
Deg, haduh senyumanmu itu loh Man bikin hatiku tiba-tiba sesak nih, ucapku dalam hati.
Sekali lagi Manda berhasil membuatku salah tingkah dan di kuasai oleh rasa gugup maksimal, aku lalu mencoba untuk kabur dari keadaan ini dengan berkata :
"Oh jadi kamu berterima kasih karena itu ya, kalo gitu sampai ketemu lagi di kelas ya."ucapku dengan nada gugup seraya berjalan kearah belakang Manda sehingga aku bersinggungan dengannya yang masih berdiri di depanku.
Kaget dengan reaksiku yang ingin pergi, Manda lantas menghentikan langkahku dengan memegang satu tanganku.
Menyadari hal tersebut membuatku sesaat terkejut seraya melihat ke arah tangan Manda yang menggenggam tanganku.
Dalam hati aku berkata :
"Haduh kamu ini mau buat aku kena serangan jantung ya Man. "
Aku segera kembali menghadap kearahnya lalu memandang malu-malu wajah Manda yang manis itu, dia juga membalas pandanganku dengan wajah yang memerah karena baru tersadar dengan perbuatan yang dia lakukan kepadaku saat ini. Dengan segera Mandapun melepaskan genggaman tangannya dari tanganku dan berkata :
"Anuu, jadi begini Ray bukan berarti aku enggak ngebolehin kamu pergi ya, tapi untuk koreksi teksnya aku gimana hasilnya? "ucap Manda dengan nada memohon kepadaku dengan masih menujukkan wajah malu-malunya itu.
"Oh tentang hal itu ya, sebenarnya aku mau membahasnya sama kamu sih tapi sekarang sepertinya sudah tak ada waktu untuk melakukan itu ya."ucapku menjelaskan dengan nada santai walaupun sebenarnya hatiku sangat gugup saat ini.
__ADS_1
"Nah terus gimana dong Ray? "tanya Manda dengan nada memelas kepadaku.
"Tenang aja Man, nih aku udah buat catatan tentang hal-hal yang masih salah di teksnya kamu."ucapku dengan nada ramah seraya memberikan kertas catatan yang sudah kubuat tadi malam.
"Ya ampun kamu sampai repot-repot buat catatannya ya, kalo gitu makasih banget ya Ray."ucap Manda dengan nada senang seraya menerima kertas catatan itu dariku.
"Tapi ini baru halaman satu sampai enam, jadi harap dimaklumi ya kalo cuma sedikit."ucapku dengan nada santai menjelaskan pada Manda.
"Engga papa kok Ray, ini udah cukup kok buatku ngerevisi awalannya."ucap Manda dengan nada senang seraya membaca sekilas catatan dariku.
"Ok deh kalau gitu untuk penjelasannya nanti aku jelasin di WA ya, sampai ketemu di kelas Man. "ucapku dengan nada santai seraya membalikan badan karena hendak kembali ke kelas.
Manda yang sepertinya belum ingin selesai berbicara dengan ku lantas memanggilku kembali :
Aku lantas kembali membalikan badanku ke arahnya dan berkata:
"Iya ada apa lagi memangnya Man?"ucapku dengan nada ramah untuk menyembunyikan rasa gugup dihatiku.
"Anuu begini Ray, kira-kira kamu punya waktu engga pas istirahat kedua nanti supaya kita bisa ngobrol ngebahas hal ini. "ucap Manda dengan nada malu-malu seraya menunjukan kertas itu kearahku.
__ADS_1
"Hmm, ya mungkin sepuluh menit sebelum bel masuk aku bisa mengobrol denganmu, tapi kita mau ngobrol dimana?, perpustakaan kan tidak di buka lagi setelah sholat Jumat."ucapku dengan nada tenang seraya memandang wajah manis Manda.
"Iya juga ya, gimana kalo kita ngobrol di kelas aja soalnya kan pasti temen-temen yang lain masih pada istirahat."ucap Manda dengan nada santai memberikan saran kepadaku.
"Hmm di kelas ya, ok deh nanti aku usahakan."ucapku dengan nada ragu-ragu tapi akhirnya setuju dengan saran dari Manda.
"Bagus deh kalo gitu Ray, aku juga nanti bakal secepatnya sholat dhuhur sama makan biar waktunya cukup buat kita bahas ini. "ucap Manda dengan nada santai untuk menyembunyikan rasa senang dihatinya.
"Ok, kalo begitu sampai ketemu di kelas ya. "ucapku dengan nada santai seraya kembali berjalan ke arah kelas.
"Iya deh Ray, sampai ketemu di kelas ya."ucap Manda dengan nada ramah seraya memberikan senyuman manisnya kepadaku.
Setelah mengucapkan salam perpisahan itu, aku lantas berjalan ke kelas dengan hati gembira karena tau bahwa Manda masih mau berdiskusi denganku nanti.
Manda lalu menyusulku beberapa saat kemudian setelah menaruh kertas yang aku berikan di saku bajunya.
Bel tanda masuk kelas berbunyi tak lama setelah pembicaraan kami selesai. Aku sudah ada di kelas ketika mendengar suara bel itu, tak lama setelahnya Bu Ami masuk ke kelas kami untuk memberikan pelajaran Sastra Jepang yang diajarnya.
Ini ada salah satu pelajaran yang paling aku suka ketika di sekolah, kenapa aku bisa mengatakan hal itu?, ini karena aku bisa mempelajari sebuah bahasa yang menurutku sangat asing dan aneh. Oh iya, kebetulan aku juga suka dengan beberapa novelis Jepang dan berharap bisa mengikuti jejak mereka.
__ADS_1
Bel istirahat kedua berbunyi tepat pukul 11:15 siang, ini adalah waktunya kaum laki-laki di sekolahku pergi ke masjid Jami'i terdekat untuk melakukan sholat Jumat, sementara kaum perempuan seperti biasa sholar dhuhur di mushallah sekolah.
Khutbah jumat yang begitu syahdu menyentuh alam bawah sadarku hingga membuatku sangat mengatuk ketika mendengarnya. Untunglah aku tidak sampai ketiduran di masjid seperti kebanyakan teman sekolahku yang sudah berada di pulau kapuk.