Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Pengalihan Emosi Kiran


__ADS_3

Setelah pembicaraan salsa berakhir dengan Kiran yang menangis karena mengira haki akan kembali menduakannya, kini Kiran terlihat lebih pendiam sampai sampai haki dibuat kelimpungan untuk membuat Kiran kembali ceria.


Bahkan sampai saat sarapan pagi Kiran masih lebih banyak diam sampai Randi dan Aya di buat heran dengan sikap ibu mereka.


" yah .. ibu kenapa ?" bisik Randi karena tidak suka melihat ibunya yang seperti ini.


" ibu kepikiran soal mama salsa, ya ?" tanya Aya, ayah haki langsung mengangguk membenarkan.


" biar Aya yang bicara sama ibu.. yah " ucap Aya yang memang sangat menyayangi ibu sambungnya itu.


Aya pun beranjak dari duduknya bahkan dengan penampilan barunya yang mulai menggunakan hijab menambah Aya menjadi semakin anggun meski usianya baru enam belas tahun.


" Bu.. boleh Aya masuk " ucap Aya saat pintu kamar orang tuanya terbuka sedikit.


" masuk aja sayang.. " ucap Kiran saat anak gadisnya yang mulai mengikuti jejaknya memakai hijab meminta ijin memasuki kamarnya.


Aya pun masuk dan ikut duduk di samping tempat tidur ibunya yang sedang membereskan pakaian yang baru selesai di strika oleh bi Jum.


" Bu.. ibu kenapa ?" tanya Aya yang memang seperti Nya ibunya itu menghindari tatapan nya.


" ibu ngga kenapa Napa kok " ucap Kiran yang masih berusaha menyibukkan diri.


" Bu ... Aya anak ibu bukan ?" ucap Aya yang sudah tak tahan dengan sikap ibunya lalu menarik tangan ibunya agar bisa iya genggam.


Bu Kiran menatap sejenak anak gadis yang sudah begitu iya sayangi sama seperti anak kandungnya. dan kini dengan alasan anak salsa ingin mengambil Aya dan Ara hanya untuk bisa kembali dengan haki.


" Bu.. jangan memikirkan ucapan mama Salsa.. sampai kapan pun Aya akan tinggal di sini bersama ibu dan ayah " ucap Aya menatap ibunya penuh keyakinan.


" dan Aya yakin jika Ara pun akan bersikap sama seperti yang Aya lakukan " ucapnya lagi.


" tapi mama Salsa kan mama kamu juga " ucap Kiran yang masih saja mengingatkan Aya jika memang Salsa itu ibu kandung mereka.


" iya mama salsa itu mama kandung Aya dan juga Caca yang dengan tega meninggalkan kami hanya untuk bisa bersama dengan laki laki yang baru dia kenal " ucap Aya yang masih saja marah jika mengingat apa yang mamanya lakukan padanya dan Ara.

__ADS_1


" dan sekarang demi kembali bersama ayah menjadikan kami alasan untuknya kembali, apa itu yang di namakan ibu ?" ucap Aya tak terasa air mata nya menetes.


Bu Kiran memeluk putri sambungnya yang memiliki trauma seperti nya, kini keduanya pun sama sama menumpahkan air mata yang memang berusaha mereka tahan.


Sedangkan ayah haki dan Randi hanya bisa melihat dari luar pintu jika memang Kiran dan Aya sama sama memendam luka.


Ibu Kiran pun melepaskan pelukannya dengan anak gadisnya bahkan Bu Kiran membantu menghapus air mata Aya yang terlihat masih mengalir.


" sudah ah.. nanti kalo kakak telepon terus liat wajah kamu atau ibu sembab, kakak pasti khawatir bisa bisa pulang " ucap Bu Kiran mencoba menghibur Aya.


" ibu jangan pernah berpikir Aya dan Ara akan memilih mama salsa dari pada ibu, karena menurut kami ibu jauh lebih dari sekedar ibu sambung untuk Aya dan Ara " ucap Aya


" apalagi berpikir ayah akan menduakan ibu buat balik lagi sama salsa, ayah lebih baik mat " Bu Kiran langsung memeluk ayah haki agar tidak meneruskan ucapannya yang menurut Kiran sangat mengerikan.


