
Enam bulan telah berlalu tapi tidak ada yang berubah dari sikap aya dan juga Raka, mereka menjadi pribadi yang dingin untuk orang orang di sekelilingnya. bahkan seperti saat ini dimana untuk pertama kalinya Raka pulang libur semester kuliahnya.
" assalamualaikum " ucap Raka yang baru saja sampai di rumah ayah haki.
" waalaikum sallam " ucap Kiran yang sedang menemani Azzam dan azzura bermain di depan rumah di temani rembulan malam.
" Raka .." Kiran langsung memeluk putra sulungnya yang sudah enam bulan tidak pulang ke rumah dan hanya berkirim pesan lewat sambungan telepon.
Raka juga tak kalah erat memeluk ibunya, melepaskan semua rindu yang iya tahan selama ini.
" kakak ngga kangen sama Azzam " ucap azzam sambil menyilangkan tangannya berharap Raka membujuknya.
Raka yang mengerti jika adik bungsunya juga merindukan nya pun langsung melepaskan pelukan nya dari ibunya dan memeluk kedua adik bungsu nya secara bergantian.
" masa kakak ngga kangen sama adek kakak yang paling bawel ini " ucap Raka sambil menciumi pipi kedua adik kembarnya.
" kalo Kaka kangen kenapa ngga pernah pulang ? " ucap azzura polos.
Raha hanya diam sambil mengusap pipi azzura yang terlihat semakin chubby.
" Bu.. ayah sama yang lain dimana?" tanya Raka karena melihat rumah nya yang terlihat sepi.
" mereka semua ada di dalam " ucap ibu Kiran sambil menuntun Raka untuk segera masuk ke dalam rumah di ikuti si kembar azzura dan azzam.
" yah... liat siapa yang datang " ayah haki dan juga Randi langsung melihat ke arah suara Kiran.
" yah.." Raka langsung mencium tangan ayah haki dan di sambut pelukan dari ayah haki.
Aya yang baru saja keluar dari kamar hanya bisa menatap Raka dari jauh dengan mata yang berkaca kaca karena rasa rindu yang tiba tiba saja menyeruak di hatinya.
" kakak " tapi bukan nya mendekat Aya memilih masuk ke dalam kamarnya dan mengunci nya dari dalam.
Randi dan ibu yang melihat itu semua hanya bisa menatap iba karena semenjak Raka pergi dan memutuskan hubungannya dengan Aya banyak sekali perubahan pada ke duanya.
" kak " Randi memeluk kakaknya yang sekarang terlihat kurus dengan rambut yang di biarkan gondrong sebahu.
" Hay jagoan ... bagaimana sekolahnya ?" tanya Raka sambil matanya melihat sekeliling berharap menemukan Aya di sana.
" biasa aja ngga ada yang seru " ucap Randi.
" Raka sudah makan? " tanya ibu Kiran sedangkan Raka hanya menggeleng.
__ADS_1
" ya sudah makan malam dulu sana, nanti habis itu baru gabung sama ayah dan Randi " ucap Bu Kiran berjalan menuju ruang makan.
" yah, Raka makan dulu ya.." ucap Raka sambil berlalu mengikuti ibunya karena memang perutnya terasa sangat lapar.
Bu Kiran menghangatkan kembali semua lauk Pauk untuk anak Sulungnya yang sudah duduk sambil menunggunya menyiapkan makan malam.
" Bu .. Aya mana ?" tanya Raka yang sudah tidak tahan dengan kerinduan yang iya rasa untuk adik sekaligus mantan kekasihnya.
" Aya sekarang senang menyendiri di kamar " ucap Bu Kiran sambil menyiapkan makan malam untuk Raka.
Raka langsung memakan makan malam yang di siapkan ibunya tanpa banyak bertanya lagi tentang Aya.
Bu Kiran yang melihat anaknya terlihat kurus dengan rambut gondrongnya di tambah Kemis yang Raka biarkan menghiasi wajahnya menambah kesan rak yang tak terurus.
