Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Mencoba Berteman...


__ADS_3

Sudah lebih dari satu bulan Nadia mencari tau keberadaan Raka melalui Wahyu dan lukman, hingga sore itu nadia tidak sengaja melihat Raka dan Nadia yang baru saja pulang berbelanja.


" jadi kalian tinggal di sini " ucap Nadia sambil melihat dari jauh dimana Raka dan Aya memasuki rumah kontrakan mereka.


" maafkan aku ka.. yang mungkin akan menggangu ketenangan rumah tangga mu, tapi aku tidak punya pilihan lain " ucap Nadia lagi sambil menyalakan mobil nya meninggalkan Raka dan Aya.


Dan disini lah Nadia berada setelah memikirkan baik baik langkah yang akan iya ambil karena hanya Raka yang bisa membantu nya.


" ay.. bolehkan raka menikahi ku " ucap Nadia pada Aya tanpa memperdulikan waktu dan tempat dimana mereka berada di depan pintu rumah Raka.


" NAD..." Raka menarik Aya ke belakangnya sehingga kini Aya berada di belakangnya agar Nadia tidak bisa menekan Aya dengan segala alasannya.


" tapi ka.. aku punya alasan kenapa sampai memaksamu menikahi ku " ucap Nadia yang masih bersikeras dengan permintaan nya.


" Kaka biar Aya yang bicara sama kak Nadia " ucap Aya sambil memegang lengan Raka agar bisa lebih tenang.


" duduk kak " ucap Aya menyuruh Nadia untuk duduk di kursi luar rumahnya.


" ay.. aku punya alasan meminta ini sama Raka " ucap Nadia sambil memegang tangan Aya.


" kak..bukannya Aya ngga mengizinkan kak Raka menikah lagi tapi sejujurnya tidak akan ada seorang istri yang rela suaminya mendua.


" tapi ay.. kakak punya alasan " ucap nadia sambil memegang tangan Aya.


" gini deh.. sekarang di balik.. kalo misalnya kakak yang sudah jadi istri kak Raka dan tiba tiba Aya datang dan minta di nikahi oleh kak Raka gimana "


deg...


Nadia tidak pernah berpikir jika Aya akan memintanya untuk berpikir jika dirinya yang berada di posisi Aya apa iya sanggup membagi orang yang iya cintai untuk orang lain.


" dan asal kakak tau .." ucap Aya sambil mencium tangan Raka yang sedari tadi memegang pundaknya.


" saat ini Aya sedang hamil " ucap Aya sambil tersenyum ke arah Nadia.


" kakak tau bagaimana rasa yang ada di hati Aya saat ada wanita lain yang meminta suaminya untuk wanita lain ??" Nadia langsung menggeleng karena iya tak ingin membayangkan jika dirinya ada di posisi Aya.

__ADS_1


" lalu aku harus bagaimana ay.. " ucap Nadia yang masih bingung dengan situasi yang sedang iya hadapi.


" sebaiknya kakak pulang dulu, besok kakak kesini lagi biar bisa leluasa ceritanya " ucap Aya karena malam pun semakin larut.


" ka.. kamu sangat beruntung memiliki istri sebijak Aya " ucap Nadia yang mulai terbuka pemikiran nya meskipun masalahnya belum ada jalan keluarnya.


Nadia pun mengikuti saran Aya dan akan kembali esok hari untuk mencari solusi dari masalah yang sedang iya hadapi.


" istri hubby memang sangat pintar mengendalikan emosi orang lain " ucap Raka sambil merangkul pinggang Aya memasuki rumah mereka.


" iya dong demi Aya sendiri dan anak anak Aya, Aya akan menjaga apa yang sudah menjadi milik Aya selamanya " ucap Aya sambil mengalungkan tangannya di leher Raka.


" love you my wife" ucap Raka dan langsung melu mat bi bir Aya penuh gai rah dan terjadilah malam panjang kedua dimana Raka bermain sangat halus demi keamanan buah hatinya yang masih tentang guncangan.


Nadia yang baru saja sampai rumah langsung di berondong pertanyaan oleh kedua orang tua nya yang tentunya menanyakan dari mana saja dirinya pergi.


