
Nadia tidak menyangka jika dokter yang akan Aya datangi adalah orang yang akan di jodohkan padanya, jadi saat Nadia mulai memasuki ruang pemeriksaan menemani aya dan Raka dirinya hanya bisa diam sambil menundukkan wajahnya.
" pagi dokter Dimi " ucap Aya setelah membaca nama dokter yang terletak di atas meja.
" pagi nyonya atau nona Aya ?" tanya dokter Dimi karena melihat Aya yang masih sangat muda.
" Aya aja dok " ucap Aya ramah tapi tidak dengan Raka yang merasa cemburu Aya begitu ramah dengan dokter Dimi.
" Bu Raka dok " ralat Raka dan Dimi hanya tersenyum melihat Raka yang begitu terlihat mencintai istrinya.
" dan yang ini mau ikut pemeriksaan juga" tanya dokter Dimi pada Nadia yang masih saja menunduk sedangkan dokter Dimi tidak tau jika wanita yang tadi iya tanya adalah Nadia wanita yang di jodohkan dengannya.
Nadia mengangkat wajah nya sambil menatap wajah dokter Dimi yang memang terlihat gagah dengan stelan jas Snelli yang di pakainya.
" pagi nad" sapa dokter Dimi yang memang menyukai Nadia semenjak melihat foto Nadia yang di perlihatkan ibunya.
" pagi " ucap Nadia basa basi.
" baik.. ibu Raka ada keluhan apa ?" tanya dokter Dimi yang mulai melakukan pemeriksaan pada Aya dan sambil melihat layar komputer sedangkan tangannya memegang alat yang iya pegang di atas perut Aya.
" nah ini dia.. masih sangat kecil tapi cukup memberikan kebahagiaan untuk orang orang di sekelilingnya" ucap dokter sambil mengukur dan menghitung usia janin yang sedang di kandung Aya saat ini.
" ada keluhan?" tanya dokter lagi pada Aya karena aya malah ikut memperhatikan layar dimana buah cintanya dengan Raka kini sudah ada di dalam rahim nya.
" baru tadi pagi saja dok mual muntah nya " jelas Raka sedang Aya masih melihat ke arah layar dengan wajah yang berkaca kaca.
" sabar ya Bu.. tunggu tujuh bulan lagi nanti dia akan ada di antara kalian " ucap dokter.
" yang penting perhatikan asupan makan ibu hamil dan juga vitamin nya jangan sampai lupa juga satu yang paling penting "
" si ibu dilarang stres atau banyak pikiran dia harus selalu happy " ucap dokter Dimi pada Aya tapi matanya menatap Nadia yang dari tadi hanya diam melihat kebahagiaan di antara Raka dan juga Aya.
" nad ... kamu tidak ingin mengenalkan ku pada teman mu ?" tanya dokter Dimi sebelum mengakhiri memeriksa Aya.
__ADS_1
Raka dan Aya langsung menatap Nadia yang malah memilih menundukkan wajahnya yang terlihat kurang nyaman dengan ucapan dokter Dimi.
" mungkin nanti di rumah Nadia mau cerita dok " ucap Aya yang mencoba mengerti ada sesuatu di antara Nadia dan dokter Dimi.
" baik.. ini resep obatnya .. bulan depan kembali lagi untuk kontrol selanjutnya " ucap dokter Dimi karena pasien nya masih banyak yang harus di tangani.
" terima kasih dok.. " ucap Aya dan Nadia yang keluar lebih dulu.
" pak Raka " dokter Dimi menghentikan Raka yang baru saja akan keluar menyusul istri dan temannya.
" bisa saya minta bantuan anda ?" tanya dokter Dimi berharap Raka bisa membantunya mendekati Nadia.
" jika anda bersedia Anda bisa menghubungi saya karena ini menyangkut Nadia " ucap dokter Dimi sambil mengulurkan kartu nama nya pada Raka.
