
" Raka " ucap seorang wanita yang selalu Raka hindari, dengan ragu Raka membalik tubuh nya melihat jika orang yang memanggilnya orang yang benar benar iya hindari.
" Salma " panggil Raka saat melihat jika yang memanggilnya adalah gadis yang berusaha di hindari nya.
Ya dia adalah Salma gadis yang pernah menyatakan cinta pada Raka dan pernah mencoba bunuh diri karena di tolak cintanya oleh Raka.
" hai sal " ucap Raka basa basi
" man gue balik dulu ya lain kali kita sambung lagi " ucap Raka segera meninggalkan rumah Lukman dan menaiki motor nya namun di luar dugaan Salma turun dari motornya dan memegang tangan Raka yang tentu saja itu membuat Raka menghentikan langkahnya.
" kenapa kamu terus menghindari ku ka ?" tanya Salma pada Raka.
" bukan menghindar sal tapi aku memang harus pergi ada yang harus aku urus " ucap Raka sambil melepaskan tangan Salma dan mulai melajukan motornya meninggalkan rumah Lukman.
" salma masuk yu" ajak Lukman yang memang menaruh hati pada Salma tapi Salma seolah menutup hati nya hanya untuk Raka.
" makasih man lain kali saja " tolak Salma
setelah mengucapkan itu Salma melajukan motornya menuju rumahnya setelah sampai rumah Salma di sambut oleh ayahnya yang selalu khawatir pada anak gadisnya yang cenderung labil.
" dari mana sal ?" tanya ayah Salma yang bernama Baron.
" abis ketemu sama Raka yah, tau ngga yah Raka tambah ganteng Salma jadi makin cinta sama Raka " ucap Salma tanpa rasa malu sedangkan pak Baron hanya menatap sedih pada anak gadisnya yang seperti mengemis cinta pada seorang pria.
" Salma udah minum obat ?" tanya pak Baron,
Salma hanya menggeleng karena memang Salma sangat tidak suka dengan obat.
" Salma sayang dengerin ayah, kalo Salma ngga minum obat terus kambuh saat lagi sama Raka nanti rakanya ngga suka sama Salma gimana coba ?" ucap pak baron membujuk putrinya.
Salma pun tersenyum dan menuruti ucapan ayahnya yang menyuruh nya meminum obat, ya Salma mengidap OCD ( obsessive compulsive Disolder ) hingga membuatnya susah untuk di kendalikan.
' kenapa Salma harus bertemu dengan bocah tengik itu, aku tidak akan memaafkannya jika sampai Salma mengulangi kelakuannya yang dulu ' gumam pak Baron saat melihat anaknya yang sudah meminum obat.
Raka baru saja tiba di rumah ayah regi saat menjelang siang hari dimana adik tirinya sedang bermain di teras rumah yang dulu menjadi tempatnya bermain bersama Randi dan Ara.
Kala melihat kakak yang di kenalkan ayah nya sebagai kakaknya kini baru saja tiba di depan rumah nya.
__ADS_1
" kakak.. " ucap kala mencoba mengingat siapa nama kakak di hadapannya ini.
" kak Raka " ucap Raka sambil mengusap rambut kala yang di biarkan panjang.
" ayah ada ?" tanya Raka pada adiknya, sedangkan kala hanya mengangguk dan berlari masuk ke dalam rumahnya.
" ayah .. bunda ada kak laka di lual " ucap kala yang masih belum bisa menyebut huruf R.
Raka mengikuti kala masuk ke dalam rumah yang penuh dengan kenangan masa kecil yang kini hanya tinggal kenangan.
" ka.. ayo masuk " bunda ayu mempersilahkan anak sambungnya untuk masuk, ayah regi berjalan mendekati anak sulungnya yang sangat jarang datang ke rumah nya.
" yah " Raka mencium takzim tangan ayah regi dan juga bunda ayu.
" Randi dan Ara ngga ikut ? " tanya ayah regi memastikan sedangkan Raka hanya menggeleng.
" ada yang mau Raka bicarakan sama ayah " ucap Raka serius, bunda ayu yang baru saja membawakan makanan dan minuman kini duduk di samping suaminya.
" Raka mau kuliah " Raka sengaja menjeda ucapkannya hanya ingin melihat reaksi ayah dan bunda sambungnya.
