Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Sabar Ya Sayang...


__ADS_3

Aya yang merasakan ada yang mengganjal di bawahnya pun langsung menatap kakak sekaligus suaminya kini.


" kak "


" iya .. kakak tau itu ulat yang sudah berubah menjadi ular berbisa yang siap memasuki gua tapi guanya masih ada halangan " ucap Raka diakhiri tawa yang menggelegar dari keduanya.


" kakak nih bisa aja bahasanya " ucap Aya sambil memeluk suaminya karena tubuh atasnya yang sudah tidak memakai sehelai benang pun.


Raka menarik selimut untuk menutupi bagian atas Aya dan mencium kening Aya tanpa bosan.


" bersih bersih sana udah malam.. " ucap Raka.


" tapi kakak gimana ?" tanya Aya yang pernah membaca suatu artikel dimana menahan has rat terlebih saat sang ular telah siap bisa membuat orang tersebut merasa kurang nyaman bahkan gelisah.


" memang Aya mau bantu ?" ucap Raka yang sebenarnya hanya berniat menggoda Aya saja.


" memang Aya bisa bantu apa ? kan Aya nya masih halangan " ucap Aya yang kurang paham cara membantu mengeluarkan itu.


" pake ini dan ini " ucap Raka pada bibir dan tangan Aya.


" caranya. " Aya yang tidak tega pada kakaknya pun semakin penasaran dan ingin membantu suaminya.


" nanti saja kakak ajarkan " ucap Raka sambil menuntun Aya menuju kamar mandi yang ada di sudut ruangan.


" kan ngga lucu masa keperjakaan kakak di ambil sama bibir dan tangan kamu " bisik Raka pada Aya.


" ok.. makasih kakak sayang " Aya mencium pipi Raka sebelum masuk ke kamar mandi Raka.


" ya.. solo lagi deh ini mah.." ucap Raka sambil mengelus ular berbisanya.


Mulai malam ini Raka dan Aya belajar mandiri belajar menjadi pasangan suami istri meski belah durennya masih harus tertunda tapi tak mengurangi kebahagiaan Raka dan Aya yang bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.


Lain halnya dengan Randi yang terus memikirkan ucapan Ara dimana ana yang iya pikir anak kelas tiga tai ternyata sudah kelas enam.


" memang seberapa pintar sih anak itu sampai ikut kelas akselerasi dan bisa lompat kelas " ucap Randi sambil menatap langit langit kamar tapi yang iya lihat malah wajah ana yang sedang tersenyum padanya.


" hah bocil.. kamu mengalihkan dunia ku " Randi pun mencoba memejamkan matanya tapi bayangan ana semakin terlihat jelas di matanya.

__ADS_1


Hingga usahanya untuk tidur pun akhirnya berhasil Randi tertidur lelap, begitu juga dengan Raka dan Aya yang baru saja memejamkan matanya karena malam yang semakin larut.


Pagi pun tiba dimana Ara dan Caca minta di antar sekolah oleh kakaknya karena ada kelas tambahan untuk persiapan menuju ujian kelulusan.


" kak ayo nanti telat, kalo nungguin ayah lama" ucap Caca ya sudah siap menunggu Randi yang sedang mengeluarkan motor nya.


" iya.. ayo kita berangkat, sudah pamit sama ayah ibu ?" tanya Randi pada dua adik nya.


" udah kok kak.. " ucap Ara dan Caca sambil menaiki motor Randi.


Hanya butuh waktu dua puluh menit kini Randi sudah sampai di depan sekolah Ara dan Caca berbarengan dengan kedatangan ana yang sedang berjalan seorang diri.


" Ra .. memang ana rumahnya Deket sini ?" tanya Randi saat melihat wajah Anna yang meskipun masih kecil tapi terkesan dewasa di penuhi peluh seperti sangat kelelahan.


" Ara ngga tau kak.. nanti Ara tanya kalo Kaka penasaran " ucap Ara sambil menunggu kakak laki lakinya.


