
"Udah kak engga usah terlalu khawatir ya, badanku engga papa kok untung sih tadi ada yang mau nolong aku dari anjing itu."
"Hah memang siapa yang nolong kamu dek?, cowok atau cewek? " ucap Kak Rani dengan rasa penasaran di hatinya.
"Alhamdulillah kak tadi ada cowok yang mau nolong aku karena kebetulan dia kepapasan sama aku waktu aku dikejar anjing."
"Oh terus siapa nama cowok itu dek, kamu udah sempat bilang terima kasih ke dia kan ?"
"Tenang aja kak, Manda engga lupa buat ngucapin terima kasih ke dia kok, nama cowok itu Kevin Ansana Citra kak, kaka pernah dengar nama itu engga dari tetangga-tetangga disini?"
"Sejauh ini kaka belum pernah dengar nama itu sih dek dari obrolan kaka sama tetangga-tetangga di sini, kayaknya itu anak baru pindah ke komplek ini deh."
"Oh pantes aja ya kak, Manda juga perasaan baru sekali ini liat dia sih, udah gitu anak agak nyebelin lagi?" ucapku sembari memilih-milih buku Kak Rani yang hendak aku baca untuk menambah referensi.
"Loh, loh kok kamu tau sih dek kalau sifatnya si Kevin itu nyebelin?, jangan-jangan kalian tadi sempet ngobrol bareng berduaan ya." ucap Kak Rani sembari tersenyum genit ke arahku.
"Aku enggak ngobrol lama sama dia kok kak, aku ngomong sama dia pas lagi meriksa lukanya aja, tapi dari sikapnya yang dia tunjukkan udah cukup sih buat aku menyebutnya anak yang menyebalkan."
"Hmm, cuma sebentar aja ya, tapi kok kamu udah kenal sifatnya ya?, patut di pertanyakan nih hehehe." ucap Kak Rani sembari tertawa usil ke arahku.
"Ih iya kak, aku engga ngobrol lama-lama sama dia kok, cuma kelakuan awalnya yang sok engga mau diperiksa itu loh yang menurutku nyebelin."
"Serius nih kamu ngerasa kesel sama dia, hati-hati loh dek bisa-bisa awalnya benci bisa jadi cinta loh. "
"Ih kan kaka ngomong ngawur lagi, enggak mungkinlah aku bakal semudah itu suka sama cowok yang baru aku kenal, kaka aja nih yang kebanyakan baca novel romansa." ucapku menyangkal ucapan Kak Rani.
__ADS_1
"Iya deh maafin kaka ya dek, tapi kalo boleh tau si Kevin itu orangnya kaya gimana de? " ucap Kak Rani dengan nada santai.
Karena tau bahwa perbincangan ini telah cukup banyak mengulur waktuku untuk segera mandi, jadi aku pun berusaha menghentikannya dengan berkata :
"Anaknya biasa aja kok kak cuma aku akui dia cukup ganteng sih, udah ya Manda mau mandi dulu ya, ini terima kasih buat buku-bukunya ya kak." ucapku seraya membawa beberapa buku milik Kak Rani.
"Oh jadi Kevin anaknya kaya gitu ya, iya silahkan de, maaf ya udah ngajak kamu ngobrol, tapi serius kamu cuma mau ambil tiga buku doang? ." ucap Kak Rani sembari melihat tiga buku yang aku bawa.
Aku mulanya menganggukan pelan kepalaku untuk menanggapi ucapan terakhir yang diucapkan oleh Kak Rani lalu berkata:
"Iya kak aku pilih tiga novel ini aja, makasih banyak ya kak udah ngasih aku buku-buku ini." seraya mulai berjalan pintu kamar untuk meletakkan buku pemberian Kak Rani dan memulai mandi pagiku hari ini.
Kak Rani balas tersenyum menanggapi perkataanku lalu mulai berdiri kembali sembari membawa kardus yang berisi buku-buku bawaannya.
Aku segera menyelesaikan mandi pagiku secepat yang aku bisa, tapi kalian tau kan sebagai gadis muda paling tidak secepat-cepatnya aku mandi pun ternyata adalah 30 menit. Fakta itu kuketahui sesaat setelah keluar dari mandi dan melihat ke jam dinding yang terdapat di kamarku. Jadi dengan segera aku memakai pakaian harianku dan sedikit merias wajahku dengan balutan tipis bedak rias dan lipsglos untuk melembabkan bibirku.