" Raka kuliah di kota B dan Minggu depan Raka berangkat, Alhamdulillah Raka dapat beasiswa jadi tidak terlalu memberatkan ibu sama ayah haki " ucap Raka penuh kebanggaan.
" kamu ingin membanggakan ibu dan ayah sambung kamu itu " ucap bunda ayu
Raka hanya bisa mengepalkan tangannya terlebih saat ayah nya hanya diam dan membiarkan istri barunya berbicara seperti itu.
" Raka ngga ada niat apa apa, bahkan Raka tidak akan meminta sepeser pun uang dari ayah " ucap Raka sambil menatap ayahnya.
" Raka hanya ingin memberitahu jika anak sulungnya kini sudah bukan anak anak lagi yang akan diam jika ibunya di sakiti " ucap Raka sambil menatap tajam pada ayah nya.
Bunda ayu hanya diam karena tidak mengerti dengan arah pembicaraan Raka, sedang kan ayah regi menatap putranya yang mulai tidak bersahabat.
" jangan mengusik kebahagiaan ibu jika ayah sendiri tidak bisa memberikan kebahagiaan itu untuk kami " akhirnya Raka meluapkan Semua yang dirinya pendam sejak lama.
" maksud kamu apa?" tanya bunda ayu
"bunda bisa tanyakan langsung sama ayah dan apa yang ayah lakukan pada bunda " ucap Raka.
__ADS_1
" mas maksud Raka apa? " tanya ayu pada suaminya.
" sekarang Raka mau tanya ?" ucap Raka sambil melihat kearah ayah dan bunda nya.
" apa jika Raka Randi dan Ara ada di sini bunda bisa menerima kami ?" tanya Raka langsung.
sedangkan bunda ayu yang mendengar itu hanya membuang muka tak ingin melihat Raka.
"ayah lihat, baru saja cuma ucapan saja tapi bunda sudah membuang mukanya, apa lagi jika kami benar benar tinggal di sini !!" Raka hanya bisa tersenyum mengejek.
" Jika sampai Raka melihat dan mendengar ibu menangis karena ayah dan ucapan ayah jangan salahkan Raka jika tidak lagi peduli dan menghormati ayah " ucap Raka tegas
Setelah mengucapkan itu semua Raka melangkah keluar menuju motor nya dan mulai melajukan motornya meninggalkan segala rasa sakit dan kecewa yang di torehkan ayah dan bundanya.
Sepeninggalan Raka, ayah regi menatap ayu yang kini hanya bisa diam.
" apa kamu benar benar tidak perduli dengan anak anakku dan Kiran? " ucap regi kecewa.
" aku hanya sakit hati dengan perlakuan Kiran dulu saat kita baru saja menikah, dimana dia tidak ingin kita mendekati anak anaknya " ucap bunda ayu berkelit.
" lagian kenapa kamu masih saja sering menelepon Kiran ? apa kamu masih cinta sama dia? " bukannya menjawab pertanyaannya ayu tapi regi memilih pergi meninggalkan istrinya yang mulai kembali cemburu.
' apa begitu sulit buat kamu melupakan anak dan mantan istri kamu mas ' gimana ayu sambil melihat regi yang pergi memasuki kamarnya.
' mungkin ini karma untuk ku yang tergoda dengan kesenangan dan keegoisan yang semu, maafkan aku Kiran maafkan ayah.. Raka .. Randi.. Ara ..' sesal regi dalam hatinya.
Raka melajukan motornya dengan kecepatan penuh seolah meluapkan rasa kecewa nya dan juga rasa sedihnya pada sikap dan perilaku ayah regi dan bunda ayu.
Tapi tiba tiba saja bayangan Aya dan janjinya pada Aya yang akan selalu pulang dalam keadaan sehat dan selamat membuat Raka tersadar jika apa yang di lakukan nya bukan hanya membahayakan dirinya tapi juga membahayakan orang lain
Raka pun menepikan motor nya sebentar di pinggir tebing yang cukup curam sambil berteriak meluapkan semua emosi yang dirasakannya.
" AAARRRHHHH...
✍️✍️✍️ jangan mengira jika diamnya anak itu tidak mengerti dengan apa yang terjadi tapi iya hanya butuh waktu untuk bisa mencerna dan meluapkan semua ya seperti bom waktu
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