
Raka baru saja tiba di rumah ayah haki saat makan malam, dimana semua keluarga nya sedang berkumpul di meja makan termasuk Aya, orang yang ingin di beri kejutan oleh Raka.
Raka menyalami ayah dan ibu serta adik adiknya termasuk aya, tapi ada yang berbeda dari Aya, Raka mulai makan bersama tanpa ad yang bersuara.
" tumben pulang di tengah semester ?" tanya Randi setelah mereka semua selesai makan malam dan kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
" kan besok libur lagian Raka lagi pengen pulang " ucap Raka sambil menatap ayah dan ibunya.
" yah.. Bu.. Aya tidur dulu ya.." ucap Aya yang memang menghindari tatapan Raka kekasihnya.
Raka yang merasa jika Aya menghindarinya pun harus bisa menahan diri agar ayah dan ibunya agar tidak curiga jika dirinya dan Aya masih menjalin hubungan meski masih backstreet.
" istirahat gih.. kamu pasti capek abis pulang kuliah langsung pulang ke rumah " ucap Bu Kiran pada Raka yang melihat wajah Raka yang terlihat lelah.
Setelah mengucapkan itu ayah haki di ikuti Bu Kiran pun melangkah menuju kamar mereka, sedangkan Randi sejak dari tadi sudah pergi ke kamarnya.
" Raka masih saj duduk di sofa keluarga tapi tangannya iya letakan di atas kepala menutupi matanya.
' katanya kangen sama kakak tapi kenapa sikap kamu sangat dingin bahkan cenderung menghindar ' gumam Raka dalam hati saat memikirkan sikap Aya semenjak iya datang sampai saat Aya pamit untuk tidur.
" tak terasa waktu sudah menunjukan tengah malam dimana Aya baru saja keluar dari kamarnya menuju ruang makan karena merasa haus, tapi yang di lihat sungguh di luar dugaan dimana Raka sedang melihat padanya dari sofa.
" kak Raka belum tidur " ucap Aya pelan sampai sampai Raka hampir tidak mendengar suara nya andai Raka tidak mendekat padanya.
" kakak haus " ucap Raka yang ikut ke ruang mkan mengambil segelas air dan meminumnya di hadapan Aya, sedangkan Aya hanya menunduk tak berani menatap kakaknya tapi air matanya tiba tiba saja menetes tak tertahan saat tiba tiba saja Raka memeluknya dari belakang.
" jangan acuhkan kakak seperti ini " ucap Raka yang masih memeluk Aya, tapi bukannya menjawab malah terdengar Isak tangis tertahan dari mulut Aya.
Raka membalikan tubuh Aya agar menatapnya tapi apa yang di lihatnya wajah Aya yang memerah dengan air mata yang terus mengalir di pipi kekasihnya yang biasanya di hiasi senyuman.
Aya melepaskan tangan kakaknya yang memegang pundaknya dan berbalik menuju kamarnya, Raka yang tidak mengerti berusaha mengejar Aya dan memasuki kamar Aya.
__ADS_1
" yang... kamu kenapa ?" tanya Raka yang berjongkok di depan Aya yang kini duduk di pinggir tempat tidur nya.
Aya hanya menggeleng meski hatinya ingin sekali menumpahkan apa yang iya rasakan kini.
" yang.. katanya kangen sama kaka, tapi saat Kaka pulang malah di acuhkan seperti ini " ucap Raka sembari menghapus air mata yang terus saja mengalir di pipi Aya.
" kamu ngga seneng liat Kaka pulang ?" Aya hanya menggeleng.
" terus kenapa kamu nangis? cerita sama Kaka " ucap Raka masih setia dengan posisinya
Aya mengambil handphone nya dan memberikannya pada Raka, di sana Raka melihat dirinya yang sedang bersama seorang wanita tapi posisinya seolah raka seperti hendak mencium wanita itu.
Raka menatap Aya yang malah semakin deras air mata nya mengalir.
