
Seperti apa yang kakaknya ucapkan tadi, Aya pun mencoba menghubungi mama salsa berharap dengan berbicara berdua dan dari hati ke hati Aya bisa tau apa yang di inginkan mama salsa dirinya.
πππ kringggg Aya mencoba menelpon mamahnya dan beruntung mama salsa langsung mengangkat sambungan telepon nya hanya dengan dua kali berdering.
π" halo mah.. " ucap Aya membuka suara lebih dulu.
π" halo Aya, ada apa kamu menghubungi mamah ?" tanya mama salsa pada Aya yang memang baru ini Aya menghubunginya setelah tinggal dengan haki dan juga Kiran.
π" mah.. Aya mau ketemu bisa ?" tanya Aya berusaha berbicara baik baik pada ibunya.
π" bukan tadi kamu tak ingin bertemu mamah ?" tanya salsa yang sedikit tersinggung dengan apa yang Aya lakukan padanya.
π" mah... Aya mohon.. apa kita bisa bertemu ?" tanya Aya yang mencoba bersabar dengan ibu kandungnya.
π" baik lah mau ketemu di mana ?" mama salsa pun mengalah sekedar ingin tau apa yang akan di bicarakan anaknya padanya.
π" di taman depan perumahan rumah ayah bisa ? sore ini jam lima ?" tanya Aya karena iya tidak mungkin pergi jauh agar ayah dan ibunya tidak khawatir.
π" baik lah tapi ajak Caca juga, mama ingin berbicara dengan Caca juga " setelah mendengar jawaban dari mamanya.
Aya pun menutup sambungan telepon nya dan bersiap untuk menemui mamahnya, tak lupa memberi tahu Caca untuk bersiap juga.
" Bu.. Aya mau ketemu mama salsa dulu ya di taman " ucap Aya memberi tahu Bu Kiran agar iya tidak terlalu khawatir.
" ay.. mau apa kamu ketemu sama mama mu ?" tanya ayah haki yang tak sengaja mendengar Aya meminta izin pada istrinya untuk bertemu dengan ibunya.
" Aya cuma mau tau tujuan mama tuh apa ? bahkan selama hampir benam tahun jangankan mencari Aya dan Caca memberi kabar saja tidak " ucap Aya sambil memalingkan wajahnya.
" dan sekarang setelah suami barunya meninggalkan nya tiba tiba saja dia datang lagi dan ingin mengajak Aya dan caca " Kiran yang melihat Aya seperti itu pun mendekat ke arah Aya, memeluk putri sambungnya yang mungkin merasakan rindu pada ibu kandungnya tapi tertutupi dengan rasa kecewa.
" mas... biarkan Aya dan Caca bertemu dengan mba salsa " ucap Kiran berusaha menempatkan dirinya di posisi Aya.
__ADS_1
" jika memang kamu tidak tenang membiarkan Aya dan Caca bertemu dengan ibu mereka kamu bisa mengawasi nya dari jauh " ucapnya lagi memberi solusi pada suaminya.
" boleh kan yah.. Aya ngga mau mama merusak keluarga ini " ucap Aya penuh putus asa.
Haki menatap Kiran yang mengangguk seolah memerintahkan haki untuk menyetujui keinginan Aya.
" baik lah Ayah izinkan tapi ayah akan mengawasi kalian dari jauh " ucap haki sambil pergi meninggalkan anak dan istrinya untuk mengganti pakaiannya dan bersiap menemani Aya dan Caca.
" Makasih Bu.. Aya ngga tau gimana cara bujuk ayah kalo ibu ngga ikut bujuk ayah " Kiran hanya tersenyum dan membelai kepala Aya yang tertutup hijab.
Randi yang sedari tadi memperhatikan ikut bersyukur karena ayah haki mau mengizinkan Aya dan Caca menemui ibu kandungnya.
Raka yang baru saja tiba di kosan langsung merebahkan tubuh lelahnya di atas tempat tidur yang hanya di bentangkan di lantai.
tok tok tok..
