Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Isi Hati


__ADS_3

" Aya ngga bisa ... Aya.. ngga kuat.." ucap Aya kembali duduk dan menelungkupkan wajahnya di sisi tempat tidur Raka, sedang Raka hanya bisa mengusap lembut rambut Aya berharap itu bisa menguatkan hatinya dan juga aya.


" Kaka juga berat melepas semua rasa ini " ucap Raka sambil terus membelai rambut Aya yang memang Aya biarkan panjang seperti keinginan dan kesukaan Raka.


" tapi kita harus bisa melupakan rasa yang kita miliki agar tidak membuat ayah haki kecewa " ucapan lagi.


Aya menatap kakaknya yang juga sama sedihnya dengan apa yang iya rasakan, tapi ada rasa kecewa dalam diri Aya saat kakaknya tidak ingin memperjuangkan dan Raka tau jika Aya kecewa padanya


Raka pun menarik tangan Aya agar Aya bisa duduk di atas tempat tidur menghadapnya.


" jika Aya pikir ngga sakit untuk menahan semua ini " Raka menghentikan ucapannya karena rasa sakit di perutnya yang kembali Terasa.


" Aya berarti ngga tau seberapa besar rasa cinta dan sayang Kaka sama kamu, tapi Kaka harus bisa menghormati keputusan ayah haki yang juga ayah dari kekasih Kaka ini " Raka memejamkan matanya kala nyeri itu semakin sakit tapi Raka menutupinya dari Aya.


" karena jika Kaka tidak bisa menghormati keputusan nya saat ini ayah tidak akan tau seberapa sayang dan cinta Kaka sama Aya dan juga Kaka pasti butuh restunya saat nanti takdir mempertemukan kita di pernikahan "


Sontak saja ucapan Raka membuat pipi aya bersemu merah, di tambah Raka yang mencium kening Aya begitu dalam dan lama seolah menyalurkan rasa cinta dan sayangnya pada Aya.


Aya hanya bisa memejamkan matanya menikmati moment yang mungkin entah kapan bisa terulang kembali.


" Aya masih ingat dengan yang pernah Kaka ucapkan enam bulan lalu " ucap Raka setelah mencium kening Aya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi chubby Aya.


" jika memang takdir kita bersama sekuat apapun ayah haki atau siapapun memisahkan kita kita pasti bisa menemukan jalan untuk bersama " ucap Raka sambil mencium mata kanan Aya.


" dan sekuat apapun cinta kita jika memang bukan takdir kita bisa bersama maka akan selalu ada jalan untuk kita berpisah " ucap Raka sambil mencium mata kiri Aya.


" jadi biak kan cinta kita menemukan jalannya sendiri baik itu bersama atau berpisah "


Raka menyatukan keningnya dengan kening Aya yang masih saja meneteskan air mata.


" jangan jadi gadis pendiam dan selalu mengurung diri di kamar " ucap Raka sambil memberi jarak pada wajah mereka sayang sempat dekat.


" Kaka ingin kamu menikmati masa muda mu dan jangan terbelenggu dengan cinta Kaka"

__ADS_1


" Kaka akan bahagia melihat Aya bahagia jadi Aya harus menjadi Aya yang dulu seperti saat kita dekat dulu, Aya yang ceria dengan senyum yang bisa menggetarkan jiwa "


Aya hanya bisa mengangguk menuruti apa yang kakaknya inginkan.


" sudah malam tidur gih " ucap Raka saat melihat jam di dinding kamar yang menunjukan pukul satu pagi.


" boleh Aya minta sesuatu " meski ragu Aya hanya ingin mengungkapkan kerinduan yang masih menggebu di hatinya.


" ap.." belum selesai Raka menjawab Aya dengan sangat cepat menyambar bi bir Raka yang dari tadi terus menasehatinya padahal Kakaknya sendiri pun menjadi sosok yang introver.


