena Kiran pikir Aya ingin tidur bersamanya di kamarnya.


" Bu.. Aya mau Bobonya di kamar Aya yang lama " ucap Aya yang belum selesai mengutarakan keinginan nya.


Kiran menarik nafasnya karena tidak mengerti dengan Aya yang semakin aneh menurutnya.


" ya sudah ayo " ucap Kiran yang kini sedang menuruni tangga untuk menuju kamar.


" Bu sini dulu " ucap ayah haki karena Raka ingin menyampaikan sesuatu pada mereka berdua.


Kiran dan Aya sudah duduk di sofa keluarga tapi Aya tetap menempel pada Kiran sedangkan Raka hanya bisa tersenyum melihat Aya yang berubah manja tapi di mata Raka sangat menggemaskan.


" ka.. ayo sekarang jelaskan Aya kenapa " ucap ayah haki yang semakin tidak sabar Mendengar penjelasan Raka.


" yah..Bu.. Aya hamil.. "


✍️✍️✍️ hai hai happy reading...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2