Raka hanya menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk ke kamar kos nya.
" ka " Nadia yang baru saja selesai mandi langsung menuju kamar kos Raka setelah mendengar deru suara motor yang iya yakin motor Raka
Nadia yang berpikir jika usahanya berhasil pun bersemangat mengikuti langkah Raka tanpa rasa curiga.
Raka yang melihat Nadia tersenyum padanya ikut tersenyum tapi setelah itu tatapan Raka berubah tajam terlebih saat mengingat ulah Nadia yang hampir saja merusak hubungan nya dengan Aya.
" maksud kamu apa nad mengirim Poto seperti itu pada Aya ?" ucap Raka yang masih menatap tajam wajah Nadia, wajah Nadia pun berubah pucat pasi saat melihat tatapan Raka yang baru iya lihat.
" apa kamu pikir dengan mengirim Poto seperti itu pada Aya akan membuat hubungan ku dan Aya hancur !!" Raka menatap sinis pada Nadia yang telah benar benar membuatnya kecewa.
" maksud kamu ?" Nadia tadinya hanya menebak hubungan Raka dan Aya lebih dari kakak beradik tapi setelah apa yang Raka ucapkan barusan menegaskan jika memang yang iya pikirkan benar adanya.
" ya.. aku dan Aya menjalin hubungan seperti sepasang kekasih bahkan berkat ulahmu ayah haki sudah merestui hubungan kami " ucap Raka yang tiba tiba saja tersenyum mengingat wajah kekasihnya yang entah sedang apa.
__ADS_1
" tidak ka.. kamu tidak boleh melakukan itu " Nadia meraih tangan Raka, dirinya tidak rela jika Raka benar benar menjalin hubungan dengan Aya.
" bahkan menurut hukum pun jika kami menikah pun itu sah sah saja " tapi ucapan Raka barusan malah membuat Nadia bertanya tanya.
" maksudnya kalian berdua ??" Nadia menggeleng kan kepalanya seolah menolak menerima kenyataan yang baru di akui Raka.
" ya.. aku dan Aya hanya saudara tiri jadi agama pun membolehkan kami untuk menikah kelak " ucap Raka berlalu pergi dari hadapan Nadia.
grepp... Nadia memeluk Raka dari belakang berharap usaha terakhirnya membuahkan hasil.
" nad... " Raka memegang tangan Nadia yang melingkar di perut nya dan mencoba melepaskan tangan Nadia, tapi Nadia menggeleng kan kepalanya di belakang punggung Raka.
" ka.. jika memang Aya sudah jadi kekasih mu aku tak masalah menjadi kekasih gelap mu atau kekasih saat kamu kesepian " Nadia mengucapkan itu dengan suara yang parau menahan tangisnya.
Wahyu dan Lukman hanya melihat dari jauh Nadia yang bersikukuh ingin mendapatkan raka. sedangkan Raka mencoba melepaskan tangan Nadia dan dirinya pun berputar menghadap Nadia, menghapus air mata yang tiba tiba saja mengalir di pipi Nadia.
" nad... jangan merendahkan dirimu di depan siapapun atau laki laki manapun termasuk aku " ucap Raka berusaha membuat Nadia mengerti.
" kamu ingat istilah ini "
" kita tidak pernah tau kapan cinta itu datang dan kepada siapa cinta itu berlabuh karena cinta itu ada di hati yang tidak pernah bisa kita atur "
Nadia yang mendengar kan itu pun menutup wajahnya dengan kedua tangan nya seolah malu dengan apa yang iya lakukan barusan.
" kamu cantik, baik dan juga pintar pasti akan ada laki laki untukmu kelak, tapi laki laki itu bukan aku "
Setelah mengucapkan itu Raka berbalik menuju kamar kosnya dan mengunci kamarnya karena dirinya pun memerlukan ketenangan di sana.
" maaf jika aku harus tegas padamu nad..
βοΈβοΈβοΈ pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
Love you moreeeee πππΉ