
Raka dan Arya akhirnya berhasil mengejar mobil yang menyerempet Raka tadi karena mobilnya sangat mudah di kenali.
" ka kamu yakin jika orang itu yang mencoba mencelakai kamu ?" tanya Arya agar tidak salah sasaran.
" sangat yakin pak, apa lagi orang yang di dalam mobil juga orang yang sama yang pernah mencelakakan saya satu tahun lalu.
" baik lah.. kamu bisa melawan mereka ?" tanya Arya yang sebenarnya belum mengenal Raka dengan baik tapi jika di lihat dari penampilan Raka termasuk anak yang bisa di percaya sehingga membuat Arya mau membantu Raka.
" sangat bisa " ucap Raka yang mulai melajukan mobil Arya agar bisa menghadang dan memberhentikan paksa mobil itu.
" hati hati ka" ucap Arya saat Raka tiba tiba saja menyalip dan memberhentikan mobilnya tepat satu meter didepannya dari mobil sasaran nya.
Raka turun dengan penuh percaya diri dan langsung mengetuk pintu mobil yang menyenggol Raka tadi, dan tak lama orang yang mengendarai mobil itu pun ikut turun.
Raka yang merasa familiar dengan wajah orang tersebut mencoba mengingat siapa dan ada masalah apa Raka padanya, tapi tetap saja Raka tidak merasa memiliki masalah dengan orang tersebut.
" ada masalah apa anda dengan saya ? tanya Raka langsung pada intinya.
" anda tau, anda sudah dua kali berusaha mencelakai saya !! " tanya Raka baik baik.
" kamu memang tidak memiliki masalah dengan saya tapi kamu sudah membuat masalah sama anak saya yang otomatis menjadi masalah saya juga ?" ucap nya panjang lebar.
" masalah dengan anak bapak ? siapa?" tanya Raka yang memang tidak merasa memiliki musuh.
" KARNA KAMU ANAK SAYA HAMPIR KEHILANGAN NYAWANYA!!" ucap orang itu yang tiba tiba saja emosi, tepat saat Arya juga baru sampai di samping Raka.
" anak anda? siapa ? apa saya mengenalnya?" ucap Raka yang benar benar tidak mengerti dengan situasi yang sedang di hadapinya.
" SALMA "
" Salma ??" ulang Raka.
" iya.. karena kamu Salma sampai mau mengakhiri hidupnya " ucap orang itu lagi.
" saya ??" tunjuk Raka pada dirinya sendiri.
" ya kamu, karena kamu yang tidak mau menjadi kan Salma pacar mu, sehingga Salma memutuskan untuk mengakhiri hidupnya " ucap orang itu lagi.
" tunggu .." Arya sejenak menengahi perdebatan antara Raka dan laki laki yang belum di ketahui identitas nya.
__ADS_1
" apa hubungan bapak sama Salma ?" tanya Arya yang langsung di Amini oleh Raka
" kenalkan saya Baron ayahnya Salma, orang yang paling terpukul saat Salma hampir saja mengakhiri hidupnya " ucap orang yang di yakini adalah ayahnya Salma.
" mungkin bapak yang terlalu memanjakan Salma hingga Salma menjadi pribadi yang seperti itu" ucap Arya yang sebenarnya berniat mengingatkan pak Baron jika apa yang di lakukan nya dalam mendidik Salma itu salah.
" dia anak saya, jadi wajar saja jika saya menuruti segala kemauannya apapun itu " ucap pak Baron yang tak mau di salahkan.
Raka dan Arya hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat dengan alasan pak Baron.
" tapi memang apa yang bapak lakukan itu memang salah "
" karena tidak semua keinginan anak itu harus kita turuti dan tidak semua yang anak kita inginkan bisa mereka dapatkan" ucap Raka sehalus dan sebijak mungkin.
" dan apa untungnya bapak mencelakakan saya bahkan sampai dua kali?" tanya Raka yang masih tidak mengerti.
" saya ingin orang tua kamu juga merasakan apa yang saya rasakan saat saya hampir saja kehilangan Salma " ucap pak Baron.
" apa Salma tau jika bapak melakukan itu pada saya?" ucap Raka sambil menatap wajah tua dari orang tua yang mengaku ayah dari Salma.
