
Buku novel ringan adalah teman sejatiku, mengapa aku bisa berkata seperti itu?. Jawabannya mudah karena dialah satu-satunya yang bisa menghiburku dan menemani di antara waktu istirahatku dikelas. Iya aku memang tak punya teman di sekolah yang bisa mengobrol denganku saat istirahat apalagi seorang gadis yang disebut pacar.
Tapi aku tak terlalu memikirkan tentang itu karena kata-kata dari novel ringan sudah cukup membuatku serasa memiliki teman dan seorang pacar. Hingga hari itu saat aku hendak membaca novel ringan ketika istirahat pertama, tiba-tiba gadis tercantik di kelasku, Manda menghampiri mejaku dan berkata :
"Ray ajari aku cara menulis cerita novel ringan dong? "sembari memukul mejaku dengan kedua tangannya, karena kelas sudah sepi ditinggal semua siswanya pergi istirahat jadi tak ada yang peduli dengan suara keras dari pukulan Manda ke mejaku.
"Hah!, kau ini mengiggau ya? "ucapku dengan nada kaget sembari menatap wajah serius Manda yang manis.
"Aku ini sepenuhnya sadar kau tau. "ucap Manda dengan nada tegas sembari balas menatapku dengan tatapan serius.
"Lalu kenapa kamu minta aku ajarin cara menulis novel ringan? "
"Bukankah kau sering membaca novel ringan di sekolah selama ini, jadi kau pasti tau bagaimana cara menulisnya kan? "
"Hei Manda menulis novel ringan itu tidak semudah membacanya kau tau. "
"Tapi kalo kau sudah banyak membaca macam-macamnya kau pasti tau apa saja yang harus dilakukan untuk membuat novel ringan kan. "
__ADS_1
"Iya mungkin aku cukup tau tapi... "
Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku Manda sudah berkata:
"Kalo begitu mohon bantuannya master. "ucapnya dengan nada memohon seraya menundukkan badannya ke arahku.
"Hei jangan seenaknya panggil aku master!!! "ucapku membentak ucapannya yang asal jeplak itu.
"Istirahat kedua nanti kita berbincang lagi di perpustakaan ya master."ucapnya tenang seraya kembali berdiri tegak di hadapanku sepertinya bentakanku tadi tidak dipedulikan olehnya.
"Ya baiklah jika itu maumu, tapi jangan panggil aku master ya."ucapku dengan nada santai menanggapi ucapannya.
"Hei Manda, jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku di perpustakaan ini? "
Manda lalu menutup buku yang sedang di baca olehnya dan berkata kepada ku:
"Ray kenapa kamu telat dateng sih? "ucap Manda dengan menunjukkan wajah kesalnya.
__ADS_1
"Oh itu, maaf banget ya aku tadi isi perut dulu soalnya. "ucapku dengan nada santai menanggapi pertanyaannya.
"Ih kamu tega ya engga ngajak-ngajak padahal aku juga laper tau. "
"Kalo kamu memang laper kenapa engga ke kantin dulu. "
"Lah soalnya aku kira kamu udah disini nungguin aku. "
"Ya udah ini kamu mau ngomong apa ke aku, biar kamu bisa cepet ke kantin. "
"Oh iya, begini Ray langkah awal kalo kita mau buat novel ringan itu apa ya? "
"Jadi kamu bener-bener serius mau buat novel ringan ya Manda? "
"Ih Ray ini ya, ditanya kok malah balik nanya aku ini lagi ngomong serius loh. "
"Engga maksudnya cuma memastikan aja kamu bener-bener niat engga buat bikin novel ringan soalnya proses nya agak lama kalo untuk orang yang baru mulai nulis kaya kamu. "
__ADS_1
"Masalah waktu yang agak lama engga jadi masalah buat aku Ray, toh aku juga selamat ini punya banyak waktu senggang. "
Setelah Manda mengatakan hal tersebut aku jadi merasa bersimpati untuk membantunya menyelesaikan novelnya .Aku lantas duduk disampingnya sembari mengingat-ingat tips menulis cerita yang diberikan oleh seorang penulis terkenal di seminar kepenulisan yang pernah aku ikuti. Manda menunggu arahan dariku dengan penuh wajah antusias.