" kamu percaya kakak bisa melakukan itu selain sama kamu ?" tanya Raka tapi aya hanya diam, Raka pun bangkit dari posisinya menjadi berdiri.
" jika memang kakak mau selingkuh tidak akan sulit bagi kakak apalagi kosan yang Kaka tempati sangat bebas dan tidak ada jam berkunjung " ucap Raka menatap Aya bahkan dirinya sedikit kecewa karena Aya tidak mempercayai nya.
" tapi Kaka tetap setia sama kamu, jangankan melakukan nya, berpikir seperti itu pun tidak pernah kakak lakukan " ucap Raka menahan emosinya dan mencoba memahami perasaan dan kecurigaan Aya.
Aya yang mendengar ucapan kakaknya pun bangkit dan memeluk kakaknya begitu erat.
" maafkan Aya yang tidak percaya sama kakak, Aya hanya takut kakak benar benar mencari wanita lain di sana sedangkan Aya di sini setia menunggu kakak " ucap Aya masih memeluk erat Raka.
Raka melepaskan pelukan Aya darinya dan menatap Aya dengan intens apa lagi bi bir Aya yang terus menggodanya.
" harus seperti apa agar Aya percaya sama kakak " ucap Raka sambil mengangkat dagu Aya dengan telunjuknya bahkan Aya sudah melepaskan hijabnya saat tadi memasuki kamarnya.
Raka menyatukan bi birnya dengan bi bir Aya dengan penuh naf su dan emosi keduanya pun melampiaskan apa yang kini mereka rasakan di hati masing masing.
Hampir lima menit lebih mereka sama sama tidak mau mengalah sampai akhirnya Raka melepaskan tautannya dari Aya saat melihat mata Aya yang mulai menitikkan air mata nya lagi.
__ADS_1
" Aya takut kakak ninggalin Aya.. Aya ngga mau kehilangan kakak " ucap Aya hendak melepaskan kancing atas baju tidurnya.
" ay.. " Raka memegang tangan Aya yang hendak meneruskan aksinya.
" ay.. bukan seperti ini caranya.. " ucap Raka menarik Aya kedalam pelukannya meski pun dirinya mulai terbawa suasana.
" kakak ngga mau ngerusak kamu, kakak ingin melakukan itu dalam ikatan yang halal " ucap Raka sambil mencium kening Aya setelah Aya mulai tenang.
" tapi wanita itu bilang jika itu hanya permulaan dan dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Kaka " ucap Aya masih menatap kakaknya.
" Kakak tidak akan segila itu, Kaka ingin mendapatkan mu dengan penuh kehormatan tidak dengan cara seperti ini " ucap Raka sambil memeluk Aya berharap itu bisa menyakinkan hati kekasihnya.
" Aya hanya cukup fokus sekolah dan kakak juga akan fokus kuliah, jangan memikirkan ucapan orang atau siapapun yang berniat merusak hubungan kita "
" cukup percaya dan doakan kakak agar selalu berada di jalan dan di ridho nya " Aya mengangguk setelah yakin jika kakaknya tidak akan seperti apa yang tadi sempat iya pikirkan.
Setelah dirasa Aya sudah percaya padanya Raka menuntun Aya untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur sedangkan dirinya duduk di dekat kepala Aya.
Dengan penuh kelembutan Raka membelai rambut Aya dan tak lama Aya pun tertidur dengan tenang.
" kakak hanya ingin kita berada dalam ikatan yang sah saat melakukan itu, tidak dengan cara seperti ini ay... kakak sayang sama kamu" ucap kala sambil mencium kening Aya.
Raka melangkah perlahan keluar dari kamar Aya karena memang dirinya pun sudah mulai mengantuk. namun saat Raka membuka pintu kamar Aya yang memang tadi tidak iya tutup rapat berdiri seseorang yang tidak pernah Raka sangka.
" ayah... "
✍️✍️✍️ apakah ayah haki melihat dan mendengar apa yang di lakukan Aya dan juga Raka di kamar Aya ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹
"