Akan Kurebut Cinta Suamimu

Akan Kurebut Cinta Suamimu
Eps. 52. Menemukan Bukti


__ADS_3

Pandu terduduk lemas di atas tempat tidur yang dalam kondisi sangat berantakan. Dia mengusap kepala dan meremas rambutnya dengan kasar, merasa sangat bingung dan tak tahu kemana harus menemukan Yuri. Sedangkan, dia sama sekali tidak menemukan petunjuk tentang apa yang telah terjadi terhadap Yuri.


"Apakah rumah ini disatroni rampok? Tapi mengapa tidak ada barang-barang berharga yang hilang?" Pandu terus berpikir dan mencoba menerka-nerka apa yang sudah terjadi di sana.


"Lalu Yuri ada dimana? Apa dia diculik?" Rasa cemas dan khawatir akan keselamatan Yuri, kian terasa menyesakkan dadanya.


Pandu meraih ponsel dari dalam sakunya. Dia ingin melihat apakah ada panggilan atau pesan dari Yuri, sebagai petunjuk tentang keberadaan wanita itu. Beberapa kali Pandu menggeser dan memeriksa semua tampilan-tampilan di layar ponselnya, tidak ada petunjuk apapun dapat ia temukan tentang Yuri di ponsel tersebut. Hingga tanpa sengaja, ibu jari Pandu menekan nomor Yuri dari riwayat panggilan terakhirnya.


Drrtt! Drrtt! Drrtt!


Pandu mengerutkan kening, dan menajamkan pendengarannya. Ketika panggilan di ponsel itu tersambung, samar-samar dia mendengar seperti ada nada dering ponsel lain, tetapi dia belum bisa mengetahui dari arah mana suara itu berasal.


"Seperti dering ponsel Yuri. Apa ponsel itu masih ada di kamar ini?" Bola mata dan kepala Pandu spontan bergerak, berusaha mencari sumber suara. Bergegas dia berdiri dari atas ranjang dan menelisik ke semua sudut di kamar itu.


"Sepertinya suara dering ponsel itu terdengar dari bawah tempat tidur." Pandu membungkukkan badannya dan mengintip ke kolong tempat tidur. Walau tidak begitu jelas, Pandu bisa melihat ada bias cahaya dari sebuah ponsel yang menyala ketika menerima panggilan dari ponsel miliknya.


"Itu dia ponselnya!" Pandu semakin merapatkan dadanya ke permukaan lantai dan menjulurkan tangannya masuk ke kolong tempat tidur untuk menggapai ponsel tersebut.


"Aah, benar. Ponsel Yuri ada di bawah tempat tidur. Pantas saja aku hubungi tidak ada jawaban."

__ADS_1


Setelah berhasil mengambil ponsel itu, Pandu kemudian segera berdiri dan menatap layar ponsel milik Yuri yang masih menyala karena ada panggilan dari nomor ponselnya.


Di layar ponsel Yuri, dia juga bisa melihat beberapa kali ada panggilan tak terjawab dari nomornya. Selain itu, tempered glass pelindung layar ponsel Yuri juga terlihat retak, sehingga Pandu bisa menyimpulkan bahwa ada sebuah faktor kesengajaan, sehingga ponsel itu dia temukan tersembunyi di kolong tempat tidur. Sepertinya ponsel itu tidak lah terjatuh, melainkan sengaja di lempar ke kolong tempat tidur.


"Ada apa ini? Apa mungkin Yuri sengaja menyembunyikan ponselnya?" pikir Pandu semakin merasa penasaran.


Satu per satu riwayat panggilan dan pesan di ponsel Yuri ditelisik oleh Pandu. Dia sangat berharap menemukan petunjuk tentang keberadaan Yuri melalui ponsel itu.


"Tidak ada yang aneh disini. Mungkin Yuri sudah membersihkan ponselnya dan menghapus beberapa pesan yang tidak penting." Pandu menggeleng. Pada riwayat panggilan hanya ada nomor kontak dirinya, begitu pula riwayat pesan, hanya dipenuhi pesan-pesan lama yang dia pernah kirim untuk Yuri dan belum dihapusnya.