" kak kenapa rambutnya di biarkan panjang dan kenapa sekarang jadi semakin kurus seperti ini ? apa kuliahnya yang terlalu melelahkan atau karena apa Raka berpenampilan seperti ini ?" tanya Bu Kiran karena sangat tidak menyukai penampilan anaknya.
" biar ngga ada yang suka Bu " ucap Raka cuek.
plak..
Bu Kiran memukul tangan Raka yang baru saja selesai menyuapkan nasi terakhir nya.
" kalo Raka ganteng Raka bakalan di Uber Uber cewek cewek kampus Bu.. " ucap Raka sambil menatap arah kamar Aya.
" kak apa rasa itu masih ada di hatimu ?" ucap Bu Kiran tapi Raka tidak menjawab malah memilih menyimpan piring bekas makan dan mencuci tangannya.
Tapi sebelum meninggalkan ibunya Raka pun akhirnya mengucapkan sesuatu yang membuat ibunya semakin merasa kasihan dengan anak sulungnya.
" biar hanya Raka yang tau bagaimana perasaan Raka saat ini dan kedepannya, ibu tenang saja Raka pasti bisa mengatasi semuanya"
Setelah mengucapkan itu Raka meninggalkan ibunya untuk menemui ayah haki dan juga Randi.
" Azzam sama azzura kemana yah..?" tanya Raka sambil mendudukkan diri di samping Randi.
" Azzam sama azzura sudah tidur saat kakak makan tadi " ucap Randi yang menjawab pertanyaan Raka.
" gimana kuliahnya kak" tanya ayah haki baru membuka suara.
" lancar yah.. doakan Raka yang semoga Raka bisa lulus kuliah dengan cepat "
" aamiin.. ayah selalu mendoakan kesuksesan anak anak ayah " ucap ayah haki sambil memperhatikan penampilan Raka yang terlihat semakin kurus.
__ADS_1
" Kaka betah tinggal di sana ? " Raka menatap ayah haki karena sepertinya pertanyaan yang di lontarkan ayah haki seperti pertanyaan menjebak.
" betah.. memang kenapa yah ?"
" kamu sampai jarang pulang .. padahal jarak dari rumah ke kota B hanya dua jam dan lihat penampilan kamu saat ini terlihat sangat kurus " ucap ayah haki yang terdengar seperti mengeluh.
" Raka hanya berusaha fokus kuliah agar Raka bisa segera lulus kuliah yah " ucap Raka.
" ran kamu masih suka berlatih bela diri ? " tanya Raka yang tidak ingin saat dirinya tidak berada di dekat adik adiknya mereka semua dalam bahaya.
" masih kak "
" yah Raka ke kamar dulu ya "
Ayah haki hanya mengangguk berusaha mengerti Raka.
Raka langsung berdiri menuju kamarnya karena dirinya memang sangat lelah hari ini.
" yah Raka mana " tanya Bu Kiran yang baru saja selesai mengecek Azzam dan azzura.
" ke kamar, capek katanya " ucap ayah haki sambil berlalu menuju kamar mereka di ikuti Bu Kiran.
Randi hanya melihat kepergian ayah dan ibunya dan melanjutkan acara nonton televisi nya. tapi tak lama Randi melihat aya yang baru saja keluar dari kamarnya setelah tidak mendengar suara dari ruang keluarga.
" ay.." Randi memanggil Aya yang keluar dari kamar secara diam diam.
Aya yang mendengar panggilan Randi hanya melihat sejenak ke arah Randi lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk mengambil minum untuknya nanti malam.
" ay .. kamu ngga mau menemui kak Raka ?" tanya Randi pada Aya karena dia tau jika Aya dan kak Raka sama sama saling merindukan.
Tapi bukannya menjawab Aya langsung berlalu menuju kamarnya dan menguncinya seperti biasa.
Randi hanya bisa mereka kasihan pada keduanya yang masih terlihat memiliki rasa tapi terhalang restu ayah haki.
" semoga kalian bisa menemukan jalan untuk bisa mendapatkan kebahagiaan " gumam randi.
βοΈβοΈ sampai kapan Aya dan Raka bisa menahan perasaan mereka π€π€??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha ππ lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha ππ lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee πππΉ