" jangan bicara seperti itu, ibu ngga suka " ucap Bu Kiran sambil memeluk suaminya di depan Aya dan juga Randi.


Tak lama Aya dan Randi memilih keluar dari kamar orang tuanya dan menutupnya dengan rapat.


" gue pasti bantuin jika Lo butuh sesuatu " ucap Randi sambil berlalu ke kamarnya.


Sedangkan di kamar Haki dan Kiran masih berpelukan bahkan Kiran seolah tak ingin melepaskan pelukan suaminya.


" yang.. kalo kamu seperti ini terus yang ada kita akan Bermandi peluh " bisik Haki di telinga Kiran yang di akhiri kecupan di telinga Kiran.


Tapi bukan nya takut Kiran malah menyatukan bi birnya dengan bi bir haki seolah semuanya bisa iya lahap, haki yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja bersemangat karena jika Kiran yang memulai lebih dulu iya akan mendapat pelayanan spesial dari Kiran.


Dan benar saja, Kiran mendorong haki hinggap terlentang di atas tempat tidur sedangkan Kiran mengunci pintu agar tidak ada yang akan bisa menghentikan nya dan haki mengarungi lembah kenik matan.


Haki hanya bisa pasrah menik mati keliaran Kiran di atas tu buhnya bahkan sampai pelepasan pun Kiran yang menguasai semuanya.


Saat nafas keduanya pun masih terengah handphone Haki pun berdering, Kiran yang melihat jika itu panggilan dari Salsa pun mengangkat sambungan telepon setelah mendapat kan izin dari Haki suaminya.


πŸ“ž" halo Assalamualaikum mba " ucap Kiran membuka suara lebih dulu.

__ADS_1


πŸ“ž" waalaikum sallam mas haki mana ?" tanpa rasa malu Salsa berani menanyakan haki pada Kiran secara langsung.


πŸ“ž" mas haki sedang sibuk " Kiran mengucapkan yang sebenarnya karena memang Haki masih sibuk menyu su pada gunung kem bar miliknya.


πŸ“ž" alasan " ucap Salsa yang tidak percaya.


πŸ“ž" apa harus aku Poto Kalo mas haki lagi apa? nanti kamu pengen lagi " ucap Kiran yang mulai tidak menyukai sikap salsa yang terlalu berani.


πŸ“ž" memang lagi apa.. lagian masih pagi Haki ngga suka main kalo pagi " ucap Salsa yang semakin berani dan tentunya tak tau malu.


πŸ“ž" mas.. ah.. pel..an " ucap Kiran saat Haki sengaja menye DOT sedikit kencang karena kesal mendengar Salsa berbicara seperti itu.


Dan sambungan itu pun di putus sepihak oleh Salsa yang tidak tahan mendengar suara aneh Kiran dan memang terdengar suara deru nafas yang tidak beraturan yang iya yakini suara Haki.


" mas iseng ih.. kan malu tadi suara Kiran terdengar oleh mba Salsa " ucap Kiran sambil membelai rambut haki yang masih dalam posisi yang sama, sedang haki tak menjawab ucapan Kiran.


" lagi ya.. tapi jangan di sini " ucap haki sambil menggendong Aya ala bridal style menuju kamar mandi. sedangkan Kiran hanya bisa mengikuti kemana suaminya membawa nya.


Jika di kamar haki masih terjadi pertempuran yang menguras peluh lain lagi di kamar Aya yang kini sedang video call dengan kakak tersayang sekaligus kekasihnya.


" yang.. kenapa matanya sembab seperti itu ?" tanya Raka yang memang masih terlihat jelas wajah sembab aya.


" mama salsa bikin ulah lagi " ucap Aya yang memang selalu bercerita masalah apapun pada kakak tersayangnya.


" terus ibu gimana ?" ucap Raka yang tau jika ibunya sensitif tentang orang ke tiga.


✍️✍️✍️ selamat hari Sabtu.. happy weekend...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2