AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan

AKU, KAU, Dan Buku Novel Ringan
Episode 9 : Harga Diriku dan Senyuman Manismu


__ADS_3

Dalam diriku saat ini juga terjadi konflik batin apakah aku harus jujur pada bapak atau berbohong dengan alasan lain, tetapi untuk apa juga aku berbohong pada bapak. Bukankah aku memang hanya menganggap Manda sebagai teman menulis saja tidak lebih dari itu. Jadi sudah aku putuskan jawaban yang akan sampaikan kepada ayah, aku lantas berkata:


"Begini pak jadi sebenarnya mereka itu bukan musuh Ray di sekolah, Cuma mereka itu cemburu karena sekarang Ray lagi deket sama anak perempuan yang mereka suka."


Dengan wajah sedikit kaget bapak lalu mengajukan pertanyaan lagi kepadaku :


"Lalu apa hubunganmu dengan anak perempuan itu ?, bukankah kau selama ini tak pernah dekat dengan anak perempuan manapun kecuali adikmu?"ucap bapak dengan nada heran dan menghina secara halus.


"Bapak jangan salah paham dulu denganku ya, karena hubunganku dengan anak perempuan itu hanya sebatas teman menulis novel dan juga aku ini pasti bisa dekat dengan anak perempuan manapun tidak hanya Nia saja."ucapku dengan nada kesal karena bapak secara tidak langsung bapak sudah menyinggung statusku saat ini yang masih berstatus JOMBLO.


"Oh jadi masih sebatas teman ya, tapi jika memang hanya teman kenapa kamu sampai rela berduel untuk gadis itu?"ucap bapak dengan menunjukan wajah penasarannya.


Bapak memang sering seperti ini jika bicara denganku, begitu aku membahas tentang teman perempuan di sekolah ia pasti langsung membelokan topik pembicaraan kearah hubungan pacaran. Kadang aku sampai kesal sendiri dan mengakhiri pembicaraan itu. Seperti saat ini, aku harus segera menemukan cara untuk menghentikan pembicaraan ini. Tapi ucapan apa yang tepat ya?.Akhirnya setelah memikirkannya beberapa saat aku memutuskan untuk menjawab pertanyaan bapak dengan jawaban ini:


"Ini bukan masalah suka atau tidaknya Ray dengan gadis itu pak, tetapi ini menyangkut harga diri Ray sebagai sebagai seorang laki-laki!"

__ADS_1


"Aneh sekali ya, kamu tiba-tiba bicara soal harga diri padahal selama ini jika ada kerja bakti selalu buat-buat alasan buat engga ikut."ucap bapak dengan nada santai.


"Hei pak!, ditantang duel itu engga sama kaya kerja bakti tau."ucapku dengan nada kesal pada bapak.


"Iya itu kamu tau sendiri, kerja bakti yang ringan aja engga ikut ditantang duel kok malah mau?"


Seketika aku tak bisa menjawab pertanyaan bapak, apa karena salahku yang membawa masalah harga diri. Belum sempat aku memikirkan perkataanku, bapak sudah memberikanku pertanyaan lagi :


"Sudahlah Ray jujur saja, apa yang kamu sukai dari gadis itu?", sehingga bisa membuatmu bertindak sejauh itu .


"Aku suka senyuman gadis itu pak dan aku tidak mau melihatnya bersedih." ucapku dengan lantang kepada bapak.


"Oh jadi begitu, sepertinya anak bapak sudah punya gadis yang dia sukai ya ?"ucap bapak dengan nada santai menanggapi peryataanku.


"Apa maksud bapak aku menyukai gadis itu ?, tidak pak kami hanya sebatas teman menulis novel."ucapku menanggapi perkataan bapak.

__ADS_1


"Kau belum tau saja Ray, bahwa jika menyukai senyuman seorang gadis adalah tanda awal kau suka pada gadis itu."


"Ayah ini bicara apa?, apa memang bisa itu menjadi tanda awal cinta ?"ucapku dengan nada kaget.


"Tentu bisa Ray, karena bapak pernah mengalaminya sendiri ketika pertama menyukai ibumu dulu."


Ucap bapak dengan menunjukan wajah seriusnya.


"Ah sudahlah pak, aku mau makan malam dahulu lalu pergi belajar untuk besok."ucapku membalas perkataan bapak dengan nada kesal seraya berjalan menuju dapur dan meninggalkan bapak yang masih duduk di sofa ruang keluarga.


Bapak lalu berkata padaku yang pergi meninggalkannya :


"Baiklah Ray, bapak akan tolerir kesalahanmu kali ini tapi jika kau sampai terkena masalah lagi disekolah, maka uang sakumu bulan depan akan bapak sita ya."


"Iya terserah bapak saja, aku tidak peduli !"ucapku dengan nada ketus pada bapak.

__ADS_1


Aku mengambil makan malam dan memakannya di meja makan yang ada didapur, setelah habis aku mencuci piring bekas makananku dan segera kembali ke kamarku untuk belajar pelajaran sekolah esok hari. Jam dikamarku sudah menunjukan pukul 21:45 WIB memaksaku untuk segera belajar supaya tidak bangun kesiangan besok. Jam 23:00 aku sudah selesai belajar untuk sekolah besok. Kurebahkan tubuhku dikasur sesaat setelah selesai merapikan buku sekolah untuk dibawa esok hari. Tapi apa-apaan ini ?, kenapa aku sulit sekali untuk tidur!.


__ADS_2