
Meski enam bulan telah berlalu tidak membuat rasa itu pudar, tapi malah semakin menguat meski Raka dan Aya tidak bisa bersatu.
Tak pernah sekalipun baik Raka maupun Aya yang bertukar kabar, mereka benar benar lost kontak hanya bisa mengetahui kabar dari ibu dan juga Randi itupun bukan Aya dan Raka yang bertanya.
" kakak " Ara dan juga Caca bergantian memeluk Kaka sulung mereka yang semalam memang Ara dan juga Caca tidur sebelum Raka datang.
Raka membalas pelukan adik adiknya, lalu berjalan menuju ruang keluarga dimana semua anggota keluarga termasuk aya sedang berkumpul saat weekend.
" Kakak capek ngga?" tanya ayah haki karena memang setiap akhir pekan mereka sekarang sering menghabiskan waktu sekedar bakar bakar di taman samping rumah.
" ngga kok yah ..." ucap Raka sambil melihat sekilas ke arah Aya yang terlihat semakin cantik dan juga menggemaskan.
" tapi Raka mau pergi ke rumah ayah regi "
" kakak mau pergi lagi ? baru juga datang semalam ?" ucap Bu Kiran sedikit protes pada anak sulung nya.
" Bu..mungkin Raka kangen juga sama ayah regi jadi biarkan saja toh nanti sore juga sudah pulang lagi kan?" tanya ayah haki pada Raka setelah mencoba memberikan pengertian pada istrinya.
" tapi yah.. apa ngga bisa besok saja kakak ke sananya ?" ucap Bu Kiran tak mau kalah.
Randi Ara dan Caca hanya bisa mengerti jika ibu mereka masih sangat merindukan putranya. sedangkan Aya mengira jika kakaknya hanya mencari alasan untuk tidak satu ruangan dengannya.
Aya pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar dan seperti biasa menguncinya dari dalam.
Raka yang melihat apa yang di lakukan Aya hanya bisa memaklumi karena ini juga sama beratnya dengan apa yang di rasakannya.
" Raka janji ngga sampai menginap hanya saja ada yang ingin Raka bicarakan dengan ayah regi " ucap Raka mencari alasan agar ibunya mengizinkan nya pergi.
" iya ayah ngerti .. soal ibu biar jadi urusan ayah " ucap ayah haki saat melihat Bu Kiran menjauh sebelum Raka menyelesaikan ucapannya.
" biar Raka saja Bu yang jelasin sama ibu "
Setelah mengucapkan itu Raka bangkit dari duduknya dan melangkah mengikuti ibunya yang terlihat marah padanya.
" Bu.. " Raka duduk bersimpuh di depan ibunya yang kini sedang berada di samping rumah dekat taman dimana disana selalu menjadi tempat favorit ibu jika sedang banyak pikiran.
__ADS_1
" Bu.. Raka hanya sebentar ke sana, kemarin kala telpon Raka ngasih tau jika ayah regi lagi sakit dan ingin bertemu Raka " ucap Raka menjelaskan meski sebenarnya itu hanya alasan Raka agar ibunya mengijinkan nya pergi.
" kak.. kenapa kamu sama Aya jadi kayak gini ?" ucap Bu Kiran sambil menghapus air matanya yang tiba tiba saja mengalir.
" Raka sama Aya baik baik saja Bu, hanya saja kami masih butuh waktu untuk bisa mengkondisikan hari kamu " ucap Raka yang tidak berani menatap ibunya.
" kak tatap ibu.." ucap ibu Kiran sambil menuntun wajah Raka agar menghadapnya.
" apa kakak masih mencintai Aya ? "
" apa Raka juga marah dengan keputusan ayah haki ?"
Raka hanya bisa memberikan senyuman yang iya buat setulus dan semanis mungkin untuk ibunya.
" biar Raka yang tau apa yang Raka rasakan dan biarkan waktu yang menjawab dan menuntun Raka dan Aya pada akhirnya "
Setelah mengucapkan itu Raka bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan ibu nya. sedangkan Bu Kiran hanya bisa menatap anaknya dengan perasaan sedih dengan nasib percintaan anaknya.
' ibu akan berusaha meyakinkan ayah haki agar merestui hubungan kalian, ibu sedih melihat anak anak bunda yang mulai berubah menjadi gunung es' ucap Bu Kiran.
' Aya kira Kaka mulai menghindari Aya, tapi setelah mendengar semua itu Aya yakin jika rasa kita masih sama. Aya juga akan selalu berdoa agar cinta kit bisa menemukan jalannya.
Raka pun mulai mengemudikan motornya menuju rumah ayah regi yang hanya butuh waktu satu jam lama nya, tapi Raka tidak menyadari jika semenjak keluar dari rumah nya ada sebuah mobil yang terus mengikuti nya dari belakang.
Hingga sampai di tikungan, mobil yang mengikuti Raka pun menyenggol Raka sampai terjatuh ke trotoar jalan.
Beruntung Raka hanya mengalami luka ringan di lutut dan siku nya tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Raka tentang sosok yang ada di bagian belakang mobil saat melewati nya setelah menyenggolnya.
" kamu ngga papa " tanya seseorang yang baru saja turun dari mobil mercy nya untuk menghampiri Raka yang jadi korban tabrak lari.
" anda ? " tanya Raka saat melihat wajah tak asing di depannya.
" kamu kenal saya " tanya orang itu yang hanya mengenali suara Raka tanpa mengenal wajah Raka.
" iya .. aduh.." Raka yang berusaha berdiri pun merasa kesakitan di bagian kakinya yang sepertinya terkilir saat terjatuh tadi.
__ADS_1
" saya dulu pernah menolong bapak " ucap Raka mengingat ingat waktu nya menolong orang tersebut.
" ah iya saya ingat.. saya menolong bapak yang tidak berdaya di jalan k di dekat semak semak 9 bulan lalu " ucap Raka menjelaskan.
" oh.. iya saya ingat kamu Raka?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Arya.
" bapak tau nama saya ?" tanya Raka sambil membangunkan motor nya yang masih tergeletak di pinggir trotoar jalan.
" iya.. " ucap Arya singkat.
" ayo saya antar ke rumah sakit atau klinik, hitung hitung saya balas Budi karena kamu sudah pernah menolong saya" ucap Arya
" tidak usah pak.. saya tidak apa apa, karena harus mengejar orang yang sengaja menabrak saya " ucap Raka yang langsung menstater motor kesayangan nya itu.
" sengaja ?? apa maksud kamu Raka ?" tanya Arya yang masih belum puas dengan jawaban Raka.
" saya sudah dua kali di celakai oleh mobil dan orang itu " ucap Raka yakin.
" ok saya temani " belum semua Raka menjawab Arya sudah mengambil kunci motor Raka dan memberikannya pada supir yang dengan sigap langsung di tangkap olehnya.
" motor kamu biar supir saya yang bawa, kamu tinggal sebut saja alamat rumah kamu sama pak taryo " ucap arya yang tidak memberikan pilihan pada Raka untuk menolak.
" tapi pak? ucap Raka ragu.
" saya bisa mengatasi masalah itu sendiri " ucap Raka yang tidak sampai hati menyeret Arya dalam masalah nya sendiri.
" tapi saya tidak suka di tolak " ucap Arya yakin
" baik lah, tapi izinkan saya yang membawa mobilnya " ucap Raka yang tidak mau sampai dia malah enak enak di dalam mobil orang yang baru iya temui
✍️✍️✍️kira kira siapa orang yang berniat melukai Raka bahkan sampai dua kali kejadiannya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