Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Raka Insecure


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Raka mengucapkan ikrar ijab kabul atas Aya lima tahun lalu, dimana Aya kini terlihat semakin cantik dan dewasa sehingga membuat Raka semakin overprotektif pada aya.


" yang.. kamu yakin mau kuliah ?" tanya Raka yang sebenarnya sangat setuju Aya melanjutkan studinya yang sempat terhenti karena pernikahan mereka.


Aya duduk di pinggir tempat tidur dirumah mereka yang baru dua tahun di tempati keluarga kecil Raka dan Aya. Aya hanya menepuk tempat tidur di samping dirinya meminta Raka untuk duduk di samping nya.


Raka pun menuruti apa yang di perintahkan istri tercinta nya yang sudah memberinya seorang putri cantik buah hati mereka.


" Hubby sebenarnya kenapa ?" tanya Aya hanya ingin memastikan jika apa yang di khawatir nya itu memang benar.


greppp


Tanpa banyak bicara Raka langsung memeluk Aya, wanita yang sudah lebih dari dua belas tahun iya cinta tapi hingga saat ini bukannya berkurang tapi cinta itu semakin bertambah seiring berjalannya waktu.


" hubby kenapa? " ucap Aya sambil membalas pelukan Raka, tapi Raka hanya menggeleng dalam pelukan Aya.


" hubby ngga izinin Aya kuliah " mendengar itu Raka hanya diam, bukan karena terasa berat tapi lebih pada cemburu jika nanti Aya mempunyai teman kampus laki laki yang seumuran dengan Aya.


" by.. Aya ngga akan melakukan apa yang memang tidak di restui oleh hubby, jadi hubby hanya perlu bilang kalo memang hubby ngga izinin Aya "


Mendengar itu bukannya senang tapi Raka malah mempererat pelukannya pada Aya bahkan Raka semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aya yang masih belum tertutup hijab.


" hubby hanya takut " ucap Raka yang sudah mengurai pelukannya pada Aya, kening Aya pun mengkerut tidak mengerti dengan maksud kalimat Raka barusan.


" hubby ini sudah tua dan kamu masih sangat cantik dan juga pintar, jika kamu nanti kuliah kamu akan bertemu banyak orang atau mungkin banyak laki laki yang lebih tampan dan sempurna melebihi Kaka " ucap Raka yang akhirnya menyampaikan apa yang menjadi kegundahan nya selama beberapa hari ini.


Aya yang mendengar penuturannya suaminya itu hanya bisa tersenyum dan mengecup sekilas bi bir Raka yang sedikit cemberut karena cemburu yang entah di tujukan untuk siapa.


" sekarang Aya tanya.. " ucap Aya yang menampilkan wajah yang terlihat serius di mata Raka.


" Aya ini siapanya hubby ?"


" istri hubby " ucap Raka

__ADS_1


" siapanya shalli ?" tanya Aya lagi


" ibunya shalli " ucap Raka


" menantunya siapa ?"


" ibu Kiran " jawab Raka


" lalu apa yang hubby takutkan !!!" ucap Aya.


" kalo memang Aya ngga cinta sama hubby, ngga mungkin Aya mau di ajak nikah secepatnya bahkan saat Aya belum pernah merasakan yang namanya masa muda " ucap Aya sambil menggenggam tangan Raka.


" jangankan merasakan masa muda, bahkan Aya hanya pernah mencintai satu laki laki setelah ayah haki " ucap Aya sambil mencium tangan Raka.


" laki laki itu adalah Raka anaknya ibu Kiran yang sudah mencuri semua hati Aya tanpa tersisa untuk siapapun "


Mendengar itu semua Raka memeluk erat tubuh Aya yang memang semakin sek si tertutup gamis yang selalu Aya gunakan sehari hari.


Awalnya Aya dan Raka kan berangkat ke kampus yang sudah Aya pilih, bahkan Aya dan Raka sudah menitipkan shalli ke rumah ayah haki dan Bu Kiran agar mereka bisa fokus mendaftar kuliah Aya.


