
Di sinilah mereka semua di depan rumah ibunya Anna yang tak lain adalah Rara, wanita yang pernah hadir dan merusak kebahagiaan ayah dan ibunya hingga berakhir dengan perceraian.
Meski sebelum datang kesini terjadi obrolan panjang di antara ayah haki Bu Kiran dan Raka.
flashback on
" sayang... apa kamu belum bisa memaafkan Rara ?" tanya ayah haki sambil menggenggam tangan Kiran karena Raka belum datang ke kamarnya.
" Kiran sudah memaafkannya tapi kenapa harus dengan anak wanita itu Randi harus berjodoh " ucap Bu Kiran.
" terus sayangnya mas ini mau nya gimana ? apa kamu mau melarang Randi untuk tidak berhubungan dengan Anna lagi ?" ucap ayah haki sambil mencium punggung tanga Kiran.
" apa sebagai seorang ibu kamu mau mengorbankan masa depannya dan cintanya hanya karena masa lalu yang sebenarnya sudah lama terkubur.
" tapi yah apa tidak mungkin Anna akan melakukan hal yang sama yang pernah ibunya lalukan akan di ulang kembali oleh Anna " ucap Raka yang baru saja masuk ke kamar orang tuanya.
" ayah yakin Randi bisa membuat Anna menjadi pribadi yang lebih baik dari ibunya, apa lagi Anna dan Raka sudah lama saling mengenal " ucap ayah haki menenangkan istri dan putra sambungnya.
" baik lah ibu dan Raka setuju dengan keputusan yang ayah ambil " ucap Kiran sedangkan Raka hanya mengangguk sambil tersenyum..
flashback off
tok tok tok
Anna yang mendengar suara ketukan pun langsung berjalan ke arah pintu depan dan langsung membuka kan pintu untuk kekasihnya dan juga keluarga besar nya.
" kak.. ayo masuk bunda sudah nunggu " ucap Anna mempersilahkan Randi dan keluarga nya masuk ke dalam rumah.
" sayang bunda dimana ?" tanya Randi yang tidak ingin gagal meminang Anna kekasih hatinya.
" sebentar ya kak, pak Bu.." ucap Anna setelah menyalami kedua orang tua Randi.
Anna pun berjalan ke arah dalam rumah nya untuk memanggil bundanya.
" Bun.. keluarga kak Randi sudah datang " ucap Anna yang melihat bundanya seperti kurang nyaman dengan kehadiran keluarga Randi.
__ADS_1
" Bun..bunda ayo " ucap Anna yang mulai khawatir jika ibu nya tidak merestui hubungan nya dengan Randi.
Anna kembali ke depan berharap Randi bisa membantu nya untuk membujuk bundanya agar mu merestui hubungan mereka.
" kak.. bunda " terlihat raut khawatir yang terlihat jelas di wajah Anna.
" biar ibu yang bicara sama bunda kamu " ucap Kiran yang langsung bangkit saat melihat Randi dan Anna yang akan mendatangi Rara.
" Raka temani Bu " ucap Raka yang langsung bangkit namun di tahan oleh ayah haki.
" biar ibu mu menyelesaikan semuanya hari ini agar tidak ada lagi yang mereka pendam di hati mereka" ucap ayah haki yang percaya jika Kiran bisa mengatasi ini semua dan membuat Rara merestui Randi dan Anna.
Anna mengantarkan calon ibu mertua nya untuk menemui ibunya.
" sayang.. kamu temani Randi dan yang lain saja ya di depan, biar ibu bicara berdua dengan ibu mu " ucap Kiran yang tidak ingin Anna mengetahui apa yang pernah di lakukan ibunya dulu.
" baik Bu " ucap Anna setelah sampai di depan kamar ibunya. Kiran perlahan membuka kamar Rara dan melihat Rara yang sedang duduk termenung di pinggir tempat tidur.
" boleh saya masuk " ucap Kiran yang tentu saja membawa kesadaran untuk Rara yang langsung menatap ke arah asal suara.