"Kak, Manda pergi dulu ya mau jenguk ibu di rumah sakit nih." ucapku dengan nada santai seraya memegang satu tangannya untuk ku kecup.
Tapi dengan segera Kak Rani menarik tangannya dari genggamanku sambil berkata:
"Eh engga usah sesopan itu ke kaka ya dek, kaka juga seneng dan bolehin kok kalau kamu mau jenguk nyonya di rumah sakit." ucap Kak Rani dengan nada ramah.
"Tapi kak menurutku wajar lah kalo Manda mau nyium tangan kaka buat pamitan, soalnya Kak Rani kan udah aku anggap kaya kakaku sendiri." ucapku sembari masih berusaha untuk menggegam lagi tangannya.
"Oh so sweet banget sih kamu dek, kaka jadi terharu deh." ucap Kak Rani dengan nada haru seraya menunjukkan ekspresi hendak menangis.
__ADS_1
Melihat Kak Rani yang seperti itu segera aku memeluk tubuhnya sambil berkata:
"Ah itu biasa aja kak, soalnya Kak Rani memang udah ku anggap sebagai kakakku sendiri, terima kasih ya kak udah nemenin aku selama ini." ucapku dengan nada pelan sembari memeluk Kak Rani.
"Iya dek terima kasih juga ya kalau begitu, kamu udah mau anggap kaka jadi kakakmu sendiri ya, padahal sebenarnya kaka ini kan bukan siapa-siapa huhuhu." ucap Kak Rani seraya mulai menangis.
Aku segera melepaskan pelukanku dari tubuh Kak Rani dan memegang kedua tangannya lalu berkata:
"Loh kak engga usah nangis dong, kaka seneng selama tinggal bareng aku kan?" ucapku dengan nada cemas setelah menyadari bahwa Kak Rani sudah menangis.
"Eng.. ga ko kaka seneng bang...et tinggal sama kamu, cuma kaka ter.. haru sama uca.. pan mu dek..hiks.. hiks." ucap Kak Rani sembari terisak dalam tangisannya.
"Udah kak jangan nangis lagi ya, Manda engga suka deh kalau liat kaka jadi cengeng begini." ucapku dengan nada perhatian seraya mengusap beberapa tetes air mata yang menuruni pipi Kak Rani.
"Iya dek maafin ka...ka yang udah kaya be..gini ya." ucap Kak Rani dengan sedikit terbata-bata karena masih merasa sedih.
"Iya kak engga papa kok, tapi sekarang kaka berhenti nangis ya soalnya Manda engga tega kalau liat kaka sampai nangis kaya begini." ucapku sembari menatap Kak Rani dengan penuh perhatian.
Air mata Kak Rani pun mulai berhenti menetes dan dia pun segera memberikan senyuman harunya ke arahku. Walaupun aku tau kalau sebenarnya Kak Rani masih merasa sedih dan memaksakan senyumannya, tapi melihat senyumannya itu sudah membuatku senang. Aku pin berkata kepadanya:
"Nah begitu dong, kaka itu sebenarnya cantik banget loh kalau lagi senyum kaya gini, ya udah aku pamit jenguk ibu di RS ya kak." ucapku sembari memandang sesaat wajah Kak Rani lalu mengecup tangannya untuk meminta izin.
"Iya dek, hati-hati ya jangan lupa baca doa dulu ya."
"Siap kak, terima kasih ya udah diingetin." ucapku seraya mulai berjalan keluar rumah.
__ADS_1
(Catatan Author)
Hai teman-temanku, sebelumnya aku minta maaf ya baru bisa update dan belum sempat mampir ke novel kalian, harap maklum ya soalnya dua minggu ini ada jadwal UAS yang menyita 80% waktu saya sehingga engga sempat membuaka Noveltoon. Tapi kalian tenang aja ya, Insyaallah setelah minggu ini aku bakal aktif lagi kok di Noveltoon, baik itu buat update atau mampir ke novel kalian, jadi tetap semangat ya semuanya.