Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )

Adikku Kekasihku ( Gagal Move On )
Masih Randi dan anna


__ADS_3

Semenjak saat itu hubungan antara Randi dan Anna menjadi semakin dekat, meski hanya sekedar Randi menjemput Anna sepulang sekolah, atau bertemu di jalan untuk bisa joging bersama tapi itu sudah lebih dari cukup untuk Randi dan Anna menghabiskan waktu.


Tak terasa kini Anna sudah memasuki sekolah menengah atas sedangkan Randi baru saja lulus kuliah dan kini sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan swasta yang mengharuskan Randi untuk mencari kosan yang dekat dengan tempat kerjanya.


" yang.. kakak mau nyari kosan yang deket sama sekolah kamu, ada ngga ya ?" tanya Randi yang kini sedang menemani Anna mencari perlengkapan sekolah.


" kenapa kakak ngga tinggal sama ibu Kiran ? tanya Anna yang kini sedang berjalan di samping Randi karena mereka sedang di swalayan besar di kota mereka.


" kalo Kaka masih tinggal di rumah ibu kakak ngga bisa ajakin kamu main ke kosan Kakak " bisik Randi pada Anna yang tentu saja sukses membuat Anna malu di buatnya.


Randi yang tau wajah Anna yang bersemu merah pun tersenyum senang melihat wajah cantik kekasih kecil nya.


" kakak hanya bercanda " ucap Randi sambil menggenggam tangan Anna.


" kakak hanya ingin mandiri dan juga kakak kan mulai bekerja part time untuk modal kita menikah nanti " ucap Randi sambil mencium tangan Anna.


" ran.. Randi... " ucap seseorang dari sudut kiri sebuah toko.


Randi yang mengenal suara itu pun langsung melepaskan tautan tangan di antara dirinya dan Anna, dan mencari sumber asal suara yang memanggil namanya.


Anna hanya bisa diam saat Randi melepaskan genggaman tangannya karena Anna pun tidak tau siapa yang memanggil kekasihnya itu.


" Kamila ?" ucap Randi sambil menatap Anna.


" siapa kak ?" tanya Anna saat melihat raut tak nyaman Randi pada wanita yang kini sudah ada di hadapan mereka berdua.


" teman " ucap Randi yang kembali menggenggam tangan Anna seolah menunjukan bahwa dirinya sudah mempunyai seorang kekasih.


" dia siapa ran ?" tanya Kamila yang begitu penasaran dengan wanita yang ada di samping Randi.


" kekasih ku " ucap Randi sambil merangkul pundak Anna.


Setelah mengucapkan itu semua Randi memilih meninggalkan Kamila sambil menggandeng tangan Anna, Randi hanya tidak mau mendengar segala pertanyaan yang pasti akan di lontarkan Kamila padanya.


" kak tadi tuh siapa ?" tanya Anna yang semakin penasaran terhadap wanita itu.

__ADS_1


" teman kampus kakak " ucap Randi yang tak ingin membahas tentang Kamila.


" apa wanita itu menyukai kakak " tanya Anna yang merasa jika kekasihnya itu menyembunyikan sesuatu dari nya.


cup..


Randi mengecup punggung tangan Anna sambil menuntun anna untuk menaiki motornya bahkan Randi pun membantu Anna memakai helmnya.


" kakak cuma punya kamu dan akan selamanya jadi milik kamu " ucap Randi penuh keyakinan.


" kakak ngga akan mungkin mengkhianati kamu, atau pun menduakan kamu " ucap Randi yang masih betah menatap Anna.


" mungkin menurut Anna ucapan kakak ini terdengar seperti gombalan atau rayuan " ucap Randi yang sengaja menjeda ucapannya untuk melihat ekspresi Anna.


" tapi kakak sayang sama kamu, dan kakak tau bagaimana rasanya di khianati jadi kakak tidak akan pernah melakukan itu " ucap Randi yang kini sudah menaiki motor nya dan mulai membawa Anna menuju rumah nya.