" nad.. kemana saja kamu sampai pulang selarut ini " ucap ayah Nadia yang sedari mengkhawatirkan anak gadisnya.


" Nadia habis dari rumah teman " ucap Nadia sambil memasuki kamar nya.


" sudah Nadia bilang kalo Nadia ngga suka sama Dimi " ucap Nadia sambil menatap kedua orang tua nya yang dari dua bulan lalu berusaha mendekatkannya pada Dimi.


" tapi nad.. " belum selesai ibu Nadia berbicara, Nadia sudah masuk ke kamarnya dan sedikit keras menutup pintu kamarnya.


" sudah lah Bu.. jangan terlalu memaksa Nadia yang sebenarnya kurang setuju dengan perjodohan Nadia dan Dimi anak sahabat istrinya ini.


" ibu hanya ingin Nadia tidak mengharapkan Raka lagi yang sudah jelas jelas sudah menikah " ucap ibu nya Nadia sambil menghapus air mata nya.


Ya.. Nadia memang masih sangat mengharap Raka untuk menjadi pasangannya meskipun hanya lewat doa dirinya menyalurkan segala rasa yang iya pinta, dan Nadia seolah menutup diri dari semua laki laki yang mendekati nya.


Pagi ini untuk pertama kalinya Aya mengalami morning sickness dimana Aya terus bolak balik memuntahkan semua isi perutnya dan dengan sabar Raka membantu memijat tengkuk leher Aya karena hanya itu yang Raka bisa.


" yang.. kita ke rumah sakit ya.. sambil memeriksa kandungan kamu " ucap Raka karena kemarin belum sempat memeriksa kandungan Aya.


Aya hanya bisa mengangguk karena dirinya sangat lemas akibat muntah tadi.

__ADS_1


" kak tolong kabari kak Nadia Kalo kita akan kerumah sakit " ucap Aya yang ingat jika Nadia akan datang ke rumah mereka '" Raka menatap Aya yang sepertinya benar benar ingin membantu Nadia.


" tapi ay..kakak hanya ngga ingin kamu cuma di manfaatkan Nadia saja " ucap Raka yang masih belum percaya jika Nadia tidak akan membohongi Aya.


" Aya yakin kak Nadia sebenarnya orang yang baik jadi kita harus memberikan dia kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya kini " ucap Aya sambil bersiap pergi ke rumah sakit begitu juga Raka.


Baru saja Raka akan menelpon Nadia, pintu rumahnya sudah di ketuk dari luar dan ternyata nadi yang kini sudah ada di hadapan Raka.


" pagi ka " sap Nadia yang melihat ke arah dalam rumah Raka dimana Aya berada.


" maaf bukannya aku sombong hanya saja sebaiknya kamu nunggu di luar saja sebentar lagi Aya juga siap " ucap Raka sambil masuk ke rumahnya dan menutup pintu nya..


" semoga aku bisa memiliki suami seperti kamu ka, yang begitu menjaga istrinya " ucap nadia sambil melihat untuk rumah Raka yang sengaja Raka tutup.


Hanya butuh waktu dua puluh menit kini Aya dan rak sudah siap untuk pergi ke rumah sakit.


" kak Nadia.. maaf tapi Aya sama kak Raka mau ke rumah sakit dulu " ucap Aya ya g sebenarnya tidak enak hati mengatakan ini semua.


" aku boleh ikut ngga ?" tanya Nadia sambil melirik ke arah Raka yang masih menjaga jarak darinya.


" boleh ngga kak ?" tanya Aya pada suaminya tapi melihat Raka yang masih diam, Aya pun memegang lengan Raka sambil menatap mata Raka.


" Aya jamin kak Nadia ngga akan bikin masalah " ucap Aya sambil melihat ke arah Nadia.


Setelah meyakinkan Raka, kini Aya Raka dan Nadia pun sudah sampai di rumah sakit dan kini sedang menunggu giliran Aya di panggil.


" nyonya Aya " ucap suster itu memanggil Aya, Aya Raka dan Nadia pun kini memasuki ruang pemeriksaan kandungan tapi ada seseorang yang membuat Nadia kurang nyaman.


" pagi dokter Dimi "


✍️✍️✍️ wih Nadia nih di jidohin sama dokter malah ngga mau.. gimana sih🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2