
" pagi pengantin baru " sapa Randi pada kakaknya yang baru saja keluar dari kamarnya sedangkan Aya masih berada di kamar mandi.
" pagi bujangan yang masih harus nunggu calonnya cukup umur dulu " ucap Raka yang mengingat Randi yang salah tingkah saat Ara membicarakan temannya ana.
" apa sih kak ... ana itu masih sangat kecil tau ? ucap Randi sambil pergi meninggalkan kakak nya, Raka hanya berdoa semoga adik adiknya bisa mendapat kebahagiaan dan pasangan yang mereka cintai sama seperti dirinya.
" pagi yah.. " sapa Raka pada ayah haki yang sedang menikmati kopi panas buatan istrinya tercinta.
" pagi... Aya mana ?" tanya ayah haki yang hanya melihat Raka yang hanya keluar sendiri.
" masih mandi yah.. " ayah haki menatap curiga pada Raka yang juga baru keluar dan terlihat sangat segar.
" engga yah.. Aya lagi halangan " ucap Raka yang tau arti tatapan ayahnya itu.
" sabar ya kak, jadi kita seri masih sama sama perjaka " ucap Randi membalas kakaknya.
" bedanya kakak perjaka yang udah nikah sedangkan Randi mah perjaka tulen " ucap Randi semakin menjadi.
" hahahaha... " ayah haki dan Bu Kiran yang baru saja ikut bergabung malah ikut mentertawakan Raka yang di skakmat sama Randi.
" biarin aja yang penting kakak udah ada dari pada kamu yang masih harus nunggu sembilan tahun buat nikahin siapa itu dek ?" tanya Raka pada Ara yang baru saja duduk di samping ibunya.
" ana kak temen sekelas Ara " ucap Ara mengingat teman kecilnya,
Ya gimana ngga di sebut teman kecil saat Ara dan Caca yang sekarang kelas enam SD umurnya d untuk dua belas tahun sedangkan Ana baru sembilan tahun sudah kelas enam SD karena ikut kelas akselerasi.
Randi yang mendengar jika ana sudah kelas enam sedikit tidak percaya dan itu terbaca oleh Raka, seolah mendapat sela untuk kembali mengerjai Randi.
__ADS_1
" wih bibir unggul Lo ran, kayaknya Lo bisa kuliah bareng kayaknya sama dia kalo Lo nunggu di tiga tahun " ucap Raka
" ngga usah nunggu kak, kalo jodoh ngga bakal kemana " ucap Randi keceplosan yang tentu saja di sambut tawa oleh semuanya.
" hai sayang sini " Bu Kiran memanggil Aya yang baru saja keluar dari kamar Raka meski hanya mengunakan gamis rumahan dan hijab sederhana tapi membuat kecantikan Aya semakin terpancar.
" yah.. acara hari ini mau kemana ?" tanya si kembar azzura dan azzam yang dari tadi asik nonton kartun di televisi.
" kita di rumah aja ya barbeque an aja soalnya kakak sore harus balik lagi ke kota B ada jadwal kuliah besok " ucap Raka memberi usul karena memang dirinya tidak mengambil izin atau apapun itu.
Aya menatap kakaknya yang memang tidak mengucapkan apapun tentang ini, dan Bu Kiran yang tau kegundahan Aya pun langsung bertanya pada Raka tentang Aya .
" terus Aya gimana kak ?" tanya Bu Kiran sedang kan Aya hanya menunduk memasrahkan keputusan nya pada sang suami.
" Aya ikut Raka lah bu, masa baru nikah belum dua puluh empat jam udah di tinggal " ucap Raka sambil mengedipkan matanya pada Aya yang kini sedang menatap matanya juga.
" kak katanya mau bantuin Salwa bales Raka " ucap Salwa pada firman yang memang tingga juga di rumah Salwa.
" sal ikut kakak yu " ucap firman sambil menarik Salwa ke kamarnya karena saat ini mereka hanya tinggal berdua di rumah ini, pak Baron ayah Salwa baru saja pergi ke luar kota pagi ini.
" mau apa kak " tanya Salwa yang kini sudah ada di kamar firman.
Tanpa menjawab firman langsung mendorong tubuh Salwa ke tembok kamar dan mulai Melu mat bi bir Salwa yang di hias lip teen pink rasa strawberry.
Salwa yang memang sebenarnya diam diam suka menonton film dewasa sambil membayangkan Raka pun mulai terhanyut dengan apa yang di lakukan kekasihnya yang baru saja jadian tadi malam.
" kakak tau kalo kamu suka bayangin si Raka sambil nonton film, tapi yang ada di hadapan kamu itu kakak dan kakak ngga kalah ganteng dan ngga kalah kuat dari aktor yang ada di film itu atau si Raka tentunya " ucap firman.
__ADS_1
Sambil mengelap Saliva yang masih tersisa di bi bir Salwa, firman memperhatikan wajah Salwa yang terlibat sangat cantik tapi karena Salwa yang tidak bisa mengontrol emosinya membuat Salwa tak pernah mempunyai teman ataupun pacar.
" kakak juga tau kalo kamu suka pake ini untuk memenuhi imajinasi kamu " ucap firman sambil menji lat jari tangan Salwa kerena dirinya pernah tak sengaja melihat Salwa saat sedang melakukan hal itu.
Salwa mendorong firman dan berlari keluar dari kamar firman, sungguh Salwa sangat malu saat aksi tak pantasnya di pergoki oleh kak firman pacarnya sekaligus orang kepercayaan ayahnya.
' maaf sal.. Kaka harus melakukan itu agar kamu bisa melupakan Raka dan Kaka juga bisa mendapatkan kamu, kakak cinta sama kamu sal ' ucap firman sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
' andai kamu mau Kaka mau menikahi kamu, agar kamu tidak memikirkan orang yang tidak mencintai kamu dan kamu ngga harus nonton film seperti itu yang akan semakin merusak otak kamu sayang ' ucap firman lagi yang masih menatap langit langit kamar nya.
Tanpa firman sadari Salwa malah kembali ke kamarnya dan kemudian menutup pintu kamar bahkan menguncinya.
" sal " firman terbangun dan duduk di tempat tidur melihat Salwa yang kini sedang melangkah ke arahnya.
" kalo Kaka bisa kalahin Salwa kakak bisa nikahin Salwa dan Salwa janji akan melupakan Raka dan belajar mencintai kakak" ucap Salwa sambil naik ke atas tempat tidurnya.
" sal.. kamu yakin ?" tanya firman yang tidak ingin terjebak oleh permainan Salwa karena yang iya hadapi itu anak dari bos preman di daerah nya.
" Salwa yakin tapi jika kakak ngga bisa ngalahin Salwa dan kakak keluar lebih dulu maka kakak harus bisa buat Raka dan istrinya itu celaka bagaimana pun caranya " ucap Salwa yang masih ingin menghancurkan kebahagiaan Raka.
✍️✍️✍️hadeh.. sebegitu nya neng neng kalo ada yang tulus ngapain ngejar yang ngga jelas 🤦🤦
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1