" silahkan " Rara kembali menunduk saat Kiran mulai memasuki kamarnya.
" saya minta maaf mba atas segala kesalahan saya di masa lalu " ucap Rara dengan wajah yang masih menunduk malu.
" saya sudah memaafkan, meski perasaan sakit itu masih membekas di hati saya " ucap Kiran.
" jika saya boleh egois saya ingin melarang Randi untuk menikahi Anna " ucapan kiran berhasil membuat Rara berani menatap wajah kiran.
" tapi Randi dan Anna tidak ada hubungan nya dengan masa lalu kita, dan kita tidak bisa merusak kebahagiaan anak anak kita hanya untuk ke egois kita " ucap Kiran.
" jadi mari kita membuka lembaran baru dan melupakan semua yang pernah kita alami, biar itu semua menjadi pembelajaran untuk kita agar menjadi orang yang lebih baik lagi " ucap kiran dan di sambut pelukan dari Rara.
" terima kasih mba sudah mau memaafkan saya dan juga menerima Anna sebagai calon istri dari Randi " ucap Rara.
" kamu tau yang saya khawatir kan adalah Anna jik sampai pernikahan ini tidak terjadi " Rara menatap serius wajah Kiran yang belum menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
" Randi itu laki laki dewasa sedangkan Anna anak yang baru saja tumbuh, saya harap gaya pacaran Randi dan Anna masih lah sehat "
" uhhuk uhhhuk " Randi yang baru saja ingin melihat kondisi ibu dan calon ibu mertua nya pun malah tersedak karena ibunya mulai menebak yang tidak tidak tentang dirinya dan juga Anna.
" loh Randi kamu kenapa ada di sini, dan kenapa sampai batuk batuk ??" ucap Bu Kiran yang malah semakin takut jika Randi memang benar sudah melakukan hal lain pada Anna.
" ibu mikirnya kejauhan " ucap Randi tapi raut wajahnya mengatakan lain.
" apa memang kamu sudah melakukannya ran ?" tanya Bu Kiran sambil berdiri menghampiri Randi dan langsung menjewer Randi dan membawanya ke ruang tamu di ikuti bunda Rara di belakang nya.
" Bu..Randi kenapa" tanya ayah haki pada istrinya yang sebelumnya tidak pernah melakukan hal itu pada anak anaknya.
" yah kita harus segera menikahkan Randi dengan Anna " ucap Kiran yang masih berdiri sambil menjewer telinga Randi.
" Bu.. lepaskan kak Randi " ucap Anna yang tidak tega melihat kekasihnya seperti itu.
" lepaskan dulu, baru kita bisa nikahin Randi sama Anna " ucap ayah haki yang melihat wajah Randi yang mang terlihat kesakitan.
" huuhhh" Kiran pun kembali duduk di samping ayah haki dan berusaha menenangkan hatinya yang masih kesal dengan apa yang di lakukan Randi pada Anna.
Dan sesuai permintaan Kiran sore itu Randi dan Anna di nikahkan secara siri oleh pemuka agama di dekat rumah Rara agar hati kiran tenang.
Pernikahan Randi dan Anna pun berlangsung sangat sederhana bahkan mahar yang di berikan Randi hanya berupa uang yang ada di dalam dompet nya saja, tapi tak mengurangi kesakralan dalam pernikahan Randi dan Anna.
" selamat ya sayang, mulai sekarang kamu jadi anak ibu juga " ucap Kiran sambil memeluk anna yang sudah resmi menjadi istri Randi.
" Bu .. Randi saja belum meluk Anna ibu malah duluan " protes Randi pada ibunya.
pletak ..
Raka memukul kepala Randi meski pun hanya asal karena gemas dengan kelakuan Randi yang terlihat tidak sabar.
" ngga boleh di jebol dulu tau, belum delapan belas tahun.
\=\=\=\=\=\={{{{{{{{{{ TAMAT. }}}}}}}}}}}\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah setia cerita receh R-kha πππ mampir juga ya ke cerita receh R-kha yang lain nya...
love you moreeeee πππΉ