Pak Baron hanya diam karena memang semua yang iya lakukan dan anak buahnya lakukan tanpa sepengetahuan Salma.
" awasss..!!" Raka yang tidak fokus dengan serangan dadakan akhirnya terpental saat terkena tendangan dari samping.
Arya yang melihat Raka di serang dari samping berusaha membantu Raka karena jumlah kelompok mereka hanya ada kurang dari enam orang..
Raka pun mulai melawan serangan demi serangan yang di berikan oleh anak buah pak Baron.
" awasss...." ucap Arya saat melihat Raka yang ditusuk oleh salah satu anak buah nya Baron.
Raka pun ambruk dengan pisau yang masih menancap di tubuhnya tepatnya di bagian perut atas samping.
Karena keadaan yang tidak terkendali terlebih Raka yang sudah tergeletak di pinggir jalan, akhirnya membuat semua anggota pak Baron dan pak Baron memilih mundur tadi lokasi.
" ka.. " Arya panik melihat darah yang tidak berhenti mengalir di perut Raka, meski iya harus bisa mengendalikan rasa takutnya akan darah
Arya langsung mencoba membangunkan tubuh Raka dan memapahnya menuju mobilnya.
" ka.. Raka.. kamu harus bisa bertahan ka.." ucap Arya yang mulai mengendarai mobil nya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Hanya butuh waktu lima belas menit untuk bisa sampai di rumah sakit. di bantu suster dan dokter jaga , Raka langsung di tangani untuk bisa menghentikan pendarahan akibat tusukan senjata tajam.
" keluarga pasien ?" tanya suster yang tadi menyambut tubuh Raka saat di keluarkan dari mobil Arya.
" saya .. " ucap Aya ragu tapi iya sepertinya memiliki rasa tanggung jawab dengan keadaan Raka saat ini.
" ini handphone dan juga dompet pasien ya pak"
Jika di sini raka sedang mendapatkan penanganan, lain halnya di rumah ayah haki dimana mereka sedang kedatangan pak Tarjo yang mengantarkan motor kesayangan Raka tanpa di ketahui kemana Raka saat ini.
" pak Bu.. saya di tugaskan atasan saya untuk mengantarkan motor ini atas nama Raka " ucap Tarjo karena memang hanya di perintahkan seperti itu.
" pak .. Raka nya kemana ?" tanya Bu kiran yang mendadak mengkhawatirkan keadaan anak sulungnya.
Aya juga memiliki kekhawatiran yang sama dengan ibunya karena memang tidak biasanya Raka seperti ini.
" sebentar ya Bu saya telpon atasan saya karena memang saya tidak tau tujuan mereka" ucap pak Tarjo tapi tak lama iya kembali mengucapkan sesuatu yang semakin membuat Bu Kiran dan juga Aya semakin khawatir.
" tapi sebelum pak Arya dan Raka pergi, Raka sempat di serempet orang dan pak Arya berusaha menolongnya " ucap tapak Tarjo menjelaskan.
" apa mungkin atasan bapak membawa kakak saya ke klinik ?" tanya Aya semakin khawatir dengan keadaan kakak spesial nya.
Pak Tarjo berusaha menghubungi pak Arya berharap bis tau posisi atasannya dan juga Raka agar tidak membuat keluarga Raka khawatir. dan tak lama sambungan telepon pak Tarjo pun tersambung dengan Arya atasannya.
" assalamualaikum pak .. maaf mau nanya posisi bapak dimana ? keluarga Raka seperti nya khawatir ? ucap pak Tarjo menjelaskan.
" saya di rumah sakit kota, Raka di tusuk orang "
Pak Tarjo yang sengaja me lost speaker sambung handphone membuat suara Arya terdengar jelas oleh Bu kiran dan juga aya.
" di tusuk " ucap serempak Bu Kiran dan juga Aya, tapi reaksi tubuh Aya di luar dugaan Bu Kiran karena Aya tiba tiba saja tidak sadarkan diri
" AYAHHHH " teriak Bu Kiran memanggil pak haki yang masih berada di taman samping rumah, sedangkan Bu Kiran masih merangkul tubuh Aya yang tidak sadar kan diri.
✍️✍️✍️ apa yang akan terjadi pad Aya dan juga raka? apa mereka akan mulai kembali dekat atau🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