" nanti saya jelaskan jika anda mau membantu saya, tapi maaf saat ini saya sedang tugas banyak pasien yang sedang menunggu saya " Raka pun menerima kartu nama dokter Dimi.
Tanpa banyak bicara Raka pun meninggalkan ruangan dokter menyusul Aya dan juga Nadia yang sudah ada di ruang pengambilan obat.
" nad .. dokter Dimi itu siapa ?" tanya Raka setelah duduk di sebelah Aya istrinya.
" yang.. hubby langsung ke kantor ya.. kamu pulang bareng Nadia ngga papa ?" tanya Raka karena mendadak mendapat telepon dari atasannya untuk segera datang ke kantor.
" santai aja ka... Aya akan aman pulang bareng aku.. aku janji " ucap Nadia karena semenjak malam tadi iya kini paham kenapa Raka sampai begitu cintanya sama Aya karena suka Aya yang memang sangat dewasa dan juga bisa mengambil hati.
" aku titip Aya ya..nad" ucap Raka yang mencoba percaya jika Nadia kini sudah berubah menjadi lebih baik.
" iya ka.. kamu tenang aja " ucap Nadia yang senang kini Raka sudah mulai baik lagi padanya meski hanya sebagai teman tapi itu sudah cukup buat Nadia.
Raka pun meninggalkan Aya bersama dengan Nadia menuju kantor sedangkan Aya dan Nadia kembali ke rumah Aya dan Raka.
" kak.. Aya ganti baju dulu ya " ucap Aya yang sudah tidak nyaman dengan pakaian yang iya pakai, sedangkan Nadia hanya mengangguk dan membiarkan Aya melakukan apa yang iya mau.
drrrtt drrrtt
__ADS_1
Handphone Nadia pun Bergetar, Nadia pun melihat jika yang mengirim pesan padanya adalah dokter Dimi.
huhh Nadia membuang napasnya dengan kasar karena ternyata dokter Dimi belum jera mengejar dirinya.
" kenapa kak " tanya Aya yang melihat jika Nadia kurang nyaman tapi entah karena apa.
" ay.. ayah dan ibu menjodohkan ku dengan anak teman ibu " ucap Nadia yang sudah tidak sabar ingin bercerita pada Aya.
" terus masalahnya dimana ?" tanya Aya yang belum paham.
" kakak masih ingin seperti ini " ucap Nadia tapi Aya paham maksud Nadia.
" kak.. maaf jika ucapan Aya nanti menyinggung Kaka tapi ada baiknya Kaka mencoba kenal lebih dulu dengan orang yang di jodohkan dengan kakak " ucap Aya sambil menatap wajah Nadia.
" Aya ngga bisa melarang kakak untuk tidak suka sama kak Raka, tapi semakin kakak membiarkan rasa itu ada semakin sakit nanti yang kakak rasakan " ucap Aya lagi dan Nadia menyadari itu.
" kata orang obat dari sakit hati yaitu hati yang baru.. maksudnya mencoba membuka hati untuk orang lain dan disini orang tua kakak melihat jika anak teman ibu Kakak bisa mengobati hati kakak " ucap Aya.
" tapi ay.. dia terlalu agresif dan juga terkesan posesif padahal dia masih calon apalagi jika sudah jadian beneran " ucap Nadia menceritakan alasannya tidak menyukai calon yang ibunya kenalkan.
" maksud kakak dokter Dimi orang yang akan di jodohkan dengan kakak " tanya Aya tiba tiba saja antusias.
" iya.. kamu liat kan tadi bagaimana tadi dia seperti itu di hadapan kalian " ucap Nadia sambil cemberut.
" ya wajar dong kalo dokter Dimi seperti itu, berarti iya ingin mengenal dengan siapa saja calon istrinya berteman dan bergaul "
" apa lagi calonya cantik dan pintar seperti kakak dan juga terlihat jelas jika dokter Dimi menyukai kakak " ucap Aya sedikit menggoda Nadia.
" tapi apa kakak bisa mencintai dia ay..?"
✍️✍️✍️ hai hai hai... happy weekend..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