" kak dari belokan depan lurus terus belok kanan, disana ada deretan kos kosan klo ngga salah " Randi hanya menatap sekilas pada Anna lewat kaca spion depan motor nya dan mengikuti arahan yang di tunjukan Anna padanya.


Kini mereka berdua baru saja turun dari motor Randi, Randi menatap sekeliling dimana banyak motor yang terparkir di hadapan setiap pintu kosan.


" sore pak " sapa Randi dan juga Anna.


" sore, ada perlu apa ?" tanya bapak paruh baya yang kini sedang menatap Anna dan jug Randi secara bersamaan.


" apa ada kamar kos yang kosong pa ? " tanya Randi pada bapak yang Randi tebak adalah pemimpin kosan yang iya datangi.


" oh kebetulan ada satu lagi tapi kamarnya paling ujung sedikit tersembunyi gimana ?" tanya bapak tadi yang seperti salah mengartikan Randi dan Anna.


" oh boleh saya lihat " ucap Randi yang tak memperdulikan pikiran laki laki itu.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kamar yang akan Randi tempati yang benar saja tempatnya paling ujung bahkan terhalang oleh pohon jika terlihat dari luar.


" dan untuk pasangan seperti kalian, kosan bapak ini bebas jika laki laki dan perempuan tidur bersama " ucap laki laki itu yang berpikir jika Randi sama dengan kebanyakan anak laki laki yang tinggal di kosan mereka.


" kak " Anna menggeleng tak menyetujui jika Randi harus tinggal di tempat seperti ini.

__ADS_1


" saya ambil pak " ucap Randi yang hanya bisa menggenggam tangan Anna agar Anna percaya padanya.


Setelah terjadi kesepakatan diantara Randi dan pemilik kosan, Randi dan Anna pun memilih melihat seperti apa dalam kamar kos yang akan di tinggali Randi, sedangkan pemilik kosan membiarkan Randi dan Anna di dalam sana sedangkan dirinya membuat kwitansi pembayaran untuk Randi.


" kak kenapa diambil ?" tanya Anna yang tidak ingin kakaknya terbawa pengaruh yang tidak baik dari lingkungan tempat tinggal nya.


grepp..


" yang.. kamu ngga percaya sama kakak ?" tanya Randi yang sedikit kecewa jika sampai Anna tidak percaya padanya.


" Anna hanya ngga mau kehilangan kakak " ucap Anna yang tak terlihat seperti anak yang baru menginjak usia 15 tahun, bahkan postur tubuh Anna bis mengimbangi Randi yang jauh lebih dewasa darinya.


" lagian kalo kakak kos di sini kamu kan bisa main ke sini kalo kamu abis pulang sekolah " ucap Randi sambil mengedipkan matanya.


" lagian udah lama kakak ngga ninggalin jejak buat kamu" ucap Randi yang kini mulai mendekat ke arah Anna yang masih menggunakan hijab seperti permintaan Randi.


" ini nak kwitansinya, lain kali pintunya di tutup biar ngga ada yang ganggu " ucap bapak itu yang hanya memperlihatkan wajahnya di depan pintu.


" makasih pak" ucap Randi yang langsung datang menghampiri bapak pemilik kosan Randi, setelah pemilik kosan itu pergi randi Langsung mengunci kamar kosnya.


" seperti ini " tanya Randi yang sengaja menggoda Anna dengan melakukan apa yang di bayangkan Anna.


" kak .. " ucap Anna yang menghindar saat Randi ingin kembali memeluknya, tapi bukan Randi namanya jika Langsung melepaskan apa yang menjadi kekhawatiran Anna


''sini " ucap Randi yang kini sudah duduk di kasur lantai yang ada di kamar itu


Anna pun duduk setelah melihat Randi yang mengangguk dan menepuk samping tempat tidur miliknya.


" kakak ngga akan melakukan apapun sama kamu tapi kalo ini boleh kan" tanya Randi sambil memegang bibir Anna.


✍️✍️✍️ hai hai hai.. maaf ya telat up ya...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih SEMANGAT

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2