" hai ana.. " ucap Caca berjalan berdampingan dengan Ara saat ana melewatinya.


Randi hanya melihat Ara dan Caca yang mulai memasuki sekolah nya bersamaan dengan ana.


Sedangkan di kosan Raka pagi ini terasa berbeda terlebih karena ada nya Aya yang menambah kehangatan di kosan itu.


" yang.. kamu jangan kemana mana ya, kakak usahain selesai kuliah langsung pulang " ucap Raka yang khawatir meninggalkan Aya seorang diri.


" iya hubby, Aya ngga akan kemana mana "


" Aya bakalan nungguin suami Aya yang tampan ini pulang kuliah, kan nanti kita mau ke rumah yah regi kan ?" ucap Aya mengingatkan Raka jika mereka harus ke rumah ayah regi.


" iya nanti kita ke rumah ayah regi, kan mau ngenalin istri Kaka yang cantik ini " ucap Raka sambil menarik Aya ke pelukannya.


" jadi makin ngga sabar nungguin kamu beres.. " ucap Raka yang kembali meninggalkan jejak di tengkuk leher Aya.


" sabar ya sayang, nanti kalo Aya sudah siap Aya kasih tau Kaka " ucap Aya yang mengerti bagaimana usaha Raka untuk bisa menahan has rat nya.


" ya sudah kakak berangkat ya.. " Raka pun berangkat kuliah karena Wahyu dan Lukman yang sudah memanggil manggil di depan kosan.


" Aya mana ka?" tanya Wahyu karena Raka hanya keluar seorang diri.

__ADS_1


" ada di dalem, yu ah kita berangkat biar cepet pulang lagi " sontak saja ucapan raka membuat Wahyu dan lukman berpikir macam macam.


plakk Raka memukul pundak Wahyu dan Lukman karena tau pikiran Wahyu yang tidak sama dengan maksudnya itu.


" ngga usah mikir macem macem, gue sama Aya mau ke rumah bokap gue minta restu " ucap raka sambil melajukan motornya meninggalkan dua sahabatnya yang malah salah tingkah karena salah mengartikan ucapan Raka.


Setelah Raka pergi Aya mulai merapikan kamar kos kakaknya yang tidak seberapa besar, dan hanya butuh waktu satu jam saja semuanya sudah selesai.


" terus Aya ngapain lagi " ucap Aya sambil rebahan di tempat tidur Raka, Aya pun mengingat jika ada yang harus iya pelajari tentang membuat suaminya senang selama dirinya sedang halangan.


Aya pun menyalakan laptop miliknya yang sengaja di bawa dari rumah, Aya mulai berselancar di dunia Maya mencari informasi yang ingin iya tau dan pembelajaran untuk menjadi suami istri yang baik.


Sampai pada suatu artikel yang membahas masalah suami istri terutama tentang malam panjang yang belum pernah iya dan Raka lakukan.


" apa Kaka sudah tau ya caranya ?" ucap Aya yang mulai menebak nebak seberapa tau Raka tentang hal itu.


" kakak tau karena itu ngga butuh membaca tapi itu sudah ada dalam naluri setiap manusia " ucap Raka yang kini sudah memeluk Aya dari belakang.


" kakak kok sudah pulang.. terus gimana kakak bisa masuk ?" tanya Aya karena merasa sudah mengunci pintu kamar kosannya.


" kakak punya kunci cadangan sayang " ucap Raka yang kini meletakan dagunya di tengkuk leher Aya.


" kamu sedang mempelajari apa ?" tanya Raka sambil melihat hasil penjelajahan Aya di dunia Maya.


" jadi gimana kamu sudah siap ?' tanya Raka pada Aya yang masih berada dalam pelukannya.


" Aya harus siap karena akan berdosa jika seorang istri menolak ajakan suaminya " ucap Aya malu malu.


" tapi nanti ya nunggu Aya suci " ucap Aya sambil mencium pipi suaminya.


✍️✍️✍️ sabar ya Raka.. 🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2