Tapi mungkin rencana pendaftaran Aya harus di tunda beberapa jam kedepan karena ada yang harus di salurkan ( tapi bukan BLT )


" yang apa kita buat adik saja ya buat shalli " ucap Raka yang masih melucuti apa yang mereka kenakan.


Aya hanya tersenyum akan maksud ucapan suaminya yang sepertinya sangat takut jika sampai dirinya berpaling.


" baiklah, hubby mau buat berapa adik buat shalli ?" tanya Aya yang mulai mendorong Raka agar dirinya bisa memimpin permainan mereka.


" dua saja " ucap Raka sambil menikmati apa yang di lakukan istrinya yang kini sudah sangat pandai menyenangkan dirinya.


" baiklah ayah.. nanti sore antar ibu lepas alat kontrasepsi nya ya " ucap Aya yang kini sedang berpacu di atas tu buh Raka sedang Raka hanya menikmati semua gerakan yang lakukan bahkan kini pepaya Aya sudah berubah menjadi pepaya Bangkok.


" baik sayang.. tapi sebelum itu ijinkan suamimu ini memberikan service yang terbaik untuk istri hubby yang sangat penurut dan pengertian ini " ucap Raka sambil membalikan keadaan.

__ADS_1


Raka dan Aya hanya bisa menjaga cinta mereka semampu yang mereka bisa karena semuanya hanya bisa terjadi atas ridho sang maha pencipta.


Seperti halnya Randi yang harus bersabar menunggu Anna yang kini baru berusia enam belas tahun sedangkan dirinya kini sudah berusia dua puluh tiga tahun.


" yang kapan kamu akan kenalin Kaka sama ayah dan ibu mu serta bunda mu ?" tanya Randi saat mereka berdua ada di kosan Randi yang sudah Randi sewa selama satu tahun lebih.


" tapi kak, Anna masih sekolah meski pun Anna kini sudah kelas tiga SMA tapi usia Anna masih belum boleh menikah " ucap Anna yang sebenarnya sudah sama tidak sabarnya sama Randi.


" yang.. yang penting kamu sudah lulus SMA dulu abis itu kita bisa nikah siri dulu sambil menunggu usia kamu bisa di catat di pencatatan sipil " ucap Randi yang kini sedang memangku Anna di pangkuan nya.


" baiklah, Anna setuju " ucap Anna yang memang sering terpancing dengan segala belaian Randi padanya.


Ya Randi memang berbeda dengan Raka, dimana Raka saat sebelum menikah dengan Aya dirinya sangat menjaga Aya tanpa melebihi batasan, lain halnya dengan gaya pacaran Randi yang terkesan bebas meski pun tidak sampai kebablasan.


" jadi kapan kamu ujian akhir yang ?" tanya Randi yang mulai membuka kancing depan Anna.


" dua bulan lagi kak " ucap Anna yang memang sebentar lagi dirinya akan lulus sekolah SMA lain halnya dengan Ara dan Caca yang baru kelas dua SMA.


" ok .. setelah kamu lulus kakak akan datang menemui ayah dan ibu mu " ucap Randi yang sudah berhasil membuka semua kancing kemeja Anna.


" kakak jangan lebih dari ini ya " ucap Anna yang sebenarnya sama sama menahan has rat yang menggebu di antara keduanya.


Sedangkan Randi hanya mengangguk sebelum menenggelamkan wajahnya di pepaya Anna yang kini sudah tumbuh menjadi pepaya yang sempurna berkat bantuan Randi yang rajin memupuknya.


" Anna tetap mau saat kita melakukan itu disaat status kita sudah benar benar saja " ucap Anna yang masih menikmati apa yang di lakukan kekasihnya, meskipun mereka sadar jika yang mereka lakukan itu salah tapi terkadang masa muda memang penuh dengan gelora.


✍️✍️✍️ Randi Randi kamu kok beda banget sama Raka cara pacaran nya🤦😤😤


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2