Raka pun membalas semua perlakuan Aya padanya mencoba mengerti apa yang di inginkan Aya, setelah puas keduanya pun melepaskan tautan di bi birnya.


" jangan melakukan ini lagi selain sama Kaka" ucap raka sambil mengelap jejak di bi bir Aya.


" Aya akan selalu menunggu Kaka selama apapun waktu yang Kaka butuhkan untuk membujuk ayah agar merestui kita "


Setelah mengucapkan itu Aya berjalan menuju sofa di sudut ruangan karena memang dirinya sudah sangat mengantuk,


" pagi.. " ucap suster saat akan mengecek kondisi raka di pagi hari dan hal itu membuat Aya terjaga. Aya pun berjalan mendekat ke arah Raka yang sedang di cek kondisinya oleh suster.


" jangan terlalu banyak bergerak dulu ya.. lihat lukanya kembali terbuka " ucap suster saat membuka perban penutup luka tusuk Raka.


" pasti semalam sangat sakit, kenapa tidak memberitahu petugas lain?" tanya suster yang heran kenapa lukanya kembali berdarah tapi pasien malah menutupi nya.


" mungkin saat tidur tertekan sus " ucap Raka berkelit agar Aya tidak merasa bersalah.


" baik lah lain kali jangan banyak bergerak dulu " setelah mengucapkan itu suster pun pergi meninggalkan ruangan Raka.


" kakak kenapa ngga cerita kalo semalam Kaka kesakitan " Raka yang tau adik nya kan bersedih saat tau iya kesakitan pun hanya bisa tersenyum sambil mencubit hidung Aya.


" Kaka udah dapet obatnya semalam "ucap Raka sambil mencium pipi Aya.


" Kaka harap setelah hari ini kamu bisa kembali jadi Aya yang dulu Aya yang ceria dan selalu tersenyum dan bahagia " tapi Aya tidak menjawab bahkan Aya memalingkan wajahnya tak ingin menatap Raka.

__ADS_1


Tak lama pintu ruangan Raka terbuka dimana ayah haki baru saja tiba di sana bersama dengan randi. ayah haki menatap Aya dan juga Raka yang sepertinya baru selesai bicara.


" kak gimana sekarang ?" tanya ayah haki saat sudah berada dekat dengan Raka.


" sudah lebih baik yah, yah Raka mau pulang.. mau istirahat di rumah aja boleh ngga ?" tanya Raka yang sangat tidak menyukai rumah sakit.


" nanti tanya dokter dulu ya " ucap ayah haki yang sangat tau jika Raka tidak menyukai rumah sakit.


" kak ayah mau melaporkan orang yang sudah melakukan penusukan pada Kaka " ucap ayah haki setelah memikirkan semuanya semalaman.


" tidak usah yah " ucap Raka yang tau jika Salma hanya memiliki ayahnya saja.


" tapi dia sudah membahayakan keselamatan kakak " ucap Randi ikut membantu ayah haki membujuk kakaknya.


" tapi ran kasihan Salma jika ayah nya sampai di penjara " ucap Raka yang memang tidak ingin memperpanjang masalah dengan pak Baron.


" ya sudah kita hanya akan memberikan dia peringatannya saja kalo kamu maunya seperti itu " haki pun mengalah saat Raka tidak ingin melaporkan pelakunya.


" yah.. Aya pulang dulu ya " ucap Aya yang hanya ingin menghindari tatapan curiga dari Randi saat melihat Aya yang sepertinya sedang bersedih.


" ya sudah Aya hati hati di jalan " ayah haki langsung menatap Randi yang masih berbagi cerita dengan Raka.


" Ran kamu antar Aya pulang ya, biar ayah yang nungguin Raka "


Setelah mendengar ayah haki mengijinkannya Aya pun melangkah mendekati Raka untuk berpamitan karena mungkin setelah ini iya dan kakaknya ngga akan sedekat ini.


" Aya pamit ya.."


✍️✍️✍️ pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2