Pandu terus menelisik, dia masih mencoba menemukan informasi lain dari ponsel Yuri. Semua aplikasi yang terdapat di ponsel itu pun satu per satu dibukanya.


"Ini foto Tamara bersama Hans. Apa hubungan mereka berdua? Kenapa di foto ini mereka terlihat mesra?" gumam Pandu heran, dia seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di galeri foto itu.


"Kenapa Yuri bisa memiliki foto seperti ini? Bagaimana mana dia mendapatkannya?" Rasa ingin tahu semakin memenuhi kepalanya.


Pandu terus menggeser foto-foto di galeri itu. Jantung Pandu berdegup kencang, tangannya tremor hebat. Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa foto yang sejenis kembali dia lihat di galeri itu. Selain foto-foto yang memperlihatkan Tamara tengah berciuman mesra dengan Hans, mata Pandu juga kian membulat dan wajahnya memerah, ketika melihat sebuah rekaman video yang menunjukkan betapa intimnya kedekatan istrinya bersama Hans.


"Apa ini artinya Tamara dan Hans selama ini sudah diam-diam berselingkuh di belakangku? Oh ... mungkin ini sebab kenapa sikap Tamara begitu berubah terhadapku." Pandu teringat kalau Yuri memang pernah bercerita kepadanya, bahwa dia sempat bertemu Tamara di kantor tempatnya magang. Namun, kala itu tidak ada kecurigaan apapun yang dia rasakan.

__ADS_1


Seketika hati Pandu bagai terbakar. Dia mulai menyadari kalau sikap dingin dan egois Tamara selama ini terhadapnya, adalah karena adanya pria idaman lain di antara mereka.


"Aku sekarang sangat yakin, foto-foto ini pasti ada kaitannya dengan menghilangnya Yuri dari rumah ini. Kalau bukan Tamara, pasti Hans! Mungkin mereka tahu kalau Yuri memiliki foto-foto dan video ini. Karena itu, mereka mencoba menculik dan menyakiti Yuri." Pandu menggeram sengit dan sangat yakin akan dugaannya.


"Tapi bagaimana caranya aku menemukan Yuri? Aku tidak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaannya? Foto ini juga belum bisa sepenuhnya membuktikan kalau Hans sudah menculiknya." Pandu menekan keningnya dan sedikit ragu. Kini dia semakin tidak dapat membendung rasa khawatir akan keadaan Yuri.


"Ehm ... aku tahu!" Pandu membuang nafas kasar. "Bisa jadi Hans memang benar Hans adalah dalang dari semua ini. Kemungkinan dia tahu kalau Yuri memiliki foto-foto ini dan sekarang dia berusaha melenyapkannya." Pandu terus mencoba mengaitkan foto-foto itu dengan Hans dan juga Yuri.


"Sebaiknya aku harus segera menemui Hans! Setidaknya dia dan Tamara harus menjelaskan apa maksud dari foto-foto ini kepadaku!" decak Pandu, merasa sangat marah dan kecewa.


Setelah sejenak berpikir, Pandu pun sudah tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dengan sorot kemarahan dan wajahnya yang menyiratkan kebencian, dia kembali menatap layar ponsel miliknya. Sesaat, jarinya lincah bermain di layar ponsel itu dan sebuah senyum sinis terulas begitu saja di bibirnya.


"Aku tahu dimana aku bisa menemui Hans!" yakin Pandu, dengan menjentikkan jemarinya.


Hanya dengan membuka sosial media, dia dengan mudah bisa menemukan banyak informasi tentang Hans dan juga perusahaannya.


Pandu melirik jam yang melingkar di tangannya. "Aku tidak peduli ini jam berapa. Malam ini juga aku harus menemui Hans!"


Tanpa berpikir panjang, Pandu bergegas keluar dari rumah Yuri. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dalam benaknya hanya ada satu tujuan yaitu menemui Hansel, pria yang dia kenal adalah sahabat lama istrinya.

__ADS_1


Selain ingin meminta penjelasan Hans tentang foto-foto itu, Pandu juga sangat yakin kalau Hans pasti punya andil di balik menghilangnya Yuri secara tiba-tiba dari rumah kontrakannya.